Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
Sampah Sisa makanan

Staff Kampanye WWF Indonesia Adelia Tania saat memberikan materi pelatihan, Ruang Aula WWF, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pada Jumat (24/4/2026).-Jubi/Larius Kogoya

Jayapura, Jubi – Staf Kampanye Lingkungan World Wide Fund for Nature atau WWF Indonesia Program Papua, Adelia Tania mengatakan sampah sisa makanan berdampak lebih kuat menciptakan pemanasan global, dibandingkan karbon dioksida.

Menurut Adelia, ini karena sisa makanan yang membusuk menghasilkan gas metana 28 kali lebih kuat daripada karbon dioksida.

RELATED POSTS

COP30: Negara-negara Pasifik Menyerukan Dunia untuk Bertindak Saat Ambang Batas 1,5°C Semakin Dekat

Maggot BSF, solusi atasi sampah sisa makanan

‘Cigi’ sampah, upaya kolaboratif menangani sampah dan promosi wisata

Hal itu disampaikan Adelia Tania saat pelatihan perencanaan konten kampanye gaya hidup berkelanjutan terkait sampah makanan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (24/4/2026).

Adelia Tania mengatakan, karena itulah pihaknya menggelar konten kegiatan yang diawali dengan materi sampah makanan, berlandaskan dari keresahan di mana bumi semakin panas, dan cuaca semakin tidak menentu.

“Banyak orang buang sampah sembarang, terus menggunakan plastik masif sekali. Tidak bijak dalam menggunakan plastik, dan ada juga orang tidak hemat energi dan lain-lain. Sampah makanan ini menjadi salah satu faktor juga perubahan iklim terjadi,” kata Adelia Tania.

Katanya, untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, semua pihak mesti bersama menghambat laju perubahan iklim, dengan cara mengelola sampah sisa makanan.

Hal sederhana yang dapat dilakukan setiap hari adalah mengelola sampah rumah tangga. Memisahkan sampah plastik, botol, sisah makanan dan lainnya.

“Mengelola sampah makanan itu bisa di tingkat individu dulu. Misalnya memilih dan mengonsumsi makanan secukupnya, agar tidak tersisa atau terbuang. Kalau kita makan, harus habis, jangan disisahkan. Sampah sisa makanan bisa menjadi pupuk kompos, bisa jadi maggot,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Jayapura, Papua, Salmon Telenggen menyatakan rata-rata sampah yang dihasilkan di Kabupaten Jayapura setiap harinya mencapai 90 ton, dan 60 persen merupakan sampah sisa makanan.

Menurutnya, dominasi sampah sisa makanan ini berdasarkan hasil studi World Wide Fund for Nature atau WWF Indonesia Program Papua dan DLH Kabupaten Jayapura pada 2025.

“60 persen sampah itu sisa susut pangan itu berasal dari rumah makan, kafe, restoran, hotel yang ada di Kabupaten Jayapura, dan dari masyarakat,” kata Salmon Telenggen.

Pemerintah kabupaten pun telah bekerjasama dengan pengelola kafe, restoran, warung dan hotel untuk memisahkan sampah sisa susut pangan mulai dari sumbernya.

“Namun kalau memang itu dapat diolah untuk makanan ternak, bisa hubungi mama-mama yang punya ternak. Kita olahnya dalam bentuk maggot. Kalau maggot ini ketika kita produksi, kita bisa memanfaatkan untuk pakan ternak dan pakan ikan. Maggot ini kandungan lemaknya sangat bagus,” ujarnya. (*)

Tags: Pemanasan GlobalSampah Sisa MakananWorld Wide Fund for NatureWWF Indonesia
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Lingkungan Perumahan
Mamta

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

April 25, 2026
Sampah
Mamta

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Yahamak
Mamta

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

April 22, 2026
Ulayat
Mamta

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026
Kampung Yobeh
Mamta

Kampung Yobeh masuk dalam pengembangan sanggar budaya di Kabupaten Jayapura

April 16, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Bali United tetap serius lawan Persipura

February 24, 2022
KONI Papua

KONI Papua siap bantu pembentukan Pengprov Cabor Provinsi DOB

March 27, 2023
Puncak

Sembilan warga Puncak dilaporkan tewas tertembak saat operasi militer, salah satunya balita

April 18, 2026

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara