Jayapura, Jubi – Mahasiswa Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura, Papua angkatan XII program studi magister perencanaan wilayah dan kota mendorong pengembangan potensi lokal di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.
Pengembangan potensi lokal itu dibahas dalam seminar hasil studi perencanaan wilayah dan kota di Kantor PLBN Skouw, Kamis (18/12/2025).
Perwakilan mahasiswa magister perencanaan wilayah dan kota, Muhammad Ridwan mengatakan, dalam seminar tersebut para mahasiswa mempresentasikan konsep pengembangan atau pengelolaan di kawasan Skouw, Pos Lintas Batas Negara atau PLBN RI-PNG menjadi tiga topik sentral.
Topik itu adalah analisis sistem transportasi lintas batas Jayapura ke Skouw atau perbatasan RI-PNG, strategi pengembangan pariwisata wilayah perbatasan Skouw RI-PNG, dan kajian kebijakan lintas batas di kawasan perbatasan Skouw RI-PNG.
“Tiga topik tersebut yang menjadi utama dalam hasil studi perencanaan wilayah dan kota, yang kami hasilkan,” kata Muhammad Ridwan usai seminar.
Pihaknya berharap dari hasil studi perencanaan wilayah dan kota tersebut, Pemerintah Kota Jayapura dapat menyiapkan pengembangan potensi lokal yang membutuhkan tempat.
“Hasil yang kami inginkan, bagimana konsep pengembangan pariwisata ekonomi lokal menjadi hal yang positif bagi masyarakat lokal. Salah satunya edukasi dari wisata, karena potensi ini ditemukan dalam seminar, ” ujarnya.
Katanya, pengembangan potensi lokal itu juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah kota maupun provinsi untuk menyempurnakannya, sebab melihat kondisi yang ada di lapangan mayoritas masyarakat dari PNG berbelanja kawasan perbatasan, sehigga masyarakat Skouw perlu melestarikan budaya lokal.
Sementara itu, Ketua Prodi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota atau MPWK, Petrus Bahtiar mengatakan pemerintah Provinsi Papua secara tidak langsung telah memberikan untuk pengelolaan pasar di Skouw sangat bagus.
“Tapi pemerintah Kota Jayapura belum nampak yang seharusnya kolaborasi sebab masyarakat dari pemerintah Provinsi adalah Kota, distrik, kampung,” kata Petrus Bahtiar.
Menurutnya, untuk pertahankan wilayah salah satu caranya dengan memberdayakan kemampuan masyarakat lokal dalam pengembangan ekonomi.
Katanya, Uncen bukan hanya membuka wawasan melainkan mendorong dan mengajak pemerintah, agar membuat program yang sistematis.
“Masyarakat membutuhkan pendampingan, pendampingan. Bukan hanya di ruangan saja, melainkan di lapangan, agar mereka terbiasa dalam mengembangkan potensi lokal,” ucapnya. (*)











Discussion about this post