Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Papua, Yunus Wonda menyatakan komitmennya mendorong pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Grimenawa, sebagai pemekaran dari Kabupaten Jayapura.
Komitmen itu disampaikan Yunus Wonda saat konferensi pers di Aula I Kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah, Distrik Sentani, Selasa (17/3/2026).
Wonda mengatakan, komitmennya mendorong pembentukan DOB Grimenawa sesuai janji politik yang ia sampaikan pada masa kampanye pemilihan bupati dan wakil bupati Jayapura, 2024 silam.
Menurutnya, saat berkampanye di Grimenawa pada masa pemilihan kepala daerah (pilkada), masyarakat di sana mempertanyakan bagaimana sikap politiknya terhadap pemekaran wilayah itu dari kabupaten induk Jayapura.
“Pemekaran Grimenawa itu janji saya dan wakil bupati waktu tiba di sana. Masyarakat punya aspirasi meminta pemekaran Grimenawa. Bukan saja saya dan pak wakil saat kampanye, tapi waktu kampanye calon gubernur [saat itu] Pak Fakhiri, pertanyaan yang sama diajukan masyarakat yaitu pemekaran Grimenawa. Kami sudah komitmen untuk itu,” kata Yunus wonda.
Wonda mengatakan, persetujuan pembentukan DOB Grimenawa juga sudah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Papua, periode 2014-2019. Ketika itu Yunus Wonda menjabat sebagai ketua DPR Papua.
“Saya yang ketuk palu sidang paripurna pemekaran Grimenawa [ di DPR Papua ketika itu]. Hari ini, kami dorong itu menjadi agenda kami berdua, itu janji politik kami. Kami akan terus berkomitmen untuk dorong sampai pemekaran Grimenawa harus jadi,” ujarnya.
Katanya, komitmen untuk mewujudkan janji politiknya membentuk DOB Grimenawa, dapat dilihat dari terbentuknya tim pemekaran yang diketuai Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura, Derek Timotius Wouw.
“Di wilayah kabupaten Jayapura, hanya satu yang kami dorong [untuk pembentukan DOB]. [Sebenarnya] ada dua [atau] tiga [wilayah]. Tapi kondisi keuangan kami tidak bisa, kalau semua pemekaran, habis sudah kabupaten ini, tidak ada anggaran,” ucapnya. (*)










Discussion about this post