• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

KNPB sampaikan sejumlah tuntutan terkait peristiwa di Kabupaten Puncak

April 20, 2026
in Polhukam
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
KNPB

Para aktivis KNPB saat memberikan keterangan pers di Kota Jayapura, Papua beberapa hari lalu - Dok. Jubi

0
SHARES
978
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi- Badan Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat atau BPP-KNPB menyampaikan sejumlah tuntutan terhadap operasi militer pada beberapa kampung di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada 14 April 2026.

Tuntutan itu disampaikan BPP-KNPB dalam keterangan pers di Waena, Kota Jayapura, Papua, Senin (20/4/2026).

Operasi militer di Distrik Kembru menyebabkan sedikitnya sembilan warga sipil dilaporkan tewas tertembak dan lima lainnya mengalami luka tembak. Par korban tewas dan korban luka dalah warga Kampung Tenoti dan Kampung Kumikomo, Distrik Kembru.

Sembilan warga yang dilaporkan tewas  adalah Wundilina Kogoya (36 tahun), Kikungge Walia (55 tahun), Pelen Kogoya (65 tahun), Tigiagan Walia (76 tahun), Ekimira Kogoya (47 tahun), Daremet Telenggen (55 tahun), Inikiwewo Walia (52 tahun), Amer Walia (77 tahun), dan balita bernama Para Walia (5 tahun).

Sementarai itu korban luka tembak adalah Onde Walia (5 tahun), Aliko Walia (5 tahun), Nokia Kogoya (21 tahun), Anite Telenggen (17 tahun) dan Daniton Tabuni.

BPP-KNPB menyatakan mengutuk dan mengecam keras tindakan TNI–Polri yang melakukan pengeboman dan penyerangan terhadap warga sipil tak bersenjata di Distrik Pogama dan Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Menuntut Negara Indonesia bertanggung jawab penuh atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dari kalangan warga sipil, serta seluruh kerusakan pemukiman dan harta benda masyarakat.

Menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan kejahatan perang yang melanggar, dan, sehingga pelaku dan komandan yang bertanggung jawab harus diadili melalui mekanisme hukum internasional.

BERITATERKAIT

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

Pemprov Papua Tengah bentuk tim tangani korban Puncak

Mendesak penghentian segera dan tanpa syarat seluruh operasi militer di wilayah pemukiman warga sipil, khususnya di lokasi pengungsian di Distrik Kembru.

Mendesak dilakukannya investigasi internasional independen dan transparan untuk mengungkap fakta-fakta pelanggaran HAM yang terjadi di Puncak Papua.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Menuntut pembukaan akses penuh bagi jurnalis nasional dan internasional serta lembaga kemanusiaan, termasuk , guna memastikan perlindungan warga sipil dan penyaluran bantuan kemanusiaan.

Mendesak penghentian penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil serta menuntut pembebasan segera tujuh warga sipil yang ditangkap di Distrik Beoga Timur, serta penghentian praktik penyiksaan dan intimidasi.

Menuntut penghentian pengiriman pasukan militer tambahan dan penarikan seluruh militer organik maupun non-organik dari wilayah Puncak dan seluruh Tanah Papua.

Mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata, termasuk TNI–Polri dan TPNPB, untuk segera menghentikan kekerasan dan membuka perundingan damai yang dimediasi oleh atau pihak internasional yang netral.

Menyerukan kepada komunitas internasional untuk tidak diam dan segera mengambil langkah konkret dalam merespons situasi darurat kemanusiaan di Papua.

Menegaskan kembali tuntutan politik bangsa Papua untuk memperoleh hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi mendasar atas konflik berkepanjangan yang terus menimbulkan korban jiwa.

Ketua Umum KNPB, Agus Kossay mengatakan, operasi militer oleh aparat keamanan di Distrik Pogoma dan Distrik Kembru pada 13-14 April 2026, menggunakan sejumlah helikopter dan pesawat nirawak untuk melakukan pengeboman dan penembakan di wilayah pemukiman warga, termasuk di Kampung Guamo, Distrik Pogoma.

Katanya, situasi tersebut terjadi di tengah kontak bersenjata antara TPNPB dan TNI di sejumlah wilayah, namun serangan dilaporkan meluas hingga ke kawasan sipil dan lokasi pengungsian.

“Akibatnya, warga sipil menjadi korban utama, termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia,” kata Agus Kossay.

Menurutnya, data sementara yang diperoleh BPP-KNPB, sedikitnya 12 warga sipil meninggal dunia dan tujuh lainnya terluka, akibat operasi militer itu. Akan tetapi laporan lain menyebut, korban tewas dari kalangan warga sipil sembilan orang dan lima lainnya terluka.

“Sehingga jumlah korban masih belum dapat dipastikan. Keterbatasan akses informasi di lapangan menjadi kendala, karena sejumlah wilayah masih berada dalam penguasaan aparat keamanan,” ujarnya.

KNPB menilai penggunaan senjata berat di wilayah pemukiman sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, yang mewajibkan perlindungan terhadap warga sipil dalam situasi konflik bersenjata.

Ketua I KNPB Pusat,Warpo Wetipo, juga mengatakan Indonesia sebagai negara demokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta tunduk pada hukum internasional, diharapkan dapat membuka akses bagi pihak internasional untuk masuk ke Papua untuk memantau dan melakukan investigasi berbagai pelanggaran HAM.

“Indonesia juga perlu memberikan akses yang lebih luas bagi warga sipil di wilayah-wilayah konflik, terutama yang selama ini mengalami keterbatasan dalam memperoleh layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, obat-obatan, serta bantuan kemanusiaan,” kata Warpo Wetipo.

Ia juga mendesak Pemerintah Indonesia membuka ruang bagi Komisaris Tinggi HAM PBB untuk dapat berkunjung ke Papua. Kunjungan tersebut dianggap penting untuk melakukan investigasi secara langsung terhadap berbagai kasus yang terjadi di wilayah.

Jubir Nasional KNPB Pusat, Ogram Wanimbo menambahkan, dalam sejarah konflik di Papua sejak 1960-an, tidak pernah kelompok OPM menyerang warga sipil atau permukiman masyarakat. Namun, dalam kasus ini muncul tuduhan yang menurut KNPB tidak berdasar.

“karena itu, kami menegaskan bahwa dalam sejarah perlawanan, baik OPM maupun TPNPB tidak pernah menargetkan warga sipil. Kami menilai tuduhan yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Kami dengan tegas menyatakan bahwa pelaku dalam peristiwa ini adalah aparat TNI,” kata Ogram Wanimbo.

Ia membantah pernyataan yang disampaikan pihak militer, baik dari Pangdam maupun Panglima terkait insiden penembakan di Puncak yang menyudutkan TPNPB.

Menurutnya, berdasarkan kesaksian warga yang menjadi korban, pelaku penembakan adalah prajurit TNI. Ia pun meminta media untuk memberitakan peristiwa ini sesuai dengan fakta di lapangan.

“Jangan menyebarkan informasi yang tidak tidak benar atau tidak terverifikasi. Kami menegaskan, agar militer ditarik dari distrik-distrik dan kampung-kampung. Masyarakat sipil berhak hidup aman dan damai di wilayah mereka. Area konflik seharusnya tidak di pemukiman warga,” ucapnya. (*)

Tags: BPP-KNPBKabupaten PuncakOperasi Militer
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Discussion about this post

Artikel ini didukung oleh Pulitzer Center

Tim Liputan

Reporters : Dominggus A Mampioper, Alberth Yomo, Adlu Raharusun, Alfian Putra Abdi
Photographer : Engelberth Wally
Videographers : Yuliana Lantipo, Anggi Sagita
Narator : Natalia Andilan
Video Editor : Maurids Yansip
Infographic : Leonard Ohee
Editors : Victor Mambor, Aryo Wisanggeni, Syofiardi Bachyul
Translators : Nuevaterra Mambor, Dina Danomira, Elfriede Rumaseuw

  • Latest
  • Trending
  • Comments
PBSI

PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional

April 25, 2026

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

April 25, 2026
Atmosphere of the seminar “The New Criminal Code: Does It Fulfill the Rights of Women Victims of Violence?” organized by Rifka Annisa in Sentani, Jayapura Regency, Papua, Friday (April 24, 2026). — Jubi/Silpester Kasipka

Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

April 25, 2026
Group photo following the public discussion “Rising Against National Strategic Projects (PSN) and Militarism,” organized by Suara Perempuan Papua Bersatu in Perumnas 3 Waena, Jayapura City, Papua — Jubi/Aida Ulim

Shifting views on women highlight cultural change in Papua

April 25, 2026
PFL Series Papua 2026

PFL Series Papua: Manzaby FC Bintang tundukkan Moncongbulo FC

April 25, 2026
Pesantren

Gubernur Meki Nawipa resmikan pesantren dan sambut berdirinya SMP-SMA Riyadhul Qur’an

April 25, 2026
Hak Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
Ilaga

2 jenazah polisi yang meninggal tertembak di Paniai dievakuasi Jumat pagi

March 21, 2024
Dave Baransano

Dave Baransano tampil pada Festival SUBCAMP 2025 di Thailand

January 17, 2025
tren investasi

Tren investasi di Kota Jayapura meningkat 

July 24, 2023
Kota Jayapura

Hingga akhir 2022, angka HIV di Kota Jayapura sebanyak 1.984 kasus

May 5, 2023
BPBD Kabupaten Jayapura

Musim hujan lebih cepat, BPBD Kabupaten Jayapura imbau warga waspada

October 15, 2025
halalbihalal Jurnalis Papua

Rawat silaturahmi, tebar kasih: Jurnalis Papua gelar halalbihalal dan aksi sosial

June 16, 2025
Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Papua (IPMAPA) di Surabaya, Jawa Timur, menyatakan aksi menolak transmigrasi di Papua. - IST

Mahasiswa Papua di Surabaya serukan stop transmigrasi

November 4, 2024
PBSI

PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional

0

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

0
Atmosphere of the seminar “The New Criminal Code: Does It Fulfill the Rights of Women Victims of Violence?” organized by Rifka Annisa in Sentani, Jayapura Regency, Papua, Friday (April 24, 2026). — Jubi/Silpester Kasipka

Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

0
Group photo following the public discussion “Rising Against National Strategic Projects (PSN) and Militarism,” organized by Suara Perempuan Papua Bersatu in Perumnas 3 Waena, Jayapura City, Papua — Jubi/Aida Ulim

Shifting views on women highlight cultural change in Papua

0
PFL Series Papua 2026

PFL Series Papua: Manzaby FC Bintang tundukkan Moncongbulo FC

0
Pesantren

Gubernur Meki Nawipa resmikan pesantren dan sambut berdirinya SMP-SMA Riyadhul Qur’an

0
Hak Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

0

English Stories

Pacnews

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

April 25, 2026
Atmosphere of the seminar “The New Criminal Code: Does It Fulfill the Rights of Women Victims of Violence?” organized by Rifka Annisa in Sentani, Jayapura Regency, Papua, Friday (April 24, 2026). — Jubi/Silpester Kasipka
Pacnews

Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

April 25, 2026
Group photo following the public discussion “Rising Against National Strategic Projects (PSN) and Militarism,” organized by Suara Perempuan Papua Bersatu in Perumnas 3 Waena, Jayapura City, Papua — Jubi/Aida Ulim
Pacnews

Shifting views on women highlight cultural change in Papua

April 25, 2026
Residents of Puncak Regency, together with community and youth organizations, staged a peaceful demonstration at the Puncak DPRK office on Monday (April 20, 2026) — Photo: Jubi Documentation
Pacnews

Puncak Legislative Chief calls for Open, Independent Probe into Deadly Operations

April 23, 2026
Representatives of the Papua Church Council and indigenous pastors address the humanitarian crisis in Papua at a press conference in Jayapura, Papua, on Tuesday (April 21, 2026) - (Jubi/Aida Ulim)
Pacnews

107,000 Internally Displaced in Papua amid escalating Humanitarian Crisis

April 22, 2026

Trending

  • Ilaga

    2 jenazah polisi yang meninggal tertembak di Paniai dievakuasi Jumat pagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dave Baransano tampil pada Festival SUBCAMP 2025 di Thailand

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren investasi di Kota Jayapura meningkat 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hingga akhir 2022, angka HIV di Kota Jayapura sebanyak 1.984 kasus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Musim hujan lebih cepat, BPBD Kabupaten Jayapura imbau warga waspada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara