Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Akademisi UGM: Dibutuhkan solidaritas lintas kelompok melawan kebijakan PSN

February 21, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
PSN

Ilustrasi penolakan PSN oleh masyarakat adat Papua di Merauke, Papua Selatan - Dok. Jubi

Jayapura, Jubi – Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada atau Fisipol UGM, Amalinda Savirani mengatakan dibutuhkan solidaritas lintas kelompok, termasuk organisasi keagamaan untuk memperkuat demokrasi melawan Proyek Strategis Nasional atau PSN, khususnya di Tanah Papua.

Sebab menurutnya, fragmentasi gerakan masyarakat sipil saat ini dalam situasi ketimpangan ekonomi dan politik yang semakin tajam.

RELATED POSTS

PGI: Hentikan Kekerasan Bersenjata

Gereja mesti tegas terhadap krisis tanah dan lingkungan di Tanah Papua

Masyarakat adat Malind gugat SK Bupati Merauke di PTUN Jayapura

Pernyataan ini disampaikan Amalinda Savirani dalam diskusi publik terkait aktor-aktor agama dan masalah Papua; ‘Memahami pernyataan sikap PGI’ yang digelar Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Koalisi Advokasi KBB dan disiarkan secara daring di kanal YouTube PUSAD Paramadina, Jumat (20/02/2026).

Katanya, di tengah krisis berlapis dan Proyek Strategis Nasional di Tanah Papua, gereja tidak boleh diam, dan tidak bisa lagi berada pada posisi netral ketika ketidakadilan semakin nyata.

Karena krisis tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling memperkuat dan berdampak langsung pada masyarakat kecil sebagai kelompok paling rentan.

Posisi Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia atau PGI dinilai sangat strategis untuk menyuarakan keresahan umat di tengah krisis ekonomi, politik, lingkungan, dan teknologi.

“Di Indonesia organisasi keagamaan justru menjadi aktor penting dalam membentuk kultur sosial dan memperjuangkan nilai keadilan serta solidaritas. Karena itu, mereka adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat sipil,” kata kata Amalinda Savirani.

Ia mengatakan, sangat ironis apabila wilayah Tanah Papua yang kaya sumber daya alam justru mencatat tingkat kemiskinan tinggi. Berbagai proyek dan investasi yang masuk disebut belum menjawab kebutuhan dasar dan kesejahteraan masyarakat di sana.

“Karena itu, isu [mengenai apa yang terjadi di Tanah] Papua tidak boleh dipinggirkan, melainkan harus menjadi agenda bersama gerakan masyarakat sipil nasional,” ucapnya.

Sementara itu, Gispa Ferdinanda dari Sa Perempuan Papua, mengatakan situasi yang terjadi di Merauke, Papua Selatan sangat konkret. Selama satu bulan terakhir, tercatat tiga kali penangkapan terhadap aktivis yang menggelar aksi bisu di depan Gereja Katolik sebagai bentuk dukungan moral bagi masyarakat adat terdampak Proyek Strategis Nasional.

“Kebijakan [PSN] ini memicu keresahan karena menyangkut tanah milik masyarakat adat. Keterlibatan pemerintah daerah dalam proyek itu membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap negara sebagai pelindung,” kata Gispa Ferdinanda.

Menurutnya, kehidupan masyarakat adat selama ini ditopang tiga tungku yaitu masyarakat adat sendiri, pemerintah, dan gereja. Namun ketika salah satu tungku yakni pemerintah dinilai melemah, gereja mesti menjadi tumpuan dan harapan terakhir.

Namun lanjut Gispa Ferdinanda, posisi gereja tidak sederhana itu. di satu sisi gereja perlu menjaga relasi dengan negara, agar pelayanan tetap berjalan.

Akan tetapi, di sisi lain ada tuntutan moral untuk berdiri bersama umat yang terdampak kebijakan, termasuk ketika proyek pembangunan memicu konflik lahan dan mengancam hilangnya sumber penghidupan warga.

“Masyarakat juga menghadapi kesulitan akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih. Sehingga para tokoh agama, melalui pendekatan sosial dan pastoral, berupaya membawa isu ini ke ruang publik sebagai bagian dari perjuangan keadilan dan kemanusiaan,” ucapnya.

Katanya, tidak adanya ruang bagi masyarakat sipil dan meningkatnya tekanan terhadap aktivis menjadi alarm bagi demokrasi. Dalam situasi itu, organisasi keagamaan tidak cukup hanya menjadi pengamat.

“Tetapi didorong untuk mengambil peran lebih tegas dalam membangun solidaritas, menyuarakan keadilan, dan memastikan pembangunan tidak meninggalkan masyarakat terutama di Papua,” katanya. (*)

Tags: gerejaPGIPSNUGM
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Sidang di parlemen Belanda mengenai situasi hak asasi manusia di bekas koloni negara itu, Papua Barat, 21 April 2026 - RNZ Pasifik
Nasional & Internasional

Kelompok pro Papua Merdeka minta Belanda hentikan penjualan senjata ke Indonesia

April 24, 2026
DPD
Nasional & Internasional

DPD RI Perwakilan Papua desak penghentian kekerasan dan transparansi penyelesaian konflik

April 21, 2026
Pesta Babi
Nasional & Internasional

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
Kabupaten Puncak
Nasional & Internasional

Peristiwa Puncak: Panglima TNI didesak evaluasi operasi penindakan TPNPB

April 18, 2026
West Papua
Nasional & Internasional

Pemimpin Oposisi Kepulauan Solomon minta dunia desak Indonesia buka West Papua

April 18, 2026
Komnas HAM
Nasional & Internasional

Dorong Dialog Damai, Komnas HAM perkuat koordinasi dalam penanganan situasi HAM di Papua

April 18, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

SMK Negeri 3 Jayapura

Rayakan HUT ke-63, SMK Negeri 3 Jayapura ajak alumni “pulang” ke sekolah

March 18, 2025
Kepulauan Solomon

PM Kepulauan Solomon akui perusahaan Tiongkok dukungan layanan telekomunikasi di negaranya

May 2, 2025
Indonesia

Gubernur Jenderal Australia  berkunjung ke Indonesia

May 15, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara