Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Era Prabowo-Gibran dinilai masa rezim perang dan kepentingan

November 21, 2025
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
rezim perang dan kepentingan

Festival Literasi dan Resiliensi Merawat Ingatan Melalui Kata, di Kota Jayapura, Papua Kamis (20/11/2025).-Jubi/Aida Ulim

Jayapura, Jubi – Yayasan Pusaka Bentala Rakyat menilai era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, merupakan masa rezim perang dan kepentingan.

Sutami dari Yayasan Pusaka Bentala Rakyat mengatakan, berdasarkan laporan yang dirilis pihaknya, era Prabowo-Gibran adalah rezim perang. Rezim ini tidak hanya memakan habis orang-orang Papua, juga orang Indonesia.

RELATED POSTS

Kisah pengungsi di Tanah Papua yang tak kunjung diselesaikan

Ini disampaikan Sutami dalam diskusi Festival Literasi dan Resiliensi Merawat Ingatan Melalui, yang diselenggarakan Dewan Gereja Papua bekerja sama dengan Pusat Studi HAM Sosial dan Pastoral Pastoral STT Walter Post Jayapura di Kota Jayapura, Papua, Jumat (21/11/2025).

“Rezim ini mendeklarasikan perang dan kepentingan, yang mewujud dalam bentuk pemerintahannya sehingga menunda sementara hak-hak warga negaranya,” kata Sutami.

Menurutnya, di Kabupaten Merauke, Papua Selatan militer menduduki wilayah-wilayah adat. Bukan dengan taktik bersenjata. Namun dengan cara lebih halus dan mengelabui.

Lebih dari setahun masa kepresidenan Prabowo Gibran, rezim ini menguasai lahan untuk industri-industri ekstraktif yang dikendalikan militer.

Dengan mempekerjakan kabinet besar, rezim Prabowo Gibran memasukkan 23 purnawirawan dan satu militer aktif di dalamnya. Ini dinilai sebagai pemerintahan dengan struktur militer terbanyak sepanjang sejarah kepresidenan Indonesia.

“Fungsi militer di dalam roda pemerintahan bukan hanya menjaga stabilitas politik dan konsolidasi kekuasaan. Makin kesini, tugas mereka tampak jelas sebagai pion-pion proyek pembangunan,” ucapnya.

Ia mengatakan, keterlibatan militer dilegitimasi lewat tiga cara, pertama lewat instrumen hukum, seperti Inpres atau Keppres. Salah satunya adalah Keputusan Presiden atau Keppres No 19 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional.

Melalui regulasi-regulasi ini, militer dapat terlibat memperkuat posisi eksekutif dalam Operasi Militer Selain Perang atau OMSP untuk pembangunan nasional, lepas dari kontrol DPR.

“Cara kedua, Prabowo Gibran dengan mudah mengaktivasi keterlibatan militer dengan instruksi lisan, dan terakhir, menggunakan nota kesepakatan atau MoU atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang turut mengikutsertakan institusi lainnya, seperti Pemda dan universitas,” ujarnya.

Katanya, upaya resiliensi yang paling memungkinkan dilakukan, kalau berkaca pada perjuangan masyarakat adat Awyu dengan pemalangan adat, dan upaya hukum. Perebutan atas tanah harus dilawan dan perlawanan itu harus dilakukan di atas tanah itu sendiri,”katanya

Sementara itu, perwakilan Masyarakat adat Awyu, Hendrikus Frengky Woro mengatakan upaya jalur hukum yang menuntut PT Indo Asiana Lestari di Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN dan Mahkamah Konstitusi atau MK berawal dari kekecewaannya terhadap cara negara dan investor yang dipetak-petakkan tanah adat milik suku Awyu.

“Di kantor orang mau masuk di depan saja ada tulisan “tamu wajib lapor” tapi ini perusahaan mereka tidak seperti itu,” kata Frengky Woro.

Menurutnya, meskipun perjuangan lewat upaya hukum ditolak, ia tidak ingin kehilangan tanah adatnya. Ia bersama masyarakat adat Suku Awyu di Merauke memilih cara beresiliensi yang lebih efektif menahan alat-alat berat perusahaan dengan palang adat dan salib suci.

“Saya jujur tidak percaya negara, undang-undang di kertas kedengarannya enak tapi implementasinya tidak ada,” ucapnya.

Katanya, sebetulnya masyarakat adat di sana memulainya jauh sebelum jalur hukum formal diambil. Saat itu tepat pada hari raya salib suci pada September 2016. Palang adat dan salib suci merupakan kombinasi dua kekuatan rakyat, adat dan agama.

“Hingga saat ini kami telah menancapkan lebih dari 1.600 salib,” katanya. (*)

Tags: Era Prabowo-GibranFestival Literasi dan ResiliensiRezim Perang dan Kepentingan
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
Sidang di parlemen Belanda mengenai situasi hak asasi manusia di bekas koloni negara itu, Papua Barat, 21 April 2026 - RNZ Pasifik
Nasional & Internasional

Kelompok pro Papua Merdeka minta Belanda hentikan penjualan senjata ke Indonesia

April 24, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Gempa

Gempa guncang Kabupaten Bandung

September 18, 2024
Gerai

Ichiban Sushi dan Ta Wan buka gerai baru di Jayapura

November 19, 2024
Papua

Pemprov luncurkan kartu mudik gratis sebagai hadiah Natal bagi warga Papua

December 8, 2025

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara