Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Negara dan PT. Freeport Indonesia, dituding khianati Orang Asli Papua

February 23, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Theo Kelen - Editor: Arjuna Pademme
Tailing

Sedimentasi yang diakibatkan oleh limbah tailing PT Freeport Indonesia di kawasan pesisir Mimika - Dok. Walhi Papua

Jayapura, Jubi – Hanya untuk kepentingan ekonomi negara Indonesia, pada tanggal  22 Februari 2026 di AS, Presiden Prabowo serta pihak tambang global Freeport-Mc MoRan mengumumkan kesepakatan dengan Pemerintah Indonesia terkait perpanjangan hak operasi tambang di kawasan Grasberg, Papua Tengah. Kesepakatan ini adalah karpet merah bagi kelanjutan operasional PT. Freeport Indonesia hingga akhir umur cadangan tambang atau life of resource.

Sebagai bagian dari strategi politik ekonominya Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait dengan perjanjian dagang Indonesia-Amerika Serikat untuk berbagai sektor.

RELATED POSTS

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

Kolaborasi PTFI dan PSSI perkuat fondasi sepak bola di Papua

We invite PT Freeport Indonesia to discuss the future of indigenous communities : Eltinus Omaleng

“Di bidang pertambangan mineral maka salah satunya adalah nota kesepahaman atau MoU dengan Pemerintah Indonesia dan PT Freeport-McMoRan. Kesepakatan ini mencakup izin usaha pertambangan khusus atau IUPK PT Freeport Indonesia. Perusahaan tambang asal Amerika Serikat ini diberikan perpanjangan hak operasi hingga seluruh cadangan tambang di kawasan Grasberg habis,” kata Maikel Peuki, Direktur WALHI Papua kepada Jubi, di Jayapura, Minggu (22/02/2026).

Peuki menambahkan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah memaparkan poin-poin yang menjadi kesepakatan Indonesia-Amerika Serikat dalam sektor ESDM. Bahlil, lanjut Peuki menegaskan bahwa Indonesia menganut asas politik bebas aktif dalam konteks diplomasi luar negeri, dan Indonesia sudah melakukan hal ini sebelum perjanjian tersebut terjadi.

Disisi lain, perpanjangan Izin PT Freeport Indonesia ini dipandang sebagai ujian Hilirisasi dan Tata Kelola. Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin, menilai MoU tersebut bukan sekadar kepastian investasi, tetapi ujian konsistensi negara dalam memastikan manfaat ekonomi bagi domestik.

“Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Freeport-McMoRan (FCX) dan pemerintah Indonesia terkait perpanjangan izin operasi PT Freeport Indonesia (PTFI) pasca-2041 menandai babak baru pengelolaan aset strategis nasional,” kata Syafruddin.

Adapun, MoU ditandatangani di Washington dalam forum U.S. Chamber of Commerce saat Presiden Prabowo Subianto hadir. Momentum ini berfungsi sebagai sinyal stabilitas investasi di tengah agenda perdagangan Indonesia–AS.

“Negara boleh memberi kepastian, tetapi negara wajib menutupnya dengan kontrak manfaat yang terukur: penguatan hilirisasi, peningkatan kontrol ekonomi, tata kelola transparan, serta pembagian manfaat bagi Papua,” kata Syafruddin.

Dalam naskah MoU yang ditandatangani oleh Rosan Roeslani, CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, serta Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, disepakati bahwa kepemilikan Freeport-McMoRan di PTFI akan menyusut menjadi sekitar 37% mulai 2042. Adapun kesepakatan ini bagian dari 11 nota kesepahaman senilai total USD38,4 miliar yang diteken selama kunjungan kerja Presiden Prabowo ke AS. Proyek Grasberg diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan tahunan mencapai USD10 miliar.

Namun WALHI Papua sangat mengecam kesepakatan ini.

“Dengan alasan yang paling rasional dengan tegas, WALHI menolak kebijakan pemerintah untuk memperpanjang operasi tambang PT. Freeport Indonesia. Karena kesepakatan sepihak, tanpa partisipasi masyarakat adat (suku-suku) pemilik sah, hak atas wilayah adat dimana tambang beroperasi. Juga tanpa melalui mekanisme FPIC secara terbuka dan transparan. Ini sangat jelas bertujuan mengunci Tanah Papua dalam siklus perusakan baru, memperdalam krisis ekologis, dan terus mengabaikan hak serta keadilan bagi seluruh rakyat Papua,” uangkap Peuki.

Dalam catatan WALHI Papua, aktivitas pertambangan PT. Freeport Indonesia di Tanah Papua telah menimbulkan dampak signifikan kerusakan lingkungan, penghancuran ruang hidup serta identitas budaya Masyarakat Adat (suku-suku) setempat. Kerusakan lingkungan dan ruang hidup itu antara lain pencemaran sungai AjIkwa akibat pembuangan limbah tailing yang terus menurunkan kualitas kesehatan dan lingkungan hingga praktik pertambangan represif yang menyingkirkan dan memisahkan relasi sakral antara manusia Papua dan alamnya.

Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia dan PT.Freeport Indonesia tidak pernah memandang bahwa seluruh dampak (buruk) ekologis dan sosial yang dialami Masyarakat Adat Suku Amungme, Kamoro dan 5 suku lainnya sebagai bagian penting yang perlu dipertimbangkan dalam semua kebijakan dan operasional pertambangan.

“Hal ini semakin menegaskan keyakinan WALHI Papua bahwa Manusia dan Alam Papua hanya diposisikan sebagai obyek ekonomi semata oleh pemerintah Indonesia,” ujar Peuki. (*)

Tags: FreeportlingkunganTambang
ShareTweetSendShareShare
Victor Mambor

Victor Mambor

Related Posts

Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Pemuda katolik
Meepago

Papua Berdarah: Pemuda Katolik Papua Tengah nyalakan seribu lilin

April 24, 2026
Kabupaten Puncak
Meepago

Ketua DPRK Puncak: Masyarakat ingin investigasi terbuka dan independen

April 22, 2026
Warga Kembru
Meepago

Nasib warga tiga kampung di Puncak belum dapat dipastikan

April 19, 2026
Puncak
Meepago

Operasi militer di Puncak: Manusia hingga hewan ditembaki

April 19, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

IPB

Pemprov Papua Barat tantang alumni IPB rumuskan konsep pengembangan pertanian

January 31, 2024
Tempo

Tempo kembali diteror, kali ini kiriman bangkai tikus di kardus motif mawar

March 23, 2025
Raja Ampat

Anak muda suarakan krisis tambang di Raja Ampat

August 3, 2025

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara