Jayapura, Jubi – Temu ilmiah nasional yang digelar Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia atau ISMEI Wilayah XI Maluku-Papua membahas ketimpangan pembangunan dan dampak proyek strategis nasional atau PSN terhadap kesejahteraan masyarakat di kawasan Indonesia Timur.
Kegiatan ini digelar di Kota Jayapura, Papua, Senin-Rabu (17 November 2025-19 November 2025). Kali ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura, yang menjadi tuan rumah.
Ketua Panitia, Niel Lantipo mengatakan Kegiatan itu melibatkan sekitar 10 universitas dari Maluku, Maluku Utara, hingga Papua, dan menjadi ruang kajian ilmiah bagi mahasiswa untuk merumuskan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah dan pusat.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengkaji kebutuhan masyarakat terkait dengan ekonomi di pelosok lebih khusus lagi dengan adanya PSN ini dan dampaknya bagi masyarakat di bagian Indonesia Timur,” kata Lantipo.
Menurutnya, temu ilmiah ini sebagai forum diskusi bersama untuk membahas ketimpangan pembangunan di Indonesia Timur. ISMEI yang hadir dari setiap daerah akan mengkaji dampak PSN, kemudian membuat brekomendasi yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Karena dari temuan ilmiah ini, hasilnya akan diserahkan kepada pemerintah, untuk ditindaklanjuti sebagai program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena kita lihat PSN yang banyak di Papua ini tidak berjalan sesuai apa yang diharapkan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator ISMEI Wilayah XI Maluku-Papua, Galang Agustira Halang mengatakan masih terjadi ketimpangan pembangunan dalam pelaksanaan program nasional di wilayah Indonesia timur, apabila dibandingkan di wilayah Indonesia barat.
Katanya, sejauh ini Proyek Strategis Nasional di Merauke, Maluku, dan Maluku Utara itu tidak berdampak terhadap masyarakat kelas bawah.
“Kami mengangkat ini, agar bagaimana kita sebagai mahasiswa ekonomi muda memberikan gambaran besar dan kontribusi untuk bagaimana kemiskinan itu ataupun ketimpangan dan pemerataan pembangunan di wilayah indonesia timur itu lebih merata,” kata Galang Agustira Halang.
Menurutnya, dalam perjalanan ke beberapa daerah di wilayah timur Indonesia, ia melihat masih terjadi ketimpangan, termasuk dalam sisi pembangunan infrastruktur seperti jalan.
“Kami harap pemerintah pusat maupun daerah, lebih melihat pada beberapa ketimpangan dan pembangunan untuk infrastruktur di wilayah timur. Sehingga dari kegiatan ini akan menghasilkan gagasan yang menjadi rekomendasi kepada pemerintah daerah tapi juga pusat,” ucapnya.
Galang Agustira Halang mengatakan, pihaknya akan mengawal hasil pembahasan temu ilmiah tersebut, terutama apa yang menjadi penekanan kepada pemerintah dalam membuat kebijakan terkait dengan PSN di Maluku, Maluku Utara dan Papua.
Sebab PSN misalnya di Merauke, Papua Selatan yang menyebabkan penggusuran tanah masyarakat adat, justru tidak terlalu berdampak kepada mereka.
Pembantu Dekat III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen Jayapura, Ayub Dawan juga mengatakan temu ilmiah ini menjadi ruang diskusi bagi generasi muda untuk mengkaji isu-isu penting seperti transformasi pendidikan, pertumbuhan ekonomi, dan tantangan pembangunan di Papua serta kawasan timur Indonesia.
Menurutnya tema Proyek Strategis Nasional Wilayah Indonesia Timur “Kepentingan siapa dan untuk siapa. “Kolaborasi Ekonomi Muda Dalam Mendorong Pemerataan Pembangunan Ekonomi Di Indonesia Timur,” sesuai dengan situasi saat ini.
“Materi diberikan narasumber juga penting untuk generasi muda khususnya para mahasiswa, karena di kampus digitalisasi pendidikan itu penting. Dulu kita lihat sebelah mata, akan tetaapi sekarang ini penting, sehingga materi yang disampaikan Kadis Pendidikan Provinsi Papua terkait digitalisasi pendidikan itu sangat peting,” kata Ayub Dawan.
Katanya, para mahasiswa dari beberapa universitas akan mendiskusikan poin-poin penting materi dari narasumber terkait dengan isu-isu strategis yaitu pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
“Hingga kini pertumbuhan ekonomi nasional 5,70 persen. Karena itu, mereka akan duduk membicarakannya, dan mereka akan merumuskan hasilnya, lalu disampaikan kepada pemerintah daerah pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia mengatakan, hasil pembahasan itu akan dikirim kepada Menteri Pendidikan dan Menteri Perekonomian, dengan harapan pertumbuhan ekonomi nasional naik menjadi 8 persen atau lebih.
“Kami juga berterima kasih kepada Korwil dan juga kampus-kampus yang sudah ambil bagian dan seluruh pengurus wilayah Maluku dan Papua yang memberikan kesempatan kepada anak-anak kami dan Fakultas Ekonomi menyelenggarakan kegiatan ini,” katanya.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen Marthen Weya menilai temu ilmiah ini sangat penting bagi generasi muda dan mahasiswa Papua, sebab menjadi ruang diskusi tentang ide dan gagasan bersama.
“Harapannya kita tidak hanya turun demo terkait PSN tapi kita sebagai mahasiswa ekonomi kita angkat isu ini melalui kegiatan ini supaya menjadi suatu kajian yang diberikan kepada pemerintah daerah dan pusat,” kata Weya.
Katanya, untuk itu setiap universitas di Tanah Papua dan Maluku dapat bersama melakukan kajian ilmiah bersama, untuk mendorong kepada pemerintah, agar kebijakan terkait PSN bisa dilihat sebagai rekomendasi.
“Salah satunya itu PSN di Merauke terus ada beberapa daerah seperti di Wamena. Persoalan seperti ini yg perlu dibahas dalam temu ilmiah ini,” ucapnya. (*)











Discussion about this post