Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Catatan tahunan Pusaka 2025: Deforestasi di Tanah Papua capai 45 ribu hektare

January 30, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Fitri Ramadhani - Editor: Arjuna Pademme
Deforestasi

Ilustrasi - Yayasan Pusaka Bentala Rakyat

Sentani, Jubi – Yayasan Pusaka Bentala Rakyat mencatat 45 ribu hektare lebih hutan di Tanah Papua hilang akibat deforestasi, untuk kepentingan proyek pemerintah pada 2025.

Hal itu disampaikan Yokbeth Fele dari Yayasan Pusaka Bentala Rakyat ketika Diskusi dan Catahu 2025 “Seperti Biasanya, Torang Tra Dianggap Ada: Tahun Penuh Penjarahan Alam Papua” yang digelar Yayasan Pusaka dan disiarkan secara daring di YouTube Pusaka Bentala Rakyat, Kamis (29/1/2026).

RELATED POSTS

‘Dunia harus melihat ini’, deforestasi Papua dari dokumentasi pembuat film

Masyarakat adat Malind gugat SK Bupati Merauke di PTUN Jayapura

Akademisi UGM: Dibutuhkan solidaritas lintas kelompok melawan kebijakan PSN

“Kami membayangkan bahwa luas 45 ribu hektare [hutan di Tanah Papua] yang hilang itu, setara dengan 112.500 lapangan sepak bola. Itu adalah jumlah ketika kita membayangkan hutan [di Tanah] Papua yang hilang pada 2025,” kata Yokbeth Fele.

Menurutnya, ketika hutan mereka akan dialihfungsikan untuk kepentingan program strategis nasional atau PSN semisal perkebunan kepala sawit, masyarakat adat di Tanah Papua bukan tanpa perlawanan.

Akan tetapi setiap perjuangan yang dilakukan masyarakat adat selalu menemui jalan buntu. Akhirnya mereka pun merasa bukan warga negara.

“Ini merupakan bentuk eskpresi kekecewaan masyarakat adat saat mereka berjuangan melawan PSN. Meski masyarakat melakukan perlawanan atau tuntutan untuk melindungi hutannya, namun mereka mendapat kenyataan yang pahit. Termasuk upaya [hukum] di Mahkamah Konstitusi (MK), tidak berdampak seutuhnya pada hutan,” ujarnya.

Katanya, proyek-proyek strategis nasional terus berjalan dan ada hak-hak masyarakat adat yang tidak diperhatikan oleh negara, seperti pelanggaran atas tanah, hak wilayah adat, dan sumber daya alam.

Ada pula pelanggaran terhadap pembela hak dan lingkungan seperti kasus Vincen Kwipalo di Kabupaten Merauke, Papua Selatan serta Stenli di LBH Pos Merauke yang dikriminalisasi.

Selain itu, ada pelanggaran hak untuk berbicara, pelanggaran untuk air bersih atas pencemaran wilayah adat, dan pelanggaran atas udara bersih dengan ditandai hilangnya hutan yang berfungsi sebagai penyangga ekologis.

Katanya, semua daya dan upaya selalu dilakukan oleh masyarakat adat di Merauke. Namun karena selalu tidak menemui hasil, sehingga mereka selalu mengatakan “Kitong (kami/kita) merasa bahwa kitong ini bukan warga negara. Bukan bagian dari warga negara, karena suara-suara yang kitong bawa ini, kitong mau taruh dimana.”

“Ini karena pemimpin atau pemerintah di daerah juga tidak mendukung perjuangan yang dilakukan oleh masyarakat adat di Merauke,” ucapnya.

Sementara itu, Putri Utami dari Solidaritas Merauke mengatakan, tergambar jelas dalam laporan Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, bagaimana kerusakan lingkungan, dan penghancuran hutan terjadi begitu masif hanya dalam satu tahun.

“Di sini juga ada grafis yang menggambarkan tren deforestasi. Pemerintah sering bilang bahwa deforestasi menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Putri Utami.

Meski begitu kata Utami, kita tidak harus tertipu dengan narasi turun atau naik, karena deforestasi yang terjadi tidak dapat ditolerir. Sebab, deforestasi harusnya dihentikan dan hutan yang tersisa harusnya dilindungi.

“Jadi proyek-proyek pemerintah seperti pangan dan energi di Merauke itu, patut dikhawatirkan akan mendorong penghancuran hutan yang lebih besar lagi,” ucapnya. (*)

Tags: 45 ribu hektareDeforestasi di Tanah Papuaprogram strategis nasionalPSNYayasan Pusaka Bentala Rakyat
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
jepang
Lingkungan

Sumur, kapal, monyet peninggalan Tentara Jepang di tepi Gunung Mher Teluk Youtefa

April 13, 2026
Tanah Papua
Lingkungan

Gereja mesti tegas terhadap krisis tanah dan lingkungan di Tanah Papua

March 7, 2026
Masyarakat ada
Domberai

Kain dan cat merah, upaya masyarakat adat Papua jaga paru-paru dunia

March 6, 2026
wilayah laut adat
Lingkungan

Dorongan pengakuan wilayah laut adat dan revisi UU Pemda

March 5, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PDAM Jayapura minta warga tidak merusak hutan

March 8, 2022
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Balai Bahasa

Balai Bahasa Papua dan DPRD Kabupaten Sorong dorong pelestarian bahasa daerah

August 25, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara