Jayapura, Jubi – Calon daerah otonomi baru atau DOB Kabupaten Benawa dideklarasikan di ibu kota Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Kamis (12/3/2026).
Dalam siaran pers tertulis yang diterima Jubi, Jumat (13/3/2026), disebutkan deklarasi itu dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda hingga masyarakat dari sejumlah kampung di Distrik Benawa dan wilayah sekitarnya.
Deklarasi ini dianggap salah satu momentum penting bagi masyarakat yang mendorong pemekaran wilayah, dengan tujuan mempercepat pembangunan serta mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat di wilayah itu.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Yalimo, Elia Yare saat deklarasi mengatakan, pihaknya menerima berbagai aspirasi masyarakat terkait rencana pembentukan Kabupaten Benawa sebagai daerah otonomi baru.
Menurutnya, aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam proses pembangunan daerah. Karena itu, DPRK Yalimo bersama pemerintah daerah akan tetap membuka ruang bagi masyarakat, untuk menyampaikan berbagai pandangan serta masukan mengenai rencana pemekaran tersebut.
“Kami menerima aspirasi masyarakat. Semua pandangan yang disampaikan oleh masyarakat tentu akan menjadi bagian dari proses yang harus dilalui sesuai mekanisme yang berlaku di negara ini,” kata Elia Yare dalam siaran pers itu.
Katanya, setiap rencana pemekaran daerah tentu akan muncul berbagai pandangan. Ada pihak yang mendukung maupun yang memiliki pertimbangan lain. Namun, perbedaan pandangan tersebut harus disikapi secara bijaksana, agar tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Elia Yare pun mengajak seluruh masyarakat Yalimo tetap menjaga persatuan dan kebersamaan, dalam menyikapi dinamika yang berkembang terkait rencana pembentukan DOB Kabupaten Benawa.
“Kita semua adalah satu masyarakat. Jangan sampai karena perbedaan pendapat justru menimbulkan gesekan antar kelompok, antar marga, ataupun antar wilayah,” ucapnya.
Ia menegaskan, proses pembentukan daerah otonomi baru harus melalui tahapan serta mekanisme resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Karenanya, semua pihak diminta menghormati proses tersebut agar aspirasi masyarakat dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Elia Yare juga menyinggung pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menyambut masa depan daerah, termasuk jika pemekaran wilayah benar-benar terwujud kemudian hari.
Menurutnya, selama kurang lebih 17 tahun perjalanan pemerintahan Kabupaten Yalimo, masyarakat telah berupaya mempersiapkan generasi muda melalui pendidikan di berbagai bidang ilmu.
“Banyak anak-anak kita yang sudah menempuh pendidikan di berbagai jurusan dan di berbagai tempat. Mereka adalah generasi yang nantinya akan kembali untuk membangun daerah ini,” ujarnya.
Katanya, tantangan pembangunan ke depan tentu tidak ringan. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat bekerja sama dan saling mendukung demi kemajuan daerah.
“Kalau daerah lain sudah maju, kita juga harus bisa maju. Karena itu kita perlu bekerja bersama dan mempersiapkan diri dengan baik, terutama dari sisi sumber daya manusia,” kata Yare.
DPR Kabupaten Yalimo lanjut Yare, tetap terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan dari masyarakat. Namun ia berharap setiap aspirasi dapat disampaikan melalui jalur yang benar sehingga dapat diproses sesuai aturan yang berlaku, agar dapat dipertimbangkan secara baik.
Ia berharap momentum deklarasi calon DOB Benawa tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kebersamaan masyarakat dalam memperjuangkan pembangunan daerah.
“Kita harus melihat apa yang terbaik untuk kepentingan masyarakat secara luas. Jangan sampai perbedaan pandangan justru menghambat upaya kita untuk membangun daerah,” ucap Elia Yare.
Wakil Ketua I Tim Pemekaran calon DOB Kabupaten Benawa, Obaja Deal mengatakan perjuangan pemekaran tersebut bukan dipaksakan oleh pemerintah daerah, melainkan murni berasal dari keinginan masyarakat yang menginginkan percepatan pembangunan di wilayah Benawa dan sekitarnya.
Katanya, tim pemekaran telah bekerja sejak pertengahan 2025, setelah mendapatkan surat tugas untuk mempersiapkan berbagai tahapan terkait rencana pembentukan calon DOB Kabupaten Benawa.
“Sejak Juni 2025, tim pemekaran mulai melakukan berbagai konsolidasi dengan masyarakat, tokoh adat, serta berbagai pihak terkait untuk membahas kesiapan wilayah dalam menghadapi proses pemekaran,” kata Obaja Deal.
Menurut Obaja Deal, selama kurang lebih delapan bulan tim pemekaran telah melakukan berbagai pertemuan, dan pembahasan teknis yang berkaitan dengan syarat pembentukan daerah otonomi baru.
“Kurang lebih delapan bulan kami bekerja mempersiapkan berbagai hal, mulai dari pertemuan dengan masyarakat hingga pembahasan teknis yang diperlukan dalam proses pemekaran,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa secara geografis, wilayah yang direncanakan menjadi Kabupaten Benawa memiliki posisi yang cukup strategis, karena berada di antara beberapa wilayah pemerintahan.
Wilayah tersebut berada di antara Kabupaten Keerom dan Kabupaten Jayapura di Provinsi Papua serta Kabupaten Yalimo di Provinsi Papua Pegunungan.
Karena posisi tersebut, Benawa dinilai berpotensi menjadi daerah penghubung atau wilayah singgahan yang menghubungkan antar wilayah dan antar provinsi.
Katanya, jika pemekaran Kabupaten Benawa dapat terwujud pada masa mendatang, wilayah tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat konektivitas antar wilayah di kawasan tersebut.
Ia mengapresiasi masyarakat Distrik Benawa yang telah memberikan dukungan terhadap tim pemekaran selama proses persiapan berlangsung, dan mengapresiasi kehadiran pemerintah Kabupaten Yalimo saat deklarasi.
Sebab, dukungan dari pemerintah daerah dinilai sangat penting dalam memperkuat aspirasi masyarakat, agar dapat diperjuangkan hingga ke tingkat pemerintah pusat.
Namun ia mengakui bahwa dalam proses pemekaran daerah, sering muncul berbagai isu maupun pandangan yang berbeda di tengah masyarakat. Karenanya, seluruh masyarakat diajak tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum tentu benar dan dapat menimbulkan perpecahan.
“Kami berharap tidak ada isu yang menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Pemekaran ini harus menjadi semangat bersama untuk membangun daerah. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Yalimo terus memberikan dukungan terhadap proses pemekaran Benawa, agar aspirasi masyarakat tersebut dapat berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk memperkuat berbagai tahapan administrasi yang menjadi syarat dalam pembentukan daerah otonomi baru.
Sementara itu, Bupati Yalimo, Nahor Nekwek sehari sebelum deklarasi menegaskan, pemerintah daerah siap mengawal aspirasi masyarakat Distrik Benawa terkait rencana pembentukan DOB Kabupaten Benawa.

Menurut Nahor, sebagai kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat, ia memiliki tanggung jawab untuk mendengar dan menampung setiap aspirasi masyarakat, termasuk aspirasi terkait pemekaran wilayah.
“Saya menjadi bupati karena dipilih oleh rakyat. Oleh karena itu, setiap aspirasi yang benar-benar datang dari masyarakat tentu harus didengar dan diperhatikan oleh pemerintah,” kata Nahor Nekwek.
Ia mengatakan, pemerintah Kabupaten Yalimo tidak menutup diri terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan pembentukan daerah otonomi baru di wilayah Benawa.
Menurutnya, selama aspirasi tersebut lahir dari keinginan masyarakat secara luas, pemerintah daerah akan memberikan dukungan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
“Sebagai pemerintah, kami siap mengawal aspirasi masyarakat. Jika itu benar-benar keinginan masyarakat, tentu kami akan mendukung dan memperjuangkannya melalui jalur yang sesuai dengan aturan,” ucapnya.
Nahor menjelaskan bahwa pembentukan sebuah kabupaten baru tidak dapat dilakukan secara instan. Proses tersebut membutuhkan tahapan panjang, mulai dari dukungan masyarakat, pemerintah daerah, hingga proses di tingkat pemerintah pusat.
Ia menilai deklarasi calon DOB Kabupaten Benawa merupakan bagian dari langkah awal dalam perjuangan menuju pembentukan daerah otonomi baru.
“Ini masih tahap awal. Perjuangan pemekaran membutuhkan proses panjang. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersatu dan saling mendukung,” ujarnya.
Nahor juga menekankan pentingnya koordinasi dan kebersamaan antar suku serta seluruh elemen masyarakat di wilayah Benawa agar perjuangan pemekaran dapat berjalan dengan baik.
Menurutnya, persatuan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam memperjuangkan pembentukan daerah otonomi baru.
“Kalau kita bersatu dan berjuang bersama, maka aspirasi masyarakat bisa diperjuangkan dengan baik. Tetapi jika terpecah, tentu akan sulit untuk mencapai tujuan tersebut,” katanya.
Mengenai potensi sumber daya alam yang dimiliki wilayah Benawa, dinilai cukup besar. Karena itu, masyarakat setempat diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk mengelola potensi tersebut demi kesejahteraan bersama di masa mendatang. (*)











Discussion about this post