Jayapura, Jubi – Manajemen Markas Pusat KOMNAS Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB menyatakan dalam beberapa hari terakhir, militer Indonesia melakukan penyerangan di sejumlah wilayah Kabupaten Nduga, Papua Pegununungan menggunakan helikopter.
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengatakan ini berdasarkan laporan yang diterima pihaknya dari Papua Intelligence Service atau PIS TPNPB, Rabu (17/12/2025).
“[Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menerima laporan] aparat militer Indonesia kembali melakukan penyerangan dan operasi militer menggunakan tiga unit helikopter di Nduga. Melakukan penembakan brutal dari udara ke wilayah pemukiman warga sipil di Distrik Gearek dan distrik tetangga sejak 16 Desember 2025, kemarin,” tulis Sebby Sambom dalam siaran persnya, Rabu (17/12/2025).
Menurutnya, PIS TPNPB juga melaporkan bahwa operasi militer melalui udara serta penyerangan terhadap pemukiman warga sipil sudah terjadi sejak 12 Desember 2025, hingga kini dan mengakibatkan banyak warga sipil mengungsi ke hutan, kota Kenyam, dan kampung-kampung lainnya untuk menghindari serangan militer indonesia di pemukiman warga sipil di Nduga.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Agus Subiyanto, Panglima Kodam XVII Cenderawasih dan Kapolri untuk segera hentikan serangan brutal militer Indonesia di pemukiman warga sipil di Nduga, yang telah mengorbankan warga sipil hingga terjadinya pengungsian dan pengrusakan terhadap harta benda milik warga sipil akibat operasi militer Indonesia.
“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dengan tegas juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajaran militer indonesia bahwa jika mau serangan, silahkan lawan TPNPB. Akan tetapi hentikan penyerangan terhadap warga sipil yang berada di pemukiman warga. Jika mau perang silahkan langsung ke Markas TPNPB yang berada diluar pemukiman warga sipil,” ujarnya.
Sebelumnya, seorang warga juga melaporkan ada bom yang dijatuhkan dari helikopter di Distrik Gearek Kabupaten Nduga. Diduga, pelaku pengeboman adalah pihak TNI.
Akibat aksi itu, warga sipil di Distrik Gearek Kabupaten Nduga mengungsi ke ibu kota Kabupaten Nduga, Kenyam sejak 15 Desember 2025.
“Harusnya bulan ini yang merupakan bulan perayaan Natal untuk umat Kristiani di seluruh dunia, warga Nduga Distrik Gearek Kabupaten Nduga bebas melaksanakan ibadah dan menjemput Hari Raya dengan penuh suka cita,” kata Nas Murib seorang warga Distrik Gearek, Selasa (16/12/2025).
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Nduga, DPR Kabupaten Nduga, Dandim 1706 Nduga, Kapolres Nduga, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, DPR Provinsi Papua Pegunungan, Kapolda Papua dan Pangdam Cenderawasih segera bertindak melindungi warga di sana.
Salah satu tokoh masyarakat Nduga, Jen Dik mengatakan pada Jumat (12/12/2025), militer Indonesia menjatuhkan bom sebanyak lima kali di area pemukiman warga Distrik Gearek, dilanjutkan dengan pendropan militer menggunakan helikopter lalu melancarkan tembakan ke kampung yang dihuni warga.
“Ibu satu dengan anak kecil sedang melarikan namun tertembak dibagian betis kaki sementara anak kecil kena di bagian otak kecil sehingga meninggal dunia,” kata Jen Dik
Sejak saat itu, masyarakat mulai mengungsi keluar, ke hutan-hutan dan mencari perlindungan. Ada yang menuju ke ibu kota Kabpuaten Nduga, Kenyam namun ada yang dilaporkan hilang di hutan saat melarikan diri.
“Masyarakat sebagian besar ke arah Pasir Putih, ada yang di SD Inpres Kenyam, dan sebagian besar masyarakat juga berada di distrik Gearek,” kata Jen Dik.
Peristiwa di Distrik Gearek ini dibenarkan Theo Hesegem, direktur YKKMP, sebagaimana keterangan tertulisnya, Senin (15/12/2025).
“Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua bersama anggota DPRK Nduga perwakilan Distrik Gearek, tokoh masyarakat dan pemerintah daerah melakukan perjalanan ke distrik Gearek pada hari Senin (15/12/2025),” kata Theo.
Perjalanannya diawali dari Wamena, jelas Theo Hesegem. Kemudian tim melanjutkan perjalanan ke Nduga dengan menyinggahi Timika, ibu kota kabupaten Mimika. (*)










Discussion about this post