Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Angela Flassy
Festival

Para pengunjung festival berpindah-pindah antar panggung yang mewakili 11 negara Pasifik, termasuk Kepulauan Cook, Niue, Aotearoa, Samoa, Tuvalu, Fiji, dan Tonga. Desa Fale Pasifika kolektif juga menyoroti budaya dari Kiribati, Tokelau, Hawaiʻi, dan Tahiti. - Jubi/RNZ

Jayapura, Jubi – Festival Pasifika di Auckland kembali digelar di Western Springs Lakeside Park pada akhir pekan lalu, dan menarik lebih dari 25.000 pengunjung yang datang untuk merayakan keragaman budaya masyarakat Pasifik.

Pengunjung festival berpindah dari satu panggung ke panggung lain yang mewakili 11 negara Pasifik, termasuk Kepulauan Cook, Niue, Selandia Baru, Samoa, Tuvalu, Fiji, dan Tonga. Desa kolektif Fale Pasifika juga menampilkan budaya dari Kiribati, Tokelau, Hawaiʻi, dan Tahiti. Demikian dikutip test.jubi.id dari laman internet, RNZ Pasifik, Selasa (17/3/2026).

RELATED POSTS

‘Dunia harus melihat ini’, deforestasi Papua dari dokumentasi pembuat film

Sejak pertama kali digelar pada 1993, Festival Pasifika berkembang menjadi salah satu acara budaya terbesar di kawasan tersebut, yang setiap tahun menarik kerumunan besar dan beragam.

Berbagai panggung dipenuhi alunan musik dari kepulauan Pasifik. Orang-orang dari berbagai usia dan latar belakang tampak menari dan bersorak untuk para penampil, mencicipi beragam kuliner Pasifik, serta mengunjungi stan yang menjual berbagai kerajinan tangan dan produk tradisional.

Penyelenggara festival, Jep Savali, mengatakan acara ini tetap menjadi momen penting dalam kalender budaya di Selandia Baru, sekaligus menghormati tradisi Pasifik dan komunitas yang telah membangun kehidupan mereka di negara tersebut.

“Ini adalah rumah spiritual Festival Pasifika… ini adalah whenua (tanah kami). Bagi kami, ini adalah cara memberi penghormatan kepada keluarga dan generasi yang telah lama tinggal di sini sejak migrasi mereka ke Aotearoa, khususnya di pusat Auckland,” kata Savali.

“Ini perayaan yang sangat penting. Perayaan tentang siapa kita, garis keturunan, budaya, pertunjukan, tarian, makanan, dan jati diri kami sebagai sebuah bangsa,” tambahnya.

Seorang pengunjung festival asal negara bagian Utah, Amerika Serikat, Sepi Pepa, mengatakan acara berskala besar seperti ini jarang ditemukan di tempat asalnya, dan keragaman budaya yang ditampilkan sangat menonjol.

“Kami tidak benar-benar memiliki acara seperti ini di tempat kami, kalaupun ada ukurannya lebih kecil. Saya suka di sini setiap budaya diberi panggung sendiri. Biasanya di tempat kami semua tampil di satu panggung kecil, tetapi di sini setiap budaya bisa menampilkan identitasnya,” ujar Pepa.

Sementara itu, Nele Suvi, yang datang ke Selandia Baru dari Estonia, ikut tampil sebagai bagian dari kelompok tari Tahiti. Ia mengatakan suasana ramah dan perayaan budaya kepulauan menjadi hal yang membuat acara ini berbeda di tingkat internasional.

“Semua orang sangat ramah… suasananya luar biasa. Ini bahkan lebih dari yang saya bayangkan. Di Eropa kami tidak punya acara seperti ini, komunitasnya luar biasa. Saya sangat menyukai budaya kepulauan,” kata Suvi.

Direktur artistik perusahaan seni pertunjukan Polynesian Entertainers, Amo Ieriko, mengatakan festival ini kini telah berkembang jauh melampaui sekadar perayaan lokal.

“Festival Pasifika bagi kami adalah salah satu puncak acara Pasifika setiap tahun. Di seluruh wilayah Selandia Baru, orang-orang dari berbagai daerah dari Wellington hingga Dunedin ikut berpartisipasi. Jadi ini sangat penting bagi seluruh komunitas Pasifika, Melanesia, dan Polinesia,” ujarnya.

Ia menambahkan festival ini kini dikenal di seluruh kawasan Pasifik, dengan penampil dan pengunjung yang datang dari berbagai tempat seperti Tahiti, Samoa, hingga Hawaiʻi.

“Tamaki Makaurau (Auckland) adalah pusat pertemuan masyarakat Pasifik… semua pulau dan wilayah Pasifik terwakili di sini. Festival ini dikenal di seluruh samudra Pasifik orang-orang dari Tahiti dan Samoa membicarakannya, bahkan Hawaiʻi mengirim kelompok penampil. Ini acara internasional yang sangat besar bagi masyarakat Pasifik,” kata Ieriko.

Bagi banyak penampil muda, festival ini juga menjadi cara untuk melestarikan dan membagikan warisan budaya mereka, sambil merayakan tradisi dan bahasa yang diwariskan dari generasi ke generasi di panggung besar.

Penari asal Samoa, Leilani Slade-Le Pua, mengatakan tampil di festival menjadi salah satu cara generasi muda tetap terhubung dengan budaya mereka sekaligus menunjukkan bakat kepada khalayak luas.

“Ini tentang menjaga budaya kami tetap hidup. Dengan melakukan ini, kami tetap berpijak pada tradisi dan budaya kami,” kata Slade-Le Pua.

“Ini salah satu cara mengekspresikan budaya kami melalui tarian pertunjukan, memperlihatkan kepada orang-orang apa yang bisa kami lakukan dan bagaimana kami menampilkannya.

Ini baru satu bagian dari budaya kami. Masih banyak bagian lain, tetapi inilah cara kami menampilkannya kepada banyak orang di Pasifika.”

Meski Festival Pasifika tahun ini telah berakhir, rangkaian perayaan budaya masih berlanjut di Auckland.

Tahap pertama ASB Polyfest akan dimulai pada Rabu, 18 Maret, yang kembali menampilkan pertunjukan budaya dan seni dari para pelajar di seluruh Selandia Baru.(*)

Tags: AucklandFestival Pasifika
ShareTweetSendShareShare
Angela Flassy

Angela Flassy

Related Posts

UPNG
Pasifik

Mahasiswa kedokteran UPNG gelar pameran karier

April 25, 2026
menganyam
Pasifik

Menganyam untuk hidup

April 25, 2026
BBM
Pasifik

Menkeu Kepulauan Marshall memperingatkan tentang stok pasokan BBM

April 25, 2026
Kanaky
Pasifik

Perjalanan berkelanjutan Kaledonia Baru menuju penentuan nasib sendiri

April 25, 2026
Manele
Pasifik

1 Mei jadi penentu nasib PM Manele dan batas kekuasaan pemerintah

April 24, 2026
MoU
Pasifik

Papua Nugini dan AS tandatangani MoU kesehatan

April 24, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

TPNPB, Konflik Bersenjata, Paniai

seorang ibu tewas dan dimutilasi, delapan warga lainnya tertembak di Pamebut, Distrik Yugumuak

March 6, 2023
DPRK Tolikara

Puluhan anggota DPRK Tolikara ikut penguatan kapasitas

May 12, 2025
friendly game

Friendly game Papua Indonesia vs Hekari United FC, 18 dan 19 Agustus di Stadion Lukas Enembe

August 1, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara