Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata

Suara Perempuan Papua Bersatu saat melakukan jumpa pers di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua, Kota Jayapura, Kamis (23/04/2026) - Jubi/Aida Ulim

Jayapura, Jubi – Suara Perempuan Papua Bersatu mendesak negara memenuhi hak atas keadilan bagi perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata di berbagai wilayah di Tanah Papua.

Desakan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Lembaga Bantuan Hukum atau LBH  Papua di Abepura, Kota Jayapura, Kamis (23/04/2026).

RELATED POSTS

Ada perubahan cara pandang terhadap perempuan di Tanah Papua

Koalisi: Warga sipil mesti dilindungi dalam konflik bersenjata di Puncak

Perempuan Papua di antara kekerasan struktural dan konflik bersenjata

Pendamping hukum Suara Perempuan Papua Bersatu, Emanuel Gobay mengatakan situasi konflik bersenjata di Tanah Papua semakin memburuk, selama Januari 2026 hingga April 2026. Situasi itu berdampak luas terhadap masyarakat sipil, khususnya perempuan dan anak-anak.

“Situasi ini menunjukkan bahwa sedang terjadi darurat kemanusiaan bagi perempuan dan anak di wilayah konflik bersenjata di Papua,” kata Emanuel Gobay.

Menurutnya, konflik terus meluas dengan jumlah korban yang terus bertambah. Berdasarkan data yang dihimpun, konflik bersenjata terjadi di berbagai wilayah Papua dan merupakan kelanjutan dari situasi sejak 2018. Insiden terbaru terjadi pada 13–15 April 2026 di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Katanya, dampak konflik sangat berat bagi perempuan dan anak. Mereka tidak hanya menjadi korban kekerasan hingga menyebabkan kematian dan luka-luka, juga mengalami trauma serta kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar seperti pangan, tempat tinggal, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Namun kata Gobay, lembaga negara, pemerintah maupun lembaga kemanusiaan, belum menjalankan tugasnya secara maksimal dalam memenuhi kebutuhan perempuan dan anak di wilayah konflik.

“Kami menyimpulkan bahwa sedang terjadi darurat kemanusiaan terhadap perempuan dan anak di daerah konflik bersenjata yang perlu menjadi perhatian bersama,” ucapnya.

Ia juga mengungkap dugaan praktik penangkapan sewenang-wenang dan penyiksaan tidak manusiawi di sejumlah daerah, seperti Tambrauw, Maybrat, dan Yahukimo. Perempuan dan anak-anak pun menjadi korban, meski undang-undang melarang penggunaan kekerasan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.

“Periode Januari hingga April 2026, tercatat puluhan perempuan dan anak menjadi korban pelanggaran hak hidup akibat kekerasan di wilayah seperti Yahukimo, Dogiyai, dan Puncak. Dalam waktu singkat, korban terus bertambah dan mayoritas adalah kelompok rentan,” ujarnya.

Jumlah pengungsi akibat konflik pun terus meningkat. Data sebelumnya mencatat sekitar 107 ribu lebih pengungsi internal. Mayoritas pengungsi adalah perempuan dan anak. Mereka hidup dalam kondisi rentan dan minim akses terhadap layanan dasar.

Ia juga mengungkap adanya intimidasi terhadap aktivis, saksi korban, dan saksi mata yang berupaya mengungkap dugaan pelanggaran HAM. Ketiadaan lembaga perlindungan saksi dan korban di enam provinsi di Papua dinilai memperparah situasi.

Selain konflik bersenjata, perempuan Papua juga menghadapi ancaman kehilangan ruang hidup akibat proyek strategis nasional (PSN). Aktivitas berkebun dan meramu hasil hutan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat terancam hilang.

Kata Gobay, pendekatan militer dalam pengamanan proyek-proyek tersebut, termasuk rencana pembangunan batalyon di sejumlah wilayah seperti Merauke, Boven Digoel, Keerom, Sarmi, dan Sorong dikhawatirkan memperluas kekerasan terhadap masyarakat sipil.

Sementara itu, Koordinator Suara Perempuan Papua Bersatu, Iche Murib mengecam keras operasi militer terhadap warga sipil di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah pada 14 April 2026. Peristiwa dilaporkan menewaskan sembilan orang dan melukai lima lainnya.

Menurutnya, dalam konflik bersenjata antara TNI/Polri dan TPNPB, perempuan dan anak adalah kelompok paling rentan. Tidak mendapatkan akses dasar yang menjadi tanggung jawab negara, seperti layanan kesehatan, pendidikan, serta pemenuhan kebutuhan ekonomi, sosial, dan budaya.

Di sejumlah wilayah pengungsian, layanan kesehatan dilaporkan sangat terbatas, bahkan hanya tersedia satu kali dalam sebulan. Kondisi ini berdampak serius bagi ibu hamil, lansia, anak-anak, serta pasien dalam keadaan darurat.

“Para pengungsi tidak hanya hidup dalam ketakutan akibat kekerasan bersenjata, tetapi juga menghadapi ancaman kematian akibat minimnya akses terhadap kebutuhan dasar,” kata Iche Murib.

Menanggapi situasi itu, Suara Perempuan Papua Bersatu menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, di antaranya menarik seluruh militer organik dan non-organik dari Tanah Papua.

Negara bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran HAM sejak 1962 hingga 2026. Mengusut dan mengadili anggota TNI yang terlibat dalam kekerasan terhadap warga sipil.

Membebaskan seluruh tahanan politik Papua. Menghentikan penangkapan sewenang-wenang serta praktik intimidasi di wilayah konflik.

Menolak proyek strategis nasional yang mengancam dan merampas ruang hidup masyarakat adat di Papua. Menghentikan pembangunan fasilitas militer dan proyek lain yang berpotensi memperluas konflik.

Suara Perempuan Papua Bersatu menegaskan bahwa tanpa langkah konkret dari negara, konflik berisiko terus berlanjut dan memperburuk kondisi kemanusiaan di Papua, khususnya bagi perempuan dan anak-anak. (*)

Tags: konflik bersenjataLBH Papuaperempuan papuaSuara Perempuan Papua Bersatu
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
Suara Perempuan Papua Bersatu
Perempuan dan Anak

Ada perubahan cara pandang terhadap perempuan di Tanah Papua

April 24, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Pengungsi
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara