Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Kebijakan PSN pada masa Prabowo dinilai kontradiksi antara narasi politik dan praktik

November 6, 2025
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
PSN

Ilustrasi Lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Sawah 1 juta hektare di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. – Dok. LBH Papua Pos Merauke

Jayapura, Jubi – Direktur Eksekutif Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, Franky Samperante menilai kebijakan Proyek Strategis Nasional atau PSN pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kontradiksi atau bertentangan antara narasi politik dan praktik pembangunan di lapangan.

Franky Samperante mengatakan, pemerintah menggunakan istilah kepentingan umum untuk membenarkan proyek-proyek besar, padahal implementasinya justru mengarah pada kepentingan korporasi.

RELATED POSTS

Masyarakat adat Malind gugat SK Bupati Merauke di PTUN Jayapura

Akademisi UGM: Dibutuhkan solidaritas lintas kelompok melawan kebijakan PSN

Pemerintah mengulang kegagalan proyek pangan masa lalu lewat PSN

Pernyataan ini disampaikan Franky Samperante dalam webinar daring, kolaborasi pusat riset politik BRIN dan Yayasan Pusaka Bentala Rakyat “Satu tahun pelaksanaan proyek strategis nasional food estate di Merauke pada masa presiden Prabowo Subianto”, Kamis (6/11/2025).

“Pembangunan yang disebut untuk kepentingan umum, misalnya jalan tol dan bandara kenyataannya dibayar dan hanya dapat diakses kelompok tertentu. Ini bukan untuk rakyat, tapi untuk kepentingan industri investasi besar,” kata Franky Samperante.

Menurutnya, percepatan dan perubahan kebijakan dilakukan sejak terbitnya Instruksi Presiden atau Inpres nomor 14 tahun 2025 yang mengatur revisi tata ruang. Perubahan kebijakan tersebut menjadi dasar legalisasi berbagai proyek perluasan lahan, untuk pangan dan energi termasuk program cetak sawah baru yang mencapai ratusan ribu hektare.

Katanya, proyek itu tidak melibatkan masyarakat adat dan mengabaikan prinsip Free Prior and Informed Consent atau FPIC. Proyek yang disebut pengembangan pangan itu, sebenarnya diarahkan untuk kepentingan ekspor dan industri bioenergi seperti bioetanol dan biodiesel.

“Negara memandang tanah-tanah masyarakat adat sebagai lahan kosong dan tidak produktif. Padahal masyarakat lokal memiliki sistem pangan dan pengelolaan tanah sendiri yang berbasis kearifan lokal,” ucapnya.

Ia berpendapat, pelaksanaan PSN  melibatkan militer dengan dalih menjaga keamanan investasi. Kondisi ini memperburuk situasi di lapangan dan menimbulkan intimidasi terhadap masyarakat yang tidak menerima PSN.

Akibatnya, terjadi berbagai bentuk perlawanan masyarakat adat, mulai dari pemetaan wilayah adat, pemasangan tanda penolakan hingga pelaporan pelanggaran lingkungan dan HAM kepada lembaga negara dan internasional.

“Perlawanan masyarakat ini dalam berbagai bentuk misalnya aksi terbuka, mereka berupaya mempertahankan tanah dan hutan yang menjadi sumber kehidupan,” ujarnya.

Sementara itu, akademisi Universitas Musamus Merauke, Papua Selatan, Maria Maghdalena Diana Widiastuti menyoroti dampak sosial, ekologis program Food Estate di Merauke.

Ia mengatakan, program food estate menimbulkan perubahan besar yang terjadi di wilayah tersebut akibat kebijakan nasional yang berorientasi pada ketahanan pangan.

Menurutnya program pengembangan pangan di Merauke bukanlah hal baru sejak era kolonial belanda sudah dijadikan lumbung pangan bagi kawasan timur Hindia Belanda.

Program serupa dilanjutkan pada masa pemerintahan Soekarno, Soeharto hingga kini di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ciri khas program PSN adalah pembukaan lahan pertanian dalam skala luas melibatkan investor.

“Yang membedakan pada masa ini adalah keterlibatan militer dalam semua aspek pelaksanaan. Mulai dari pembukaan lahan sampai pengawasan di lapangan,” Maria Maghdalena Diana Widiastuti.

Katanya, pemerintah mengklaim telah berkoordinasi dengan masyarakat adat sebelum pelaksanaan PSN. Namun representasi masyarakat dinilai belum menyeluruh.

Hanya beberapa tokoh adat yang diajak bicara. Padahal wilayah proyek ini mencakup lahan hingga dua juta hektar dengan berbagai komunitas adat.

“Berdasarkan temuan di lapangan sekitar 695 ribu hektar sudah dibuka untuk program ketahanan pangan. Sebagai masyarakat hanya menjadi buruh kasar atau penonton, kehidupan ekonomi mereka menurun karena akses terhadap hutan dan sumber daya alam berkurang,” ucapnya. (*)

Tags: BRINProyek Strategis NasionalPSNYayasan Pusaka Bentala Rakyat
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
jepang
Lingkungan

Sumur, kapal, monyet peninggalan Tentara Jepang di tepi Gunung Mher Teluk Youtefa

April 13, 2026
Tanah Papua
Lingkungan

Gereja mesti tegas terhadap krisis tanah dan lingkungan di Tanah Papua

March 7, 2026
Masyarakat ada
Domberai

Kain dan cat merah, upaya masyarakat adat Papua jaga paru-paru dunia

March 6, 2026
wilayah laut adat
Lingkungan

Dorongan pengakuan wilayah laut adat dan revisi UU Pemda

March 5, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Solomon

11 perempuan Solomon yang menjual pinang di zona bebas sirih akan diadili 

January 30, 2024
Untuk meningkatkan daya saing kedua negara, Wakil Menteri Perindustrian atau Wamenperin, Faisol Riza berharap agar pemerintah Swiss terus meningkatkan investasinya di Indonesia. - IST

Wamenperin minta Swiss tingkatkan investasi di Indonesia

March 13, 2025
Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani bersama personel Satgas Damai Cartenz.- Jubi/Alexander Loen

Satgas Cartenz tangkap dua anggota TPNPB-OPM

April 11, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara