Jayapura, Jubi – Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Kota Jayapura merayakan hari ulang tahun atau HUT ke-63. Dalam perayaan HUT bertema “HUT ke-63 Tahun jadi Alasan untuk Pulang”, SMK Negeri 3 Jayapura mengajak para alumninya untuk berkunjung atau “pulang” ke sekolah itu. Sekolah itu kekurangan guru dan peralatan kerja praktik.
Ketua Panitia HUT SMK Negeri 3 Jayapura ke-63, Apedius I Mote mengatakan tema “HUT ke-63 Tahun jadi Alasan untuk Pulang” sengaja diusung agar semua alumni sejak angkatan yang lulus 1961 datang melihat kondisi fasilitas sekolah yang berada di Kota Jayapura, Provinsi Papua, itu.
“Dengan momen ulang tahun ini, [kami berharap] semua alumni ‘pulang’ lalu melihat kembali apa yang terjadi di sekolah. Dalam momen ini, diadakan seminar, pameran teknologi, dan pameran Usaha Mikro Kecil dan Menegah atau UMKM, bahkan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujar Mote di SMK Negeri 3 Jayapura pada Senin (17/3/2025).
Sekolah itu didirikan oleh Belanda pada tahun 1961 dengan nama LTS di Kota Jayapura. LTS merupakan sekolah menengah teknik yang berfokus pada pendidikan teknis dan praktis. Saat berdiri, sekolah itu mengajarkan keahlian teknik Mesin.
Pada masa pemerintahan Indonesia, LTS itu diadopsi ke dalam sistem pendidikan Indonesia, akan berubah menjadi Sekolah Teknik Menengah atau STM Negeri Jayapura. Kini, sekolah itu disebut SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Kota Jayapura.
Mote menjelaskan sejarah SMK Negeri 3 Jayapura menjadi salah satu tema diskusi dalam seminar HUT ke-63. Pameran teknologi digelar para siswa dari semua jurusan yang ada di SMK Negeri 3 Jayapura, dan terbuka untuk umum.
Mote yang juga alumni Jurusan Teknik Mesin lulusan tahun 2006 mengatakan pihak sekolah akan mengundang semua alumni untuk membahas kondisi SMK Negeri 3 Jayapura. Menurutnya, pihak sekolah membutuhkan kontribusi secara fisik dan dukungan sumber daya manusia agar bisa semakin berkembang.
“Ke depan kami akan bicarakan agar bagaimana alumni memberikan kontribusi terhadap sekolah, termasuk [untuk mengatasi] kekurangan guru dan beberapa kebutuhan lain,” ujar Mote.
Kepala SMK Negeri 3 Jayapura, Fransiscus TK Amarta mengatakan sekolah tersebut membutuhkan peralatan praktik yang sesuai standar dunia usaha dan industri. Menurutnya, jurusan mesin maupun sejumlah jurusan lain kekurangan alat untuk kerja praktik.
“[Kami membutuhkan peralatan itu, sehingga lulusan [kami] kompeten di dunia kerja, sesuai dengan bidang mereka masing-masing. Kami juga kekurangan teknologi komputer, [karena] sempat mengalami banjir sehingga [sejumlah komputer] rusak,” ujarnya.
Ketua Alumni SMK Negeri 3 Jayapura, Enos Bonny Kassa mengatakan momentum HUT tersebut penting untuk dihadiri para alumni, agar para siswa sekolah itu termotivasi. “Kehadiran alumni menjadi motivasi bagi pelajar, terutama bagi generasi akan mendaftar di sekolah tersebut. Momen ini pelajar lihat seberapa besar alumni hadir dan sudah bekerja di dunia kerja,” ujarnya. (*)











Discussion about this post