Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
Pengungsi

Dewan Gereja Papua dan Pastor Pribumi saat menyingkapi krisis kemanusiaan di Tanah Papua, di Kota Jayapura, Papua pada Selasa (21/04/2026).-Jubi/Aida Ulim

Jayapura, Jubi – Dewan Gereja Papua menyatakan jumlah pengungsi internal di berbagai wilayah di Tanah Papua hingga April 2026, mencapai 107.000 orang. Pengungsi internal di berbagai wilayah di Tanah Papua ini terjadi sejak akhir 2018 silam.

Dewan Geraja Papua mengatakan, pengungsian internal ini terjadi akibat meningkatnya eskalasi kekerasan dan krisis kemanusiaan di Tanah Papua. Situasi itu makin terlihat pada Maret-April 2026, terutama di wilayah pegunungan seperti Kabupaten Puncak dan Dogiyai.

RELATED POSTS

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

DPRK salurkan bantuan untuk pengungsi asal Puncak di Mimika

Pemerintah tidak serius urus pengungsi konflik bersenjata Papua

Pdt. Dorman Wanimbo dari Dewan Gereja Papua mengatakan, kondisi di lapangan menunjukkan peningkatan operasi militer yang berdampak langsung pada warga sipil.

“Selain menimbulkan korban jiwa, situasi ini juga memicu pengungsian [internal secara] massal serta terganggunya layanan dasar masyarakat,” kata Pdt. Dorman Wandikbo dalam keterangan pers di Kota Jayapura, Papua, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, pengungsi internal di Tanah Papua menghadapi kondisi memprihatinkan, terutama keterbatasan pangan, layanan kesehatan, dan perlindungan. Situasi ini diperparah oleh meluasnya aktivitas militer di ruang-ruang sipil seperti kampung, gereja, sekolah, dan pasar.

“Dampaknya, kehidupan sosial masyarakat terganggu, termasuk aktivitas pendidikan, ekonomi, dan ibadah. Akses terhadap layanan kesehatan juga sangat terbatas, sehingga banyak korban tidak tertangani secara cepat dalam kondisi darurat,” ucapnya.

Katanya dalam beberapa hari terakhir kembali terjadi peristiwa yang mengorbankan warg sipil di Distrik Pogama dan Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah akibat operasi militer di sana pada 12-15 April 2026, dengan melibatkan kekuatan darat dan udara.

Ia mengatakan, serangan itu menyebabkan kerusakan pemukiman warga, serta adanya warga sipil yang meninggal dunia dan luka-luka.

Ada laporan yang menyebut korban meninggal dunia dalam operasi itu sembilan orang dan lima warg terluka. Namun laporan lain menyebut korban meninggal dunia dari kalangan warga sipil 15 orang dan tujuh lainnya terluka.

“Sekitar tujuh kampung terdampak langsung dan sebagian wilayah masih sulit diakses. Kesaksian warga menyebutkan bahwa serangan juga terjadi di area yang selama ini dianggap sebagai zona sipil dan tempat pengungsian,” ucapnya.

Sementara itu Pastor Pribumi, Pastor John Bunay mengatakan, Dewan Gereja Papua menilai kondisi ini tidak terlepas dari kebijakan negara, termasuk Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2017 dan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat.

“Kami menilai pendekatan pembangunan yang dikombinasikan dengan pendekatan keamanan justru memperdalam krisis kemanusiaan dan membuat masyarakat asli Papua semakin terpinggirkan,” kata Pastor John Bunay.

Ia mengatakan, sejumlah penelitian sebelumnya seperti yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI menunjukkan bahwa akar konflik Papua meliputi persoalan rasisme, kegagalan pembangunan, isu politik, serta lemahnya akuntabilitas aparat keamanan.

“Namun hingga kini, pendekatan dialog damai belum menjadi prioritas utama dalam penyelesaian konflik,” kata Pastor John Bunay.

Dalam pernyataannya, Dewan Gereja Papua menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain penghentian segera operasi militer di wilayah sipil, perlindungan maksimal bagi warga sipil, serta pembukaan akses kemanusiaan tanpa hambatan bagi para pengungsi.

Dewan Gereja Papua juga mendesak adanya investigasi independen atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia serta membuka akses bagi jurnalis asing untuk meliput situasi di Papua.

Menyerukan pentingnya dialog damai sebagai jalan penyelesaian konflik. Gereja, masyarakat sipil, dan seluruh pihak juga diajak bersatu dalam doa dan tindakan nyata guna menyelamatkan kehidupan masyarakat Papua yang saat ini berada dalam krisis kemanusiaan.

Sebab, masa depan Papua hanya dapat dibangun di atas keadilan, kemanusiaan, dan dialog damai yang bermartabat, bukan kekerasan. (*)

Tags: Dewan Gereja PapuaPengungsi
ShareTweetSendShareShare
Arjuna Pademme

Arjuna Pademme

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
penembak warga Tolikara
Polhukam

Polda Papua didesak proses hukum terduga pelaku penembak warga Tolikara

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara