Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Sumur, kapal, monyet peninggalan Tentara Jepang di tepi Gunung Mher Teluk Youtefa

April 13, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Angela Flassy
jepang

Kapal Perang Jepang di Pantai Vim Teluk Youtefa- Jubi/dam

Jayapura, Jubi – Pagi itu, bocah bernama Yance Asaribab yang tinggal di Kotaraja sedang mandi-mandi di tepi Teluk Youtefa dan minum dari sebuah sumur. Sumur peninggalan tentara Jepang itu dibangun memakai drum terlihat masih kokoh, hanya saja warnanya sudah coklat tua, sedikit berkarat. “Airnya tidak asin, tawar,” kata Asaribab, kepada Jubi, di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (12/4/2026).

Warga Kampung Injros, Philipus Sanyi menuturkan sumur tua ini menurut orang tua dulu peninggalan Tentara Jepang sewaktu Perang Dunia Kedua. “Memang, sumur ini dulu orang tua dorang biasa ambil air, sekarang sudah tidak lagi, tapi kalau kitorang mencari (melaut) pasti singgah ambil air di situ,” katanya.

RELATED POSTS

Puluhan wisatawan asing kunjungi sejumlah destinasi wisata di Jayapura

Philipus Sanyi, warga Injros yang punya bagan di Teluk Youtefa

Penanganan kawasan kumuh di Kota Jayapura dipercepat, target mulai Mei 2026

Sumur tua peninggalan Jepang di tepi Teluk Youtefa adalah bukti sejarah Perang Dunia II. Sumur ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan air tentara Jepang yang menempati lokasi tersebut. Pasalnya tak jauh dari sumur tua terdapat gua Jepang benteng persembunyian mereka. “Ada gua Jepang di atas Gunung Mher,” kata Philipus Sanyi.

Gunung Mher terletak di barat teluk Youtefa, seberang Kampung Injros. Sebuah kapal Jepang karam di sana sejak PD II.

Sumur tua peninggalan tentara Jepang sejak Perang Dunia Kedua- Jubi/dam

“Kapal Jepang juga masih ada hanya saja sudah karatan dan hampir hilang, bukan karena besi tua yang ambil,” katanya sambil tertawa, seraya menambahkan semakin hari, kapal Jepang yang karam itu hilang ditelan arus air asin di Teluk Youtefa.

Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXII Papua telah mengumumkan terdapat sembilan situs arkeologi sisa Perang Dunia II di bawah air Kota Jayapura. Situs cagar budaya yang ditemukan menunjukkan adanya reruntuhan kapal perang (landing craft), sisa pesawat tempur, mobil lapis baja, dan tank yang tenggelam di perairan Laut Jayapura. Selain itu, lima cagar budaya lainnya yakni landing craft dan tank yang ditemukan di Pantai Hamadi dan perairan Teluk Youtefa.

Jepang mulai menginjak Hollandia (sekarang Jayapura) pada 19 April 1942, tepatnya di Teluk Imbi dan Teluk Youtefa yang teduh.  Waktu itu serdadu Nippon menguasai tanah adat orang Port Numbay dan membangun markas mereka di Abepantai. Tugu Jepang di Abe Pantai menjadi saksi sejarah masuknya tentara Jepang di Hollandia waktu itu.

Selanjutnya pada 6 Mei 1942, dua kapal Perang Angkatan Laut Jepang membawa Pasukan Mariners, membangun pangkalan militernya di sekitar Abepantai. Kemudian pada Agustus 1942 ditambah lagi pasukan Infantri Angkatan Darat Jepang. Mereka membangun pangkalan udara (sekarang Bandara Sentani) untuk pesawat tempur. Armada Pasifik Jepang  bermarkas di Kota Baru, Abepantai.

Tak lama, Markas Besar Jepang di Abepantai dibumi hanguskan dalam pertempuran Hollandia dengan nama sandi Operasi Reckless. Morison Samuel Eliot dalam bukunya berjudul The Liberation of Philippines Luzon Mindanao, the Visayas 1944-1945 menyebutkan, ini merupakan invasi amfibi besar-besaran Sekutu selama Perang Dunia II, yang terjadi antara 22 April dan 6 Juni 1944 di Nugini Belanda untuk membuka jalan menuju Teluk Leyte di Filipina.

Tak heran kalau sisa-sisa pertempuran antara Jepang dan Amerika masih ada, yang dikenang dengan dibangunnya tugu peringatan Pendaratan Tentara Sekutu di Hamadi, yang dikenal dengan nama Invasie Strand Hamadi dimana Jenderal Mac Arthur mendarat di Hollandia pada 19 April 1944.

Kapal Perang Jepang di Pantai Vim Teluk Youtefa- Jubi/dam

Peninggalan yang hidup hingga kini

Selain meninggalkan sisa-sisa pertempuran PD II antara Tentara Jepang dan Tentara Sekutu, terdapat peninggalan lainnya di gunung Mher, yakni monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang masih hidup hingga saat ini. Saat ini populasinya sudah menyebar hingga ke gunung sekitar Vihara di Skyline, Kota Jayapura.

Secara terpisah, tokoh masyarakat asal Injros, Frans Itaar mengatakan monyet ekor panjang pertama kali dibawa oleh tentara Jepang saat Perang Dunia II sebagai maskot dan penolak bala. Kini populasinya pun bertambah. Itaar mengaku tidak ada pernah mendengar keluhan masyarakat terkait populasi monyet ekor panjang di sekitar gunung Mher.

Petani sayur di Jalan Baru, dekat lapangan Tembak menuju Pasar Youtefa mengaku biasanya monyet ekor panjang turun ke ladang mencari makan pada musim hujan. Beruntung monyet ekor panjang ini tidak suka memakan sayur.

“Mereka suka sekali makan pisang dan singkong,” kata Atoh, seorang petani asal Tana Toraja kepada test.jubi.id belum lama ini. (*)

Tags: Kota JayapuraPeninggalan PD II
ShareTweetSendShareShare
Angela Flassy

Angela Flassy

Related Posts

Lingkungan Perumahan
Mamta

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

April 25, 2026
Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Sampah
Mamta

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Yahamak
Mamta

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

April 22, 2026
Ulayat
Mamta

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Solomon

11 perempuan Solomon yang menjual pinang di zona bebas sirih akan diadili 

January 30, 2024
Untuk meningkatkan daya saing kedua negara, Wakil Menteri Perindustrian atau Wamenperin, Faisol Riza berharap agar pemerintah Swiss terus meningkatkan investasinya di Indonesia. - IST

Wamenperin minta Swiss tingkatkan investasi di Indonesia

March 13, 2025
Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani bersama personel Satgas Damai Cartenz.- Jubi/Alexander Loen

Satgas Cartenz tangkap dua anggota TPNPB-OPM

April 11, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara