Sentani, Jubi — Wakil Bupati Jayapura, Papua, Haris Richard Yocku memastikan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah atau IGD RSUD Yowari di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura berjalan normal setelah insiden pemukulan terhadap dokter dan perawat oleh keluarga pasien, Rabu (25/2/2026) malam.
Haris Richard Yocku mengatakan, insiden itu sempat mengakibatkan pelayanan di IGD RSUD Yowari terganggu, karena para tenaga medis di sana merasa tidak nyaman atas kejadian tersebut.
Bahkan sempat muncul tulisan penolakan pelayanan di area IGD. Namun, tulisan tersebut segera dicabut atas arahan manajemen rumah sakit dan pelayanan kembali berjalan seperti biasa.
Menurutnya, insiden itu terjadi saat tenaga medis melakukan tindakan darurat memberikan bantuan pernapasan dan resusitasi jantung paru atau RJP kepada seorang pasien berinisial SS (40 tahun), yang dalam kondisi sesak napas.
“Pasien mengalami sesak napas, kemudian dokter memberikan bantuan napas dan melakukan pemompaan jantung. Saat proses itu berlangsung, orang tua pasien [berinisial SS berusia 69 tahun] datang tanpa bertanya dan langsung memukul dokter [dan perawat jaga di IGD],” ujarnya.
Katanya, dokter berinisial SS (32 tahun) dipukul dari belakang sebanyak dua kali, dan perawat Zr. HT (38 tahun) yang datang membantu dokter itu, juga menjadi korban pemukulan sehingga mengalami lebam di bagian mata.
Katanya, kedua tenaga medis itu tetap melanjutkan tugasnya setelah kejadian, kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian untuk dilakukan visum.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Jayapura menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pasien SS, dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta menghormati proses medis yang dilakukan tenaga kesehatan, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan profesional.
Kapolres Jayapura, Ajun Komisaris Besar Polisi atau AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan terduga pelaku telah diamankan pihaknya dan sedang menjalani proses hukum.
“Kami pastikan pelayanan rumah sakit kembali normal setelah kami berkoordinasi dengan pihak manajemen [rumah sakit],” kata Dionisius Helan. (*)











Discussion about this post