Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Mahasiswa

Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua Pania Raya (IPMAPAPARA) kota studi Malang, Jawa Timur bersama Aliansi Mahasiswa Papua Keluarga Kawanua (KK) Malang - Dok. Untuk Jubi

Jayapura, Jubi – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua Pania Raya (IPMAPAPARA) kota studi Malang, Jawa Timur bersama Aliansi Mahasiswa Papua Keluarga Kawanua (KK) Malang menyatakan sikap terhadap peristiwa di Kabupaten Dogoyai, Papua Tengah.

Pernyataan sikap itu disampaikan IMAPAPARA Malang dan Aliansi Mahasiswa Papua Keluarga Kawanua Malang melalui siaran pers tertulis, Sabtu (4/4/2026).

RELATED POSTS

Mahasiswa desak pemerintah daerah segera tangani warga Distrik Kembru

Mahasiswa protes pengelolaan sumber daya alam di Tanah Papua

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

Rangkaian kekerasan terjadi di Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret 2026 hingga 2 April 2026. Peristiwa itu menyebabkan sejumlah warga sipil serta personel kepolisian tewas dan terluka.

Peristiwa di Dogiyai bermula setelah seorang anggota polisi, Brigadir Dua (Bripda) Jufentus Edowai tewas, Selasa (31/3/2026) pagi.

Korban tewas dengan luka bacok di bagian leher dan lima jarinya putus, karena dianiaya orang tak dikenal atau OTK di Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai.

Pascainsiden itu, aparat keamanan melalukan penyisiran sejak 31 Maret 2026 hingga 2 April 2026. Saat penyisiran sejumlah warga sipil dilaporkan tewas dan terluka. Para korban diduga tertembak oleh aparat keamanan ketika penyisiran.

Informasi yang dihimpun Jubi hingga 2 April 2026, tercatat ada enam warga yang tewas dan dua lainnya terluka. Korban tewas adalah Siprianus Tibakoto (25 tahun) tertembak di bagian kepala, Yulita Pigai (80 tahun) lansia yang sejak lama lumpuh, tertembak di bagian tubuh.

Martinus Yobe (14 tahun) siswa kelas 6 SD tertembak di perut, Ankian Edowai (19 tahun) tertembak di bagian kepala, Feri Auwe (20 tahun) dan Yafet Tibakoto.

Korban luka yang kritis adalah Maikel Waine (12 tahun) siswa kelas 6 SD, tertembak di dada kiri tembus bahu kiri dan Kikibi Pigai (20 tahun) tertembak di paha.

Dari pihak kepolisian, dua personel mereka dilaporkan terluka, yaitu Brigadir Dua (Bripda) AR (23 tahun) terkena tembakan senjata PCP pada bagian bahu kiri saat melaksanakan patroli di jalan Trans Nabire-Enarotali, Kampung Ikamenida, setelah penganiayaan yang menyebabkan Bripda Jufentus Edowai meninggal dunia, dan AY (22 tahun) terkena busur panah di bahu belakang sebelah kanan.

Sementara itu, IPMAPAPARA Malang dan Aliansi Mahasiswa Papua Keluarga Kawanua Malang mencatat lima warga meninggal dunia, diduga tertembak oleh aparat keamanan.

Korban adalah Siprianus Tibakoto, Yulita Pigai, Martinus Yobe, Angkian Edowai, dan Peri Auwe. Korban luka, yaitu Kikibi Pigai, Maikel Waine, Magapai Yobe, dan Magapai Waine.

“Semenjak bangsa Papua dianeksasi ke dalam bingkai NKRI pada 1 Mei 1963, hingga kini, masif terjadi pelanggaran HAM berat di atas Tanah Papua, dan tak pernah diselesaikan oleh Negara Indonesia dengan hukum yang berlaku,” tulis IPMAPAPARA Malang dan Aliansi Mahasiswa Papua Keluarga Kawanua Malang dalam siaran persnya.

Melihat rangkaian kekerasan di Kabupaten Dogiyai, IPMAPAPARA Malang dan Aliansi Mahasiswa Papua Keluarga Kawanua Malang menyatakan sikap.

Beberapa pernyataan sikap mahasiswa, di antaranya mendesak Kementerian Hak Asasi Manusia, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Lembaga Bantuan Hukum, lembaga swadaya masyarakat, Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Dogiyai, Kapolda Papua Tengah dan Kapolres Dogiyai segera membentuk tim investigasi untuk mengusut tuntas rangkain kejadian di Dogiyai.

Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan Kapolres Dogiyai didesak segera menghentikan serangan terhadap warga sipil, dan melakukan pendekatan secara humanis.

Mahasiswa meminta aparat keamanan yang terbukti melakukan pelanggaran HAM terhadap masyarakat sipil dihukuman setimpal dan adil, tanpa perlakuan khusus.

“Kami meminta kepada Pemkab Dogiyai dan Polres Dogiyai, harus transparan dalam melakukan penyelidikan terhadap pelaku penembakan, tanpa impunitas.”

Mahasiswa juga meminta Kapolres Dogiyai menghentikan permintaan bantuan personel dari kabupaten lain ataupun Provinsi Papua Tengah, karena penambahan pasukan akan perpanjangan konflik, dan meminta Polda Papua Tengah segera mencopot Kapolres Dogiyai secara tidak hormat. (*)

Tags: IPMAPAPARAmahasiswaPeristiwa Dogiyai
ShareTweetSendShareShare
Arjuna Pademme

Arjuna Pademme

Related Posts

Komnas
Rilis Pers

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

April 25, 2026
The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim
Rilis Pers

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

April 25, 2026
WWF
Rilis Pers

Hari Bumi: WWF Program Papua dorong aksi selamatkan bumi

April 25, 2026
AlDP
Rilis Pers

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

April 22, 2026
GMKI
Rilis Pers

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

April 22, 2026
PGI
Rilis Pers

PGI: Hentikan Kekerasan Bersenjata

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Bali United tetap serius lawan Persipura

February 24, 2022
KONI Papua

KONI Papua siap bantu pembentukan Pengprov Cabor Provinsi DOB

March 27, 2023
Puncak

Sembilan warga Puncak dilaporkan tewas tertembak saat operasi militer, salah satunya balita

April 18, 2026

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara