Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Masyarakat Adat tolak pembangunan Bendungan Warsamson, Sorong

March 14, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Gamaliel Kaliele - Editor: Angela Flassy
bendungan

Aksi penolakan digelar di pinggir Sungai Warsamson pada Jumat (13/3/2026) - Jubi/IST

Sorong, Jubi – Masyarakat Adat Suku Moi menolak Rencana pembangunan Bendungan Warsamson di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (13/3/2026). Anak Muda Asbaken Raya menegaskan bahwa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) tersebut menjadi ancaman langsung terhadap keberlangsungan hidup masyarakat adat yang selama turun temurun bergantung pada hutan dan Sungai Warsamson.

Mereka menilai proyek bendungan bernilai jutaan dolar itu berpotensi menenggelamkan ribuan hektare tanah ulayat, menghapus jejak sejarah marga-marga pemilik hak adat.

RELATED POSTS

Mama-mama pedagang di Sorong keluhkan sarana penunjang

658 CPNS dan PPPK Kabupaten Sorong terima SK, ini pesan Bupati

Menagih janji Otsus di Kabupaten Sorong: Mengapa pendidikan menengah masih terjebak formalitas administratif?

“Bendungan ini akan menghilangkan ratusan hak adat milik marga-marga (keret). Kehilangan wilayah adat adalah kiamat bagi kami,” ujar koordinator aksi, Ayub Paa.

Pembangunan bendungan senilai 2,74 juta USD tersebut, dinilai tidak kesejahteraan masyarakat lokal, melainkan untuk kepentingan korporasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong dan infrastruktur di Ibu Kota Provinsi.

Ayub mengingatkan pemerintah untuk menghormati Pasal 18B Ayat (2) dan Pasal 28I Ayat (3) UUD 1945 terkait perlindungan hak masyarakat adat. “Negara tidak boleh memaksakan program yang merampas ruang hidup masyarakat Papua,” katanya.

Senada dengan itu pemuda adat lainnya, Marlon Salamala, menekankan pentingnya kelestarian alam bagi suku Moi. “Kami butuh hutan dan Sungai Warsamson yang selama ribuan tahun menjadi sumber penghidupan dan tempat keanekaragaman hayati,” tegas Marlon.

Ipus Sapisa, pemuda adat lainnya, menyatakan bahwa penolakan ini telah disuarakan sejak 2022. Ipus merujuk pada UU Otonomi Khusus Papua, Perda Kabupaten Sorong Nomor 10 Tahun 2017, serta Putusan MK No. 35/2012 sebagai dasar hukum pengakuan wilayah adat mereka.

“Ini sikap tegas kami menolak proyek yang merampas tanah dan hutan adat,” kata Ipus.

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek Bendungan Warsamson diprediksi akan menenggelamkan sedikitnya 6.855 hektare kawasan hutan dan tanah adat.

Selain untuk KEK Sorong, listrik dari bendungan ini rencananya akan menyokong Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Raja Ampat dan pembangunan Kota Baru Sorong.

Melalui aksi tersebut, masyarakat adat Moi menyampaikan dua tuntutan yakni:

Mendesak Pemerintah Indonesia untuk menghentikan semua Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mengancam dan merampas hak-hak masyarakat adat.

Mendesak pembatalan rencana Pembangunan Bendungan Warsamson guna menyelamatkan kawasan hutan dan tanah ulayat suku Moi.(*)

Tags: Bendungan WarsamsonKabupaten SorongPembangunan BendunganPLTAtolak KEK
ShareTweetSendShareShare
Angela Flassy

Angela Flassy

Related Posts

Foto saat IDAI Gelar Skrining Jantung Anak Gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong (23/4/2026).. Ditemukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi - Jubi/ Gamaliel
Domberai

IDAI gelar skrining jantung anak gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong, temukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi

April 24, 2026
e-Sport
Domberai

Cabor E-Sport dan Perbasi sinergi dorong perbaikan KONI Papua Barat

April 24, 2026
Taruna
Domberai

Polisi periksa 12 orang pascainsiden SMK Taruna Kasuari Manokwari

April 23, 2026
SMK Taruna
Domberai

Siswa SMK Taruna Manokwari dianiaya senior, orangtua laporkan ke Polisi

April 24, 2026
kredit
Domberai

Perkara Kredit Prajurit TNI di Manokwari belum ada tersangka

April 21, 2026
Lapas
Domberai

Lapas Kelas III Teminabuan Komitmen Berantas Halinar

April 20, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara