Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Silpester Kasipka - Editor: Arjuna Pademme
Kabupaten Tolikara

Mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam IMPB saat menggelar aksi terkait kasus penembakan warga sipil oleh Anggota Polsek di Bokondini, Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan - Jubi/Silpester Kasipka

Sentani, Jubi— Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Bogoga atau IPMB Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan mendesak Kepolisian Daerah atau Polda Papua segera melakukan penegakan hukum kasus penembakan yang menewaskan seorang warga Tolikara, Elki Wunungga (20 tahun).

Elki Wunungga tewas setelah diduga ditembak anggota Polsesk Bokondini di Kampung Mairini, Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan pada 14 April 2026.

RELATED POSTS

Polda Papua didesak proses hukum terduga pelaku penembak warga Tolikara

TPNPB klaim rampas senjata milik TNI di Tolikara

Pemuda Milenial Jayapura galang donasi untuk korban kebakaran di Tolikara

Korban dilaporkan ditembak saat personel polisi dari Polsek Bokondini berupaya menenangkan kericuhan antarkelompok warga di salah satu rumah warga yang berduka di sana ketika itu.

Desakan itu disampaikan IPMB dalam konferensi pers di Jalan Pos 7 Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provisi Papua, Selasa (21/4/2026) petang.

“Kami mengutuk keras tindakan penembakan terhadap warga sipil yang tidak bersalah. Ini pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia,” kata Ketua Gerakan Muda Kiara Papua Pegunungan, Yunus Penggu.

Menurutnya, saat terjadi ricuh antarkelompok warga ketika itu, aparat keamanan seharusnya hadir untuk meredakan situasi, bukan melakukan tindakan represif.

“Polisi sudah lama bertugas di sana dan masyarakat mengenal mereka. Seharusnya [mereka] hadir untuk menenangkan situasi, bukan melakukan penembakan yang berujung pada jatuhnya korban jiwa,” ujarnya.

IPMB pun mendesak oknum polisi yang diduga terlibat segera diproses hukum secara transparan dan dicopot dari jabatannya.

Mahasiswa juga meminta Kapolres Tolikara dan Bupati Tolikara, William Mandik, mengambil langkah serius dengan mengevaluasi kinerja aparat di wilayah tersebut.

“Kami minta evaluasi total terhadap aparat di Polsek Bokondini. Jika perlu, oknum yang bermasalah segera ditarik,” ucapnya.

Mahasiswa lainnya, Yokis Enombere, mengatakan pihaknya terus mengawal proses hukum kasus ini, dan menekankan pentingnya transparansi penanganan perkara, agar dapat dipertanggungjawabkan kepada keluarga korban.

“Proses adat sudah berjalan, tetapi proses hukum juga harus berjalan secara transparan dan adil,” kata Yokis Enombere.

Katanya, mahasiswa telah mengumpulkan sejumlah bukti terkait insiden penembakan tersebut, dan meminta aparat penegak hukum segera menindaklanjutinya secara serius. IPMB juga mengingatkan kepolisian, agar menjalankan tugas utama sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Dalam pernyataan sikapnya, IPMB se-Kota mendesak oknum polisi terduga pelaku penembakan diproses hukum secara transparan, dan dipecat dari kesatuan. Polda Papua pun didesak segera mempercepat proses penanganan kasus ini.

IPMB menegaskan bahwa kesepakatan penyelesaian melalui denda adat yang telah pada 18 April 2026, tidak menghapus kewajiban penegakan hukum secara formal.

IPMB akan melakukan mobilisasi massa dalam jumlah lebih besar, apabila tuntutan tersebut tidak direspons oleh pihak berwenang.

Berdasarkan laporan Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua atau YKKMP di tubuh korban terdapat proyektil peluru.

Proyektil peluru kaliber 3.8 militer itu dikeluarkan dari tulang rusuk sebelah kiri korban di RSUD Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada 16 April 2026, dan diserahkan kepada keluarga korban.

Selain itu, di lokasi kejadian Tim YKKMP menemukan beberapa barang bukti berupa tiga butir peluru kaliber 3.8 milimeter, tiga selongsong peluru kaliber 3.8 milimeter, satu selongsong peluru kaliber 5.56 milimeter, dan satu selongsong peluru kaliber 7.6 milimeter.

Sementara itu, pihak Polres Tolikara menyatakan kejadian di Distrik Bokondini berawal dari suasana duka di rumah salah satu warga, yang kemudian memicu pertikaian antara kedua kelompok masyarakat.

Katanya, ketegangan tersebut memuncak saat aksi penyerangan terhadap personel Polsek Bokondini, sehingga beberapa anggota polisi mengalami luka.

“Dalam aksi itu mengakibatkan empat anggota polsek Bokondini terluka, selain dari pada itu terjadi perampasan satu pucuk senjata api jenis revolfer milik Kanit Direskrim polsek Bokondini,” kata Humas Polres Tolikara.

Polres Tolikara menyatakan, lima personel polisi yang saat itu ada di lokasi kejadian, termasuk yang mengeluarkan tembakan peringatan ke udara, sudah dibawa ke Polda Papua untuk dimintai keterangan. (*)

Tags: Ikatan Pelajar Mahasiswa/i BogogaIPMBKabupaten Tolikarakasus penembakan
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Penembakan
Lapago

Warga Puncak Jaya dilaporkan tewas ditembak, Satgas Damai Cartenz: Masuk DPO

April 21, 2026
Pengungsi
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara