Jakarta, Jubi – Gempa bermagnitudo 5,0 menguncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pagi ini. Getaran gempa dirasakan hingga di Banjaran, Lembang, Parompong, Bandung, Baleendah, Garut, dan Majalaya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui aplikasi infoBMKG melaporkan gempa tersebut terjadi pada pukul 09.41 WIB. Pusat gempa berada di darat pada kedalaman 10 kilometer dan berjarak 24 kilometer dari arah tenggara Kabupaten Bandung.
Berdasarkan analisa sementara seismologis BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gempa.
Sehubungan gempa di Kabupaten Bandung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut telah menginstruksikan jajaran mereka mengecek dampak kerusakannya di wilayah tersebut. Mereka juga menginstruksikan hal serupa kepada para camat dan kepala desa.
“Untuk sementara, informasi [mengenai kerusakan akibat gempa) belum ada. Kalau ada, nanti saya laporkan [publikasikan],” kata Sekretaris Daerah, yang juga Kepala BPBD Garut Nurdin Yana, saat dihubungi melalui telepon.
Kepala Pelaksana BPBD Garut Aah Anwar Saefuloh menambahkan mereka telah memerintahkan seluruh camat dan jajaran instansi lain mengecek kondisi di wilayahnya masing-masing. Jika menemukan kerusakan akibat dampak gempa, mereka diminta segera melaporkannya ke BPBD Garut.
“[Kepada] para camat, dan kepala desa, kami mohon memberi informasi mengenai kondisi, serta situasi di wilayahnya masing-masing. Mohon laporankan juga jika ada korban terdampak gempa,” kata Aah.
Getaran gempa di Kabupaten Bandung dirasakan sejumlah warga di Garut, seperti di Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler. Mereka berhamburan keluar rumah saat merasakan guncangan akibat gempa.
“Terasa sekali gempanya. Saya pun langsung keluar rumah, dan ternyata tetangga juga keluar dari rumah [mereka] [saat gempa],” kata Kusuma, warga Kompleks Perumahan Malayu di Desa Sirnajaya. (*)










Discussion about this post