Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Mama-mama pedagang di Sorong keluhkan sarana penunjang

April 9, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Sorong

Mama-mama pedagang asli Papua saat melakukan aksi damai di halaman kantor Gubernur Papua Barat Daya pada Juli 2025 lalu - Dok. Jubi

Jayapura, Jubi – Mama-mama pedagang asli Papua di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya mengeluhkan terbatasanya sarana penunjang, untuk mendukung aktivitas berdagang mereka.

Keluhan itu disampaikan mama-mama pedagang asli Papua saat bertemu perwakilan Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Sorong, Rabu (8/4/2026).

RELATED POSTS

Masyarakat Adat tolak pembangunan Bendungan Warsamson, Sorong

658 CPNS dan PPPK Kabupaten Sorong terima SK, ini pesan Bupati

Menagih janji Otsus di Kabupaten Sorong: Mengapa pendidikan menengah masih terjebak formalitas administratif?

Pertemuan ini sebagai respons pemerintah daerah terhadap permohonan audinesi yang diajukan oleh Pasar Pedagang Mama-Mama Papua Kota Sorong (P2MPKS) pada Januari 2026 lalu.

Dalam pertemuan itu, beberapa mama-mama pedagang asli Papua menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi selama ini.

Mama Kesya Asrima mengatakan, masalah utama yang dihadapi oleh mama-mama di wilayan Slakma, Sayosa hingga Snook dan Maudus adalah mahalnya biaya tranportasi hingga minimnya tempat jualan di pasar.

“[Mama-mama] harus membayar Rp3 juta untuk kendaraan yang mereka gunakan. Padahal mereka hanya membawa sedikit jualan, dan pendapatan dari hasil jualnya hanya kisaran Rp200 -300 ribu sekali jual,” kata Mama Kesya Asrima dalam siaran pers tertulis yang diterima Jubi, Kamis (9/4/2026).

Selain itu menurutnya, Pasar Mariat yang dibangun Pemkab Sorong tidak strategis, dan minim pembeli. “Mama-mama tidak bisa berjualan di Pasar yang sepi pembeli,” ucapnya.

Mama lainnya, Mince Malibela mewakiii mama-mama dari Distrik Klaili mengatakan hal yang sama. Katanya kendala pihaknya adalah sarana transportasi.

Ia meminta pemerintah daerah menyediakan sarana transportasi, modal usaha dalam bentuk koperasi simpan pinjam, dan mendorong pemerintah membangun pasar bagi mama-mama Papua di tempat strategis.

Perwakilan mama-mama pedagang asli Papua dari Distrik Klamono, Mama Matseba Yadanfi mengatakan pihaknya berjualan di Pasar Remu, dan saling berebutan tempat jualan dengan pedagang lainnya. Bahkan tak jarang terjadi perkelahian antarpedagang karena berebutan tempat jualan.

“Kami berjualan sampai malam. Kami tidur di meja-meja jualan. Kami memberikan sumbangsi besar bagi APBD kabupaten, tapi tidak ada transportasi pedagang untuk antar kami mama-mama ke pasar. Kami harus bayar mobil dengan harga mahal,” ucap Matseba Yadanfi.

Mama Matseba pun meminta pemerintah daerah membangun tempat berjualan yang baik bagi merea di Pasar Remu.

Mama Dili Momot, perwakilan mama-mama pedagang dari Distrik Buk, distik di pedalaman Kabupaten Sorong yang berbatasan dengan Kabupaten Sorong Selatan mengatakan, pihaknya harus membayar biaya tranportasi Rp3-4 juta sekali jalan ke pasar dan kembali ke kampung.

Padahal jualan yang mama-mama pedagang bawa ke pasar hanya berupa pisang dan sayur, dengan pendapatan sangat kecil. Mahalnya biaya transportasi yang mahal membuat mereka kesulitan membagi hasil jualnnya untuk membiayai kebutuhan sekolah anak.

“Kami meminta pemerintah menyediakan trasnportasi pedagang dan juga modal usaha simpan pinjam yang dikelola koperasi,” kata Mama Dili Momot.

Menanggapi berbagai masalah yang dihadapi mama-mama pasar itu, Kepala Bidang Perencanaan atau Kabid Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sorong, Agata Tenau mengatakan Pemkab Sorong akan berkoordinasi dengan pemerintah Kota Sorong untuk penyediaan tempat jualan yang baik bagi mama-mama di Pasar Remu.

Selain itu, pihaknya akan mendorong Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk menyediakan sarana transportasi bagi para mama-mama pedagang asli Papua.

Kepala Dinas Koperindak Kabupaten Sorong, Marthen Pajala mengatakan Pemkab Sorong selama ini telah mengunakan dana Otsus untuk menyediakan fasiltas usaha, seperti tenda atau kontener yang sudah dibagikan kepada pedagang Papua.

Menurutnya, untuk bantuan modal usaha bagi mama-mama pedagang, dapat diusulkan sesuai mekanisme. Data pedagang anggota P2MPKS bisa diajukan pada program tahun berikutnya atau 2027.

Menanggapi penjelasan Kepala Dinas Koperindak dan Kepala Bidang Perencanaan, pendamping P2MPKS Yohanis Mambrasar mendorong Dinas Koperindak lebih progres menanggapi aspirasi mama-mama, dengan menyiapkan program yang lebih kongkrit, sehingga mama tidak harus menunggu hingga setahun lagi.

Pendamping meminta meminta Dinas Koperindak dapat menyiapkan program bantuan modal usaha yang dapat dimasukan dalam sidang APBD perubahan nantinya.

Diakhir pertemuan, ketua P2MPKS mewakili semua mama-mama pedagang membacakan aspirasi dan menyerahkan dokumennya kepala dinas Koperindak

Aspirasi mama-mama pedagang asli Papua itu adalah, pemerintah memberikan modal usaha dalam bentuk bantuan modal usaha tunai, dan bantuan modal usaha berbetuk modal simpan pinjam yang dikelola oleh koperasi.

Pemerintah menyediakan tempat jualan yang layak di Pasar Remu. Pemerintah menyediakan fasilitas jualan berupa pondok jualan di kompleks-komples, meja dan tenda jualan untuk pedagang pinang dan minyak diemperan jalan.

Pemerintah menyediakan transportasi pedagang sesuai rute pedagang pada distrik masing-masing. (*)

Tags: Kabupaten Sorongmama-mama pedagang asli PapuaSarana penunjang
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Komnas
Rilis Pers

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

April 25, 2026
The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim
Rilis Pers

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

April 25, 2026
WWF
Rilis Pers

Hari Bumi: WWF Program Papua dorong aksi selamatkan bumi

April 25, 2026
AlDP
Rilis Pers

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

April 22, 2026
GMKI
Rilis Pers

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

April 22, 2026
PGI
Rilis Pers

PGI: Hentikan Kekerasan Bersenjata

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

DOB

DOB berikan ruang OAP menduduki jabatan struktural

July 20, 2022
Yapen

Seleksi DPRK Kepulauan Yapen Mekanisme Pengangkatan diproses di tingkat distrik

October 6, 2024
keamanan

Keamanan berperan penting dalam pertumbuhan pariwisata

April 21, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara