Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

‘Dunia harus melihat ini’, deforestasi Papua dari dokumentasi pembuat film

March 13, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Angela Flassy
papua

Victor Mambor dan Dandhy Dwi Laksono, produser dan sutradara 'Pesta Babi (Pig Feast)' - Jubi.id/Foto: RNZ

Jayapura, Jubi – Bagi sebuah negara yang memiliki catatan panjang proyek deforestasi berskala besar, aktivitas Indonesia saat ini di sudut paling tenggara republik itu, Provinsi Papua Selatan, dinilai melampaui semuanya.

Sekitar 2,5 juta hektare lahan sedang dibuka untuk produksi tebu dan padi dalam proyek pangan dan biofuel, bersamaan dengan konsesi besar perkebunan kelapa sawit. Melalui proyek ini, pemerintah Indonesia membangun program berskala sangat besar yang berada tepat di “halaman depan” Papua Nugini dan Australia. Demikian dikutip test.jubi.id dari laman internet, RNZ Pasifik, Jumat (13/3/2026).

RELATED POSTS

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

Proyek tersebut mengubah wajah wilayah yang sebelumnya didominasi hutan dan rawa, sekaligus memengaruhi lingkungan, budaya, serta kesehatan masyarakat asli Papua.

“Dunia seharusnya memperhatikan ini. Ini bukan Amazon, tetapi tepat di depan pintu kita di kawasan Pasifik,” kata Dandhy Dwi Laksono, sutradara film dokumenter Pesta Babi (Pig Feast) yang mengangkat dampak deforestasi di Papua Selatan, skema bisnis pertanian di baliknya, serta peran militer Indonesia dalam proyek tersebut.

Laksono berada di Selandia Baru pekan ini untuk mempromosikan film tersebut bersama salah satu produser, jurnalis Papua Barat Victor Mambor. Ia mengatakan masih sedikit orang di berbagai belahan dunia yang mengetahui apa yang sedang terjadi di wilayah itu.

“Mungkin mereka hanya tahu tentang konflik-konflik militer, konflik bersenjata di Papua Barat. Tetapi mereka tidak pernah tahu konflik seperti ini,” katanya.

Film itu menyoroti respons masyarakat Papua di wilayah Merauke dan komunitas pedalaman terhadap rencana induk agribisnis yang telah dicoba oleh beberapa presiden Indonesia.

Presiden saat ini, Prabowo Subianto, mempercepat proyek tersebut dan melibatkan dukungan militer. Ia menyatakan militer dibutuhkan untuk mengamankan proyek agribisnis karena skala dan pentingnya bagi ketahanan pangan dan energi nasional Indonesia.

Namun Mambor mengatakan kehadiran pasukan Indonesia di Tanah Papua sejak lama menjadi persoalan bagi masyarakat setempat dan jumlahnya terus bertambah.

“Inilah masalah di Tanah ini. Akan ada lebih banyak tentara, dan tentu saja semakin banyak tentara berarti semakin banyak konflik. Lebih banyak tentara, lebih banyak konflik, lebih banyak masalah,” ujarnya.

Di tengah konflik bersenjata yang masih berlangsung antara pejuang kemerdekaan Papua Barat dan militer Indonesia di berbagai wilayah ini, film ini memberikan gambaran tentang bentuk perjuangan lain yang kurang dikenal, tetapi tidak kalah memprihatinkan.

Papua memiliki beberapa kawasan hutan hujan tropis asli terbesar yang tersisa di dunia. Pembukaan hutan dan rawa dalam skala besar di wilayah ini diperkirakan akan meningkatkan emisi karbon, kabut polusi, dan kehilangan keanekaragaman hayati.

Menurut organisasi non-pemerintah Mighty Earth, perkiraan emisi CO₂ dari pembukaan lahan seluas itu berkisar 315 juta ton setara CO₂ menurut perhitungan perusahaan inspeksi, pengujian, sertifikasi, dan konsultasi milik negara Indonesia, hingga lebih dari dua kali lipatnya berdasarkan laporan lembaga riset independen Indonesia. (*)

Tags: AucklandDeforestasi di Tanah PapuaFilm Dokumenter PapuaPesta Babi
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

UPNG
Pasifik

Mahasiswa kedokteran UPNG gelar pameran karier

April 25, 2026
menganyam
Pasifik

Menganyam untuk hidup

April 25, 2026
BBM
Pasifik

Menkeu Kepulauan Marshall memperingatkan tentang stok pasokan BBM

April 25, 2026
Kanaky
Pasifik

Perjalanan berkelanjutan Kaledonia Baru menuju penentuan nasib sendiri

April 25, 2026
Manele
Pasifik

1 Mei jadi penentu nasib PM Manele dan batas kekuasaan pemerintah

April 24, 2026
MoU
Pasifik

Papua Nugini dan AS tandatangani MoU kesehatan

April 24, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara