Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Hari Bumi: WWF Program Papua dorong aksi selamatkan bumi

April 25, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
WWF

Ilustrasi-Dok. WWF

Jayapura, Jubi – World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia Program Papua, mendorong aksi selamatkan bumi lewat pelatihan penyusunan konten dengan topik khusus membahas sampah makanan. Topik ini dipilih, mengingat sampah makanan turut memperburuk krisis iklim.

Pelatihan “dorong aksi selamatkan bumi berawal dari piring makanan melalui konten media sosial” diselengarakan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (24/4/2026).

RELATED POSTS

DLH Kabupaten Jayapura dan WWF Papua gelar konsultasi publik timbulan sampah

Bupati Jayapura resmikan panda mobile WWF

‘Cigi’ sampah, upaya kolaboratif menangani sampah dan promosi wisata

Pelatihan yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, dan Komunitas Earth Hour Jayapura ini, merupakan bagian dari peringatan Hari Bumi, 22 April 2026.

WWF Program Papua menyatakan, Hari Bumi menjadi pengingat bahwa relasi manusia dengan alam sangatlah kuat dan tidak bisa dipisahkan, dan di tengah berbagai tantangan, momentum Hari Bumi mendorong lahirnya kesadaran untuk merefleksikan peran dala merawat alam.

Kesadaran akan isu lingkungan dianggap menjadi semakin relevan ketika berbagai tantangan hadir di sekitar kita, seperti banjir, cuaca yang semakin panas dan tidak menentu, longsor, pencemaran air, penumpukan sampah tanpa terkelola, hingga rusaknya habitat satwa.

Kegiatan Bertemakan “Ko Bijak Pangan, Ko Selamatkan Bumi” ini, juga menggandeng pemuda-pemudi lintas agama, masyarakat adat, komunitas peduli lingkungan, serta mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Jayapura, agar turut memperkuat pemahaman bersama tentang aksi nyata untuk bumi, diawali dari sampah yang dihasilkan setiap hari, khususnya sampah makanan.

Isu sampah makanan dipandang perlu menjadi perhatian, karena berkontribusi terhadap iklim, terutama melalui emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari sampah sisa makanan.

Sampah makanan yang mengandung gas metana diketahui memiliki potensi pemanasan global 28 kali lebih kuat dibandingkan karbondioksida.

Isu ini juga relevan dengan momentum ini, mengingat dampaknya sangat signifikan terhadap lingkungan dan perubahan iklim, sehingga diperlukan upaya edukasi bersama untuk meningkatkan kesadaran.

Ketua komunitas Guardian Hollo, Bagi Boy Kallem sebagai salah satu masyarakat adat di pegunungan Cycloop berpendapat, isu lingkungan selalu saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Melalui komunitasnya, Kallem aktif mendorong diskusi terkait isu deforestasi hutan di Papua, dan tidak pernah absen dalam menyuarakan isu-isu lingkungan. Sebab, baginya alam adalah warisan adat yang perlu dijaga dan dilestarikan.

“Menjaga kelestarian alam bisa dilakukan dengan banyak cara, selain dengan jaga hutan, kita bisa juga menjaga alam dengan peduli terhadap sampah yang kita hasilkan setiap hari, apalagi sampah makanan, dimana kita tahu ternyata juga turut mempercepat krisis iklim jika sampah makanan tidak dikelola,” kata Boy Kallem dalam siaran pers tertulis, Jumat (24/4/2026).

Dalam pelatihan, partisipan mengikuti pelatihan perencanaan konten komunitas, dan diberikan keterampilan baru dalam menyusun pesan yang efektif dalam sebuah konten edukatif di media sosial yang dimiliki oleh komunitas atau individu.

Pelatihan ini juga bertujuan agar peserta mampu mengemas isu lingkungan sesuai nilai-nilai yang dianut melalui agama, adat, dan komunitas menjadi konten yang menarik dan berdampak.

Suara masyarakat disebut menjadi bagian penting dalam upaya peduli terhadap lingkungan, seperti suara dari masyarakat adat sebagai pihak yang hidup berdampingan langsung dengan alam, sehingga masyarakat adat memiliki pengetahuan yang telah lama hidup dalam menjaga keseimbangan alam.

Perwakilan dari WWF Indonesia pun menekankan pentingnya kampanye sebagai upaya strategis dalam memperluas pesan lingkungan kepada masyarakat luas.

Staff Kampanye dan Outreach WWF Indonesia program Papua, Adelia Tania mengatakan, kini media sosial menjadi alat yang efektif untuk bisa menjangkau masyarakat secara luas.

Katanya, konten yang tayang di komunitas dapat menjadi kekuatan yang lahir dari pengalaman dan konteks lokal. Misalnya seperti apa perspektif adat dalam melihat lingkungan, begitu pul perspektif agama.

“Meskipun berbeda tapi punya satu tujuan, yaitu keberlanjutan lingkungan, sehingga melalui konten kita bisa mengedukasi masyarakat terkait isu lingkungan saat ini dan aksi nyata yang bisa dilakukan oleh masing-masing orang,” kata Adelia dalam penyampaiannya.

Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong peserta tidak hanya memahami isu
lingkungan seperti sampah makanan, juga mampu menyuarakan isu lingkungan di media masing-masing.

Sebab, konten yang diunggah di media sosial menjadi sebuah pendekatan yang relevan untuk terus menggaungkan kepedulian terhadap bumi. (*)

Tags: Hari BumiProgramWWF
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Komnas
Rilis Pers

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

April 25, 2026
The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim
Rilis Pers

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

April 25, 2026
AlDP
Rilis Pers

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

April 22, 2026
GMKI
Rilis Pers

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

April 22, 2026
PGI
Rilis Pers

PGI: Hentikan Kekerasan Bersenjata

April 21, 2026
KNPB
Rilis Pers

KNPB nyatakan sikap terhadap situasi Tanah Papua

April 20, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara