Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

April 25, 2026
Waktu Membaca: 1 min read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim

The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim

Jayapura, Jubi – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyerukan penghentian operasi militer dan pengiriman pasukan keamanan ke wilayah konflik bersenjata di Tanah Papua, sebab kebijakan itu dikhawatirkan mengancam keselamatan warga sipil.

Seruan penghentian operasi militer dan pengiriman pasukan itu disampaikan Komite Nasional Papua Barat dalam siaran pers tertulisnya, Jumat (24/4/2026).

RELATED POSTS

Ketua DPRK Puncak: Masyarakat ingin investigasi terbuka dan independen

West Papua National Committee (KNPB) issues demands over alleged civilian casualties in Puncak Military Operation.

KNPB sampaikan sejumlah tuntutan terkait peristiwa di Kabupaten Puncak

Sebagai media rakyat Papua, KNPB mengajak semua pihak harus mendesak penghentian operasi militer dan pendropan pasukan keamanan, karena mengancam keselamatan hidup warga sipil, terutama pada wilayah konflik bersenjata di Tanah Papua.

KNPB pun mendesak Pemerintah Indonesia, segera membuka akses internasional. Selain itu, semua lembaga dan semua pihak diajak mendesak pembukaan akses bantuan kemanusiaan internasional seperti Palang Merah Internasional, pelapor khusus PBB dan jurnalis internasional ke Tanah Papua.

KNPB juga menuntut negara wajib menjamin perlindungan pengungsi di Tanah Papua, sesuai mekanisme hukum humaniter internasional.

Selain itu, kedua pihak yang terlibat konflik bersenjata, yaitu kombatan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB dan TNI, mesti menghentikan konflik politik bersenjata, dan segera berunding, sesuai mekanisme internasional dengan dimediasi oleh PBB atau pihak ketiga yang netral.

“Seluruh rakyat Papua dan elemen masyarakat Papua, menuntut hak penentuan nasib sendiri bagi Bangsa Papua,” tulis KNPB dalam siaran persnya.

Menurut KNPB, Papua berada dalam situasi ancaman Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan, sehingga harus dilakukan intervensi kemanusiaan, dan penyelesaian akar konflik masalah politik di Tanah Papua, yang menjadi persoalan utama mengapa rakyat Papua hari ini habis terbunuh.

“Indonesia harus mengakui bahwa [Tanah] Papua berada dalam status darurat militer dan kemanusiaan, serta harus membuka akses bagi semua pihak kemanusiaan, untuk masuk ke [Tanah] Papua atas nama Hak Asasi Manusia dan tunduk pada aturan hukum humaniter internasional.” (*)

Tags: KNPBOperasi Militerpengiriman pasukan
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Komnas
Rilis Pers

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

April 25, 2026
WWF
Rilis Pers

Hari Bumi: WWF Program Papua dorong aksi selamatkan bumi

April 25, 2026
AlDP
Rilis Pers

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

April 22, 2026
GMKI
Rilis Pers

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

April 22, 2026
PGI
Rilis Pers

PGI: Hentikan Kekerasan Bersenjata

April 21, 2026
KNPB
Rilis Pers

KNPB nyatakan sikap terhadap situasi Tanah Papua

April 20, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

IPB

Pemprov Papua Barat tantang alumni IPB rumuskan konsep pengembangan pertanian

January 31, 2024
Tempo

Tempo kembali diteror, kali ini kiriman bangkai tikus di kardus motif mawar

March 23, 2025
Raja Ampat

Anak muda suarakan krisis tambang di Raja Ampat

August 3, 2025

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara