Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

JPIC OFM Papua sebut darurat kemanusiaan di Distrik Oksop

January 17, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Timoteus Marten
HAM

Warga mengungsi akibat dampak konflik bersenjata di Distrik Oksop, Pegunungan Bintang. - dok. pribadi

Jayapura, Jubi – Justice, Peace, and Integrity of Creation Ordo Fratrum Minorum atau JPIC OFM Papua dan Gereja Katolik Keuskupan Jayapura menyatakan bahwa terjadi darurat kemanusiaan di Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.

Dalam investigasi tim gabungan Keuskupan Jayapura dan JPIC OFM Papua, ditemukan adanya pengungsian massal warga Distrik Oksop, akibat situasi keamanan yang tidak kondusif.

RELATED POSTS

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

DPRK salurkan bantuan untuk pengungsi asal Puncak di Mimika

Pemerintah tidak serius urus pengungsi konflik bersenjata Papua

Direktur JPIC OFM Papua RP Alexandro Rangga OFM mengatakan, temuan di lapangan pada akhir November 2024, warga dari lima kampung di Distrik Oksop melaporkan adanya peningkatan aktivitas militer di wilayah mereka.

“Ketakutan akan terjadinya konflik bersenjata mendorong masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, yaitu Distrik Oksibil,” kata Rangga dikutip dari siaran pers kepada Jubi di Jayapura, Papua, Jumat (17/1/2025).

Hingga saat ini, lanjutnya, diperkirakan sekitar 327 orang mengungsi, dengan sebagian besar lainnya memilih untuk bersembunyi di hutan. Terdapat data rinci mengenai jumlah pengungsi, termasuk berdasarkan gender, usia, dan asal kampung.

“Namun, demi keselamatan para pengungsi, data tersebut tidak dapat kami bagikan ke publik. Berdasarkan kesaksian para pengungsi, kehadiran militer di Distrik Oksop telah menimbulkan rasa takut dan ketidakamanan di kalangan masyarakat,” katanya.

“Beberapa tindakan yang dilakukan oleh pihak militer, seperti pendirian posko di dalam gereja dan penggunaan fasilitas masyarakat tanpa izin, semakin memperburuk situasi,” lanjutnya.

Dia mengatakan, pada 28 November 2024, sekitar pukul 8 pagi, masyarakat melihat tentara ada di hutan. Tiga orang masyarakat inisiatif ke TKP mendatangi “ebonki” (sebutan dalam bahasa daerah untuk orang yang bersenjata) itu di dalam hutan. Kemudian tiga masyarakat itu keluar kembali.

Ebonki merasa aman di tempat itu, maka mereka bergerak ke bawah perumahan masyarakat sekitar pukul 9 malam. Mereka bagi tiga pleton.

Pertama ke arah Kampung Oksop, kedua sampai ke Kampung Atenar tetapi mereka turun lagi ke bagian kolam bawah.

Tetapi karena mereka lihat tidak nyaman mereka kembali ke mantor Distrik Oksop dan kantor distrik dijadikan sebagai Pos Tentara.

Kemudian ada dreem dan beberapa barang milik masyarakat mereka gunakan sebagai kelengkapan pos. Selain itu mereka buat pos juga di Kampung Mimin, mereka bongkar Gereja Efesus GIDI dan bikin tungku api, serta semua fasilitas gereja itu mereka gunakan menjadi pos tentara.

“Jadi, mereka bagi dua pos tentara, yaitu pos di kantor Distrik Oksop dan pos Kampung Mimin. Pos di Kampung Mimin punya gerakan beda,” kata pengungsi dari Kampung Atenar berinisial SA, seperti dikutip siaran pers itu.

“Yang ada di Kampung Mimin itu kami dengar bunyi tembakan setiap hari, siang dan malam bunyi tembakan. Kami tidak tahu yang mereka tembak lawannya atau tidak, kami di Kampung Atenar dan Oksop juga dengar suara tembakan,” lanjut SA.

Selain itu, hingga Jumat (17/1/2025), berdasarkan laporan petugas pastoral Gereja Katolik Keuskupan Jayapura yang berada di lapangan, situasi keamanan di Distrik Oksop belum kondusif. Masyarakat pengungsi masih enggan kembali ke kampung halaman mereka karena merasa ketakutan.

Mereka secara tegas meminta agar pasukan gabungan, ditarik mundur dari wilayah Oksop. Kehadiran pasukan dalam jumlah yang terus bertambah, seperti pengiriman pasukan tambahan pada 13–15 Januari 2025, demikian siaran pers tersebut, justru semakin meningkatkan kecemasan masyarakat.

Berdasarkan hasil investigasi tim gabungan Keuskupan Jayapura dan JPIC OFM Papua, ditemukan fakta-fakta berikut:

Pengungsian massal

Ratusan warga dari lima kampung di Distrik Oksop telah mengungsi ke Distrik Oksibil dan lokasi lainnya akibat situasi yang tidak aman.

Ketakutan masyarakat

Masyarakat merasa takut dan terancam keselamatannya akibat kehadiran aparat keamanan dalam jumlah besar, dan tindakan-tindakan yang dianggap mengintimidasi.

Kerusakan fasilitas umum

Beberapa fasilitas umum, seperti gereja, telah rusak akibat digunakan sebagai posko oleh aparat keamanan.

Kesaksian pengungsi

Banyak pengungsi yang memberikan kesaksian langsung mengenai pengalaman traumatis mereka, saat harus meninggalkan kampung halaman.

Pengungsi
Warga sipil Distrik Oksop, Pegunungan Bintang yang mengungsi sejak awal Desember 2024 ke Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang. – Jubi/ Dok SKPKC Fransiskan Papua

Menanggapi situasi darurat ini, tim gabungan Keuskupan Jayapura dan JPIC OFM Papua mendesak:

  1. Pemerintah Pusat membentuk tim investigasi independen untuk menyelidiki akar permasalahan konflik di Distrik Oksop dan memastikan pertanggungjawaban atas pelanggaran HAM. Menarik pasukan militer dari Distrik Oksop dan membuka ruang dialog untuk mencari solusi damai.
  2. Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang menyediakan bantuan kemanusiaan yang memadai bagi para pengungsi, termasuk makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal sementara. Memastikan keamanan dan keselamatan para pengungsi serta masyarakat yang masih berada di wilayah konflik.
  3. Komnas HAM memantau secara ketat situasi di Distrik Oksop dan memberikan perlindungan kepada para korban pelanggaran HAM.
  4. Media massa memberikan liputan yang objektif dan berimbang tentang situasi di Distrik Oksop, serta mendorong upaya perdamaian.

Tim gabungan Keuskupan Jayapura dan JPIC OFM Papua kemudian mendorong upaya perdamaian di Distrik Oksop, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Tim gabungan Keuskupan Jayapura dan JPIC OFM Papua juga mengajak semua pihak, untuk bersatu padu dalam mencari solusi damai bagi konflik di Distrik Oksop.

“Kami percaya bahwa dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan untuk mengakhiri kekerasan dan membangun perdamaian yang berkelanjutan di Papua,” kata Rangga. (*)

Tags: Distrik OksopJPIC OFM PapuaPengungsi
ShareTweetSendShareShare
Timoteus Marten

Timoteus Marten

Related Posts

Komnas
Rilis Pers

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

April 25, 2026
The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim
Rilis Pers

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

April 25, 2026
WWF
Rilis Pers

Hari Bumi: WWF Program Papua dorong aksi selamatkan bumi

April 25, 2026
AlDP
Rilis Pers

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

April 22, 2026
GMKI
Rilis Pers

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

April 22, 2026
PGI
Rilis Pers

PGI: Hentikan Kekerasan Bersenjata

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Pedagang melayani pembeli bungkus ketupat jelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Paldam, Jayapura, Papua, Minggu (1/5/2022) / (ANTARA/GUSTI TANATI)

Sebentuk toleransi dari seikat ketupat

April 11, 2024
Migrasi Penduduk dari Luar Papua

Dewan Adat Papua: Migrasi ke Tanah Papua harus dibatasi

May 14, 2022
Sinak Papua

Senjata anggota TNI di Sinak hilang, anak-anak ditangkap, satu dikabarkan meninggal dunia

February 27, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara