Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Animha

Pemerintah mengulang kegagalan proyek pangan masa lalu lewat PSN

February 21, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
Proyek Pangan

Ilustrasi penolakan masyarakat adat Papua di Papua Selatan terhadap Proyek Strategis Nasional atau PSN-Dok. Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah dinilai mengulang kegagalan proyek pangan pada masa lalu, lewat Proyek Strategis Nasional atau PSN di Merauke, Papua Selatan. Proyek pangan lewat PSN, juga dianggap memperparah krisis ekologis dan ketimpangan sosial.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia atau PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty mengatakan PSN di Merauke, adalah proyek negara yang berpotensi menjadi dosa struktural dan mengancaman ekologis.

RELATED POSTS

PTUN Jayapura kembali gelar sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke

Penggugat minta pembangunan jalan di Merauke dihentikan selama persidangan

Pembangunan jalan di Merauke berpotensi menyebabkan pembukaan hutan skala besar

Katanya, PGI telah menyatakan menolak PSN. Penolakan PGI terhadap proyek pangan yang merugikan masyarakat adat, dan mengancam ekologis bukan hanya kali ini.

Akan tetapi beberapa tahun silam, PGI juga mengkritisi proyek Merauke Integrated Food and Energy Estate atau MIFEE dan berbagai program food estate lainnya di wilayah yang sama.

Sikap itu diambil PGI, sebab proyek-proyek tersebut dianggap tidak pernah menunjukkan keberhasilan nyata sebagai lumbung pangan berkelanjutan.

Pernyataan ini disampaikan Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty dalam diskusi publik terkait aktor-aktor agama dan masalah Papua; ‘Memahami pernyataan sikap PGI’ yang digelar Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Koalisi Advokasi KBB dan disiarkan secara daring di kanal YouTube PUSAD Paramadina, Jumat (20/02/2026).

“Kini proyek serupa diulang di lokasi yang sama, dengan pendekatan yang kurang lebih serupa. Padahal berbagai kajian lembaga menunjukkan risikonya besar,” kata Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty.

Menurutnya, dalam pengumpulan data dan informasi terkait PSN, PGI tidak hanya mengandalkan laporan tertulis, juga melakukan verifikasi lapangan bersama gereja dan masyarakat adat setempat. Dari hasil tersebut, PGI menyimpulkan bahwa proyek food estate dalam skema PSN di Merauke perlu ditolak.

Sebab, karakter proyek menunjukkan pola pembangunan ekstraktif, pembukaan lahan berskala besar, risiko deforestasi masif, dan peminggiran masyarakat adat.

“Model seperti ini berulang kali terjadi di berbagai wilayah Indonesia dan hampir selalu berkorelasi dengan konflik agraria, kemiskinan struktural, degradasi lingkungan, hingga krisis sosial. Kita tidak boleh mengorbankan lumbung hidup orang Papua atas nama lumbung pangan nasional,” ucapnya.

Katanya, ini bukan sekadar isu masalah ekonomi, melainkan persoalan etika publik dan keberlanjutan hidup. Gereja tidak menolak pembangunan, akan tetapi gereja  menolak pembangunan yang merusak kehidupan.

Pembangunan yang menggusur warga dari tanahnya dan menghancurkan ekosistem dinilai bukan kemajuan, melainkan biaya sosial yang ditunda.

“Praktik kebijakan yang melegitimasi kerusakan ekologis adalah bentuk dosa struktural, ketidakadilan yang dilembagakan melalui regulasi,” ujarnya.

Ia mengatakan PGI, berakar pada komitmen iman dan jejaring ekumenis global yang mendorong pertobatan ekologis dan solidaritas dengan komunitas garis depan, termasuk masyarakat adat.

Karenanya, secara teologis, gereja memandang bumi sebagai milik Tuhan, bukan milik negara atau korporasi. Manusia dipanggil menjadi penatalayanan yang merawat, bukan mengeksploitasi. Dalam advokasi, gereja menjalankan tiga fungsi yang pertama fasilitator, mediator, dan transformator.

Model ini kata Pdt. Jacky Manuputty , pernah berhasil dalam gerakan Save Aru di Provinsi Maluku melalui kolaborasi lintas iman dan masyarakat sipil. Bagi PGI, keberpihakan terhadap masyarakat adat dan lingkungan bukan pilihan politis, melainkan panggilan iman.

“Dalam situasi timpang, netralitas justru berarti membenarkan ketidakadilan, bukan sekadar penolakan atas satu proyek, tetapi bagian dari komitmen moral gereja untuk membela kehidupan, keadilan, dan keberlanjutan ciptaan,” kata Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty.

Sementara itu, Parid Ridwanuddin dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat atau LHKP PP Muhammadiyah mengatakan, Tanah Papua tidak bisa dilihat semata dalam perspektif lokal.

Sebab, berdasarkan data FAO 2024, hanya ada tiga negara yang memiliki hutan tropis utama terluas, yakni Brasil, Republik Demokratik Kongo, dan Indonesia. Kawasan hutan tropis Indonesia yang relatif masih utuh kini banyak tersisa di Tanah Papua.

“Jadi jika hutan [di Tanah] Papua rusak yang runtuh bukan hanya ekologi Indonesia, tetapi salah satu penopang penting ekosistem global,” kata Parid Ridwanuddin.

Menurutnya, bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera akhir tahun lalu, merupakan buah dari proses panjang deforestasi. Belajar dari pengalaman tersebut, pola pembangunan serupa justru berpotensi diterapkan di Tanah Papua, wilayah yang kaya keanekaragaman hayati dan menjadi rumah bagi masyarakat adat.

“Proyek-proyek yang berada di lokasi bekas MIFEE sebagai indikasi pengulangan kebijakan yang gagal,” ucapnya.

Katanya, narasi ketahanan pangan nasional kerap digunakan untuk membenarkan ekspansi korporasi. Padahal, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan proyek pangan skala besar justru mendorong monokultur, ketergantungan pasar, serta alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit.

Ia mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, menunjukkan industri ekstraktif pertambangan, perkebunan besar, dan kehutanan telah menguasai sekitar 23 persen daratan Indonesia, dan menjadi penyumbang utama deforestasi serta konflik agraria.

Pembukaan lahan besar-besaran pun disebut berisiko memicu kerusakan tanah, gangguan sistem pangan lokal, hingga bencana seperti banjir.

“Perampasan tanah, perusakan hutan alam, serta potensi pelanggaran hak asasi manusia berdasarkan pertemuan langsung dengan warga,” ujarnya. (*)

Tags: Kabupaten MeraukeProyek PanganProyek Strategis NasionalPSN
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Pembangunan
Animha

Benarkah proyek pembangunan di Tanah Papua untuk masyarakat

April 21, 2026
PTUN Jayapura
Animha

PTUN Jayapura kembali gelar sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke

April 21, 2026
Merauke
Animha

Penggugat minta pembangunan jalan di Merauke dihentikan selama persidangan

April 14, 2026
Sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke
Animha

Sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke kembali digelar

April 14, 2026
Merauke
Animha

Gugatan masyarakat adat terhadap SK bupati Merauke mulai disidangkan

March 31, 2026
Kamuyen
Animha

Polres Merauke didesak tindaklanjuti laporan penyerangan terhadap marga Kamuyen

March 20, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Covid-19, RSUD Abepura

RSUD Abepura diminta percepat pembayaran insentif Covid-19

December 20, 2023
Bendungan Sadawarna

Jokowi resmikan Bendungan Sadawarna di Subang

December 27, 2022
Pelabuhan Jayapura, Pas Masuk Pelabuhan

Pelabuhan Jayapura uji coba pembayaran pas masuk pelabuhan dengan e-money 

December 10, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara