Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

KNPB sampaikan sejumlah tuntutan terkait peristiwa di Kabupaten Puncak

April 20, 2026
Waktu Membaca: 4 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
KNPB

Para aktivis KNPB saat memberikan keterangan pers di Kota Jayapura, Papua beberapa hari lalu - Dok. Jubi

Jayapura, Jubi- Badan Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat atau BPP-KNPB menyampaikan sejumlah tuntutan terhadap operasi militer pada beberapa kampung di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada 14 April 2026.

Tuntutan itu disampaikan BPP-KNPB dalam keterangan pers di Waena, Kota Jayapura, Papua, Senin (20/4/2026).

RELATED POSTS

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

Operasi militer di Distrik Kembru menyebabkan sedikitnya sembilan warga sipil dilaporkan tewas tertembak dan lima lainnya mengalami luka tembak. Par korban tewas dan korban luka dalah warga Kampung Tenoti dan Kampung Kumikomo, Distrik Kembru.

Sembilan warga yang dilaporkan tewas  adalah Wundilina Kogoya (36 tahun), Kikungge Walia (55 tahun), Pelen Kogoya (65 tahun), Tigiagan Walia (76 tahun), Ekimira Kogoya (47 tahun), Daremet Telenggen (55 tahun), Inikiwewo Walia (52 tahun), Amer Walia (77 tahun), dan balita bernama Para Walia (5 tahun).

Sementarai itu korban luka tembak adalah Onde Walia (5 tahun), Aliko Walia (5 tahun), Nokia Kogoya (21 tahun), Anite Telenggen (17 tahun) dan Daniton Tabuni.

BPP-KNPB menyatakan mengutuk dan mengecam keras tindakan TNI–Polri yang melakukan pengeboman dan penyerangan terhadap warga sipil tak bersenjata di Distrik Pogama dan Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Menuntut Negara Indonesia bertanggung jawab penuh atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dari kalangan warga sipil, serta seluruh kerusakan pemukiman dan harta benda masyarakat.

Menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan kejahatan perang yang melanggar, dan, sehingga pelaku dan komandan yang bertanggung jawab harus diadili melalui mekanisme hukum internasional.

Mendesak penghentian segera dan tanpa syarat seluruh operasi militer di wilayah pemukiman warga sipil, khususnya di lokasi pengungsian di Distrik Kembru.

Mendesak dilakukannya investigasi internasional independen dan transparan untuk mengungkap fakta-fakta pelanggaran HAM yang terjadi di Puncak Papua.

Menuntut pembukaan akses penuh bagi jurnalis nasional dan internasional serta lembaga kemanusiaan, termasuk , guna memastikan perlindungan warga sipil dan penyaluran bantuan kemanusiaan.

Mendesak penghentian penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil serta menuntut pembebasan segera tujuh warga sipil yang ditangkap di Distrik Beoga Timur, serta penghentian praktik penyiksaan dan intimidasi.

Menuntut penghentian pengiriman pasukan militer tambahan dan penarikan seluruh militer organik maupun non-organik dari wilayah Puncak dan seluruh Tanah Papua.

Mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata, termasuk TNI–Polri dan TPNPB, untuk segera menghentikan kekerasan dan membuka perundingan damai yang dimediasi oleh atau pihak internasional yang netral.

Menyerukan kepada komunitas internasional untuk tidak diam dan segera mengambil langkah konkret dalam merespons situasi darurat kemanusiaan di Papua.

Menegaskan kembali tuntutan politik bangsa Papua untuk memperoleh hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi mendasar atas konflik berkepanjangan yang terus menimbulkan korban jiwa.

Ketua Umum KNPB, Agus Kossay mengatakan, operasi militer oleh aparat keamanan di Distrik Pogoma dan Distrik Kembru pada 13-14 April 2026, menggunakan sejumlah helikopter dan pesawat nirawak untuk melakukan pengeboman dan penembakan di wilayah pemukiman warga, termasuk di Kampung Guamo, Distrik Pogoma.

Katanya, situasi tersebut terjadi di tengah kontak bersenjata antara TPNPB dan TNI di sejumlah wilayah, namun serangan dilaporkan meluas hingga ke kawasan sipil dan lokasi pengungsian.

“Akibatnya, warga sipil menjadi korban utama, termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia,” kata Agus Kossay.

Menurutnya, data sementara yang diperoleh BPP-KNPB, sedikitnya 12 warga sipil meninggal dunia dan tujuh lainnya terluka, akibat operasi militer itu. Akan tetapi laporan lain menyebut, korban tewas dari kalangan warga sipil sembilan orang dan lima lainnya terluka.

“Sehingga jumlah korban masih belum dapat dipastikan. Keterbatasan akses informasi di lapangan menjadi kendala, karena sejumlah wilayah masih berada dalam penguasaan aparat keamanan,” ujarnya.

KNPB menilai penggunaan senjata berat di wilayah pemukiman sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, yang mewajibkan perlindungan terhadap warga sipil dalam situasi konflik bersenjata.

Ketua I KNPB Pusat,Warpo Wetipo, juga mengatakan Indonesia sebagai negara demokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta tunduk pada hukum internasional, diharapkan dapat membuka akses bagi pihak internasional untuk masuk ke Papua untuk memantau dan melakukan investigasi berbagai pelanggaran HAM.

“Indonesia juga perlu memberikan akses yang lebih luas bagi warga sipil di wilayah-wilayah konflik, terutama yang selama ini mengalami keterbatasan dalam memperoleh layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, obat-obatan, serta bantuan kemanusiaan,” kata Warpo Wetipo.

Ia juga mendesak Pemerintah Indonesia membuka ruang bagi Komisaris Tinggi HAM PBB untuk dapat berkunjung ke Papua. Kunjungan tersebut dianggap penting untuk melakukan investigasi secara langsung terhadap berbagai kasus yang terjadi di wilayah.

Jubir Nasional KNPB Pusat, Ogram Wanimbo menambahkan, dalam sejarah konflik di Papua sejak 1960-an, tidak pernah kelompok OPM menyerang warga sipil atau permukiman masyarakat. Namun, dalam kasus ini muncul tuduhan yang menurut KNPB tidak berdasar.

“karena itu, kami menegaskan bahwa dalam sejarah perlawanan, baik OPM maupun TPNPB tidak pernah menargetkan warga sipil. Kami menilai tuduhan yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Kami dengan tegas menyatakan bahwa pelaku dalam peristiwa ini adalah aparat TNI,” kata Ogram Wanimbo.

Ia membantah pernyataan yang disampaikan pihak militer, baik dari Pangdam maupun Panglima terkait insiden penembakan di Puncak yang menyudutkan TPNPB.

Menurutnya, berdasarkan kesaksian warga yang menjadi korban, pelaku penembakan adalah prajurit TNI. Ia pun meminta media untuk memberitakan peristiwa ini sesuai dengan fakta di lapangan.

“Jangan menyebarkan informasi yang tidak tidak benar atau tidak terverifikasi. Kami menegaskan, agar militer ditarik dari distrik-distrik dan kampung-kampung. Masyarakat sipil berhak hidup aman dan damai di wilayah mereka. Area konflik seharusnya tidak di pemukiman warga,” ucapnya. (*)

Tags: BPP-KNPBKabupaten PuncakOperasi Militer
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Pengungsi
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Bali United tetap serius lawan Persipura

February 24, 2022
KONI Papua

KONI Papua siap bantu pembentukan Pengprov Cabor Provinsi DOB

March 27, 2023
Puncak

Sembilan warga Puncak dilaporkan tewas tertembak saat operasi militer, salah satunya balita

April 18, 2026

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara