Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Meepago

Ketua DPRK Puncak: Masyarakat ingin investigasi terbuka dan independen

April 22, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
Kabupaten Puncak

Masyarakat Kabupaten Puncak bersama organisasi masyarakat, dan organisasi kepemudaan saat menggelar demonstrasi damai di Kantor DPRK Puncak, Senin (20/04/2026) - Dok. Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten atau DPRK Puncak, Papua Tengah, Thomas Tabuni mengatakan masyarakat Puncak ingin adanya investigasi terbuka dan independen, dalam peristiwa di Distrik Pogoma dan Distrik Kembru, Kabupaten Puncak.

Sebelumnya TNI melakukan operasi militer di Distrik Pogama pada 13 April 2026, dan Distrik Kembru pada 14 April 2026. Dalam operasi militer itu, sembilan warga Distrik Kembru dilaporkan meninggal dunia karena tertembak, dan lima lainnya mengalami luka tembak.

RELATED POSTS

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

Thomas Tabuni mengatakan, warga ingin adanya investigasi independen dan terbuka untuk memastikan jumlah korban di kedua distrik dan siapa pelaku sebenarnya. Sebab pihak TNI dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB saling tuduh.

Katanya, Pemerintah Kabupaten Puncak telah membentuk tim khusus untuk menangangi warga terdampak. Tim ini dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah atau Pj Sekda Puncak, dibantu Kepala Dinas Pananggulangan Bencana Daerah, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), dan Kepala Dinas Kesehatan.

“DPRK juga turun [untuk] pastikan insiden penembakan. Begitu turun, ternyata benar ada korban dari pihak masyarakat,” kata Thomas Tabuni kepada Jubi melalui penggilan teleponnya, Selasa (21/4/2026).

Menurut Thomas Tabuni, pihaknya tidak dapat memastikan siapa pelaku, karena belum ada tim investigasi independen. Karenanya, DPRK Puncak pun berharap Komnas HAM RI, Kementerian HAM RI, Kementerian Hukum dan HAM bersama NGO terkait, dapat membentuk tim investigasi independen turun ke Puncak.

“Kami DPRK juga menyerukan untuk segera dibentuk tim investigasi independen. Berdasarkan aspirasi [masyarakat] kami DPRK [Puncak] dalam minggu berjalan atau minggu depan akan membentuk Pansus Kemanusiaan,” ujarnya.

Thomas Tabuni mengatakan, korban meninggal dunia dalam peristiwa di Distrik Kembru 10 orang, sebab salah satu dari sembilan korban sedang hamil dan bayi dalam kandungannya ikut meninggal dunia.

“Saya sudah meminta kepada Wakil Ketua I [DPRK Puncak], Ketua Komisi dan anggotanya, untuk pergi cek ke sejumlah kampung di Distrik Kembru, untuk pastikan tempat bakar mayat berapa, orang meninggal berapa, nama siapa, dan di mana, supaya ada data yang jelas. Karena ada yang bilang korbannya 12 orang, [ada yang bilang] 15 orang dan sebagainya,” ucapnya.

Terkait demonstrasi masyarakat, organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan di DPRK Puncak awal pekan ini kata Tabuni, ada berbagai aspirasi yang disampaikan demonstran kepada DPRK.

Aspirasi itu terkait keamanan, penembakan masyarakat sipil, keberadaan TNI non organik hingga meminta penarikan aparat TNI dari Kabupaten Puncak.

“[Aspirasi utama yang] masyarakat sampaikan adalah meminta penarikan TNI dan evaluasi pengiriman pasukan non-organik di beberapa wilayah Puncak. Kedua jika terbukti bahwa pelakunya dari TNI-Polri atau sebaliknya [TPNPB], berarti masyarakat inginkan ada investigasi terbuka dan independen untuk mengungkap pelakunya,” kata Thomas Tabuni. (*)

Tags: DPRK PuncakInvestigasiKabupaten PuncakOperasi Militer
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Pemuda katolik
Meepago

Papua Berdarah: Pemuda Katolik Papua Tengah nyalakan seribu lilin

April 24, 2026
Warga Kembru
Meepago

Nasib warga tiga kampung di Puncak belum dapat dipastikan

April 19, 2026
Puncak
Meepago

Operasi militer di Puncak: Manusia hingga hewan ditembaki

April 19, 2026
Kabupaten Puncak
Meepago

Pimpinan gereja Katolik sesalkan tewasnya sembilan warga sipil di Puncak

April 18, 2026
Puncak
Meepago

Sembilan warga Puncak dilaporkan tewas tertembak saat operasi militer, salah satunya balita

April 18, 2026
Omaleng
Meepago

Eltinus Omaleng: Kami undang Freeport untuk bahas nasib masyarakat adat

April 8, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara