Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

April 25, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
Lingkungan Perumahan

Salah satu kawasan perumahan di Kabupaten Jayapura, yang tergenang air saat hujan - Dok. BPBD Kabupaten Jayapura

Sentani, Jubi – Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Jayapura, Papua, Salmon Telenggen mengatakan Bupati Jayapura, Yunus Wonda dalam waktu dekat akan memanggil 420 developer atau pengembang perumahan di wilayah itu.

Katanya, pemanggilan ratusan pengembang itu, berkaitan dengan pembangunan perumahan yang dinilai tak ramah lingkungan, sehingga beberapa kawasan perumahan menjadi langganan banjir saat hujan.

RELATED POSTS

Gereja mesti tegas terhadap krisis tanah dan lingkungan di Tanah Papua

Gubernur Fakhiri targetkan 2.100 rumah kumuh di Papua bakal direnovasi di 2026

Negara dan PT. Freeport Indonesia, dituding khianati Orang Asli Papua

Menurutnya, karena itu bupati Jayapura akan memberikan arahan khusus kepada 420 pengembang dalam membangunan perumahan ke depan, agar ramah lingkungan dan memperhatikan berbagai aspek.

“Sebenarnya, setiap perumahan harus memiliki 40 persen ruang terbuka hijau. Akan tetapi selama ini, developer-developer kita di Kabupaten Jayapura mereka tidak pernah memperhatikan itu,” kata Salmon Telenggen di Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (24/4/2026).

Ia mengatakan, dari hasil pengecekan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jayapura di lapangan, ditemukan ada pengembang yang tidak bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan perumahan.

“Ada dokumen-dokumen UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan) yang sudah ditandatangani oleh pengembangan perumahan di Kabupaten Jayapura. Akan tetapi mereka tidak melakukan sesuai dengan dokumen yang sudah disepakati,” ujarnya.

Salmon Telenggen mengatakan, banyak perumahan di Kabupaten Jayapura yang tidak memiliki saluran air yang baik, dan pengembangan tidak menyiapkan tempat pembuangan sampah di kawasan perumahan, sehingga warga membuang sampah sembarang. Akibatnya, sejumlah kawasan perumahan tergenang air saat hujan.

“Saluran-saluran air [di beberapa kawasan perumahan] itu kecil, sehingga tersumbat. Ini yang ke depan bapak bupati dan bapak wakil bupati, akan tertibkan. Pembangunan [perumahan yang], tidak ramah lingkungan,” ucapnya.

Katanya, pemerintah Kabupaten Jayapura memiliki program untuk lingkungan berkelanjutan. Karena itu, berbagai kegiatan dilakukan oleh pemerintah daerah selama ini. Misalnya pengelolaan sampah, penanaman pohan serta menjaga hutan dan lain-lain.

Sebelumnya, Bupati Jayapura, Yunus Wonda menyoroti pembangunan perumahan di wilayahnya, yang tidak memiliki saluran pembuangan air layak.

Ia mengingatkan para pengembang tidak hanya mengejar keuntungan, tanpa memikirkan keamanan ruang hidup warga.

“Developer jangan hanya cari untung, masyarakat jadi korban. Banyak perumahan tidak punya saluran akhir. Air lari ke mana? Begitu hujan deras, kembali ke rumah warga. Ini harus kita tertibkan,” kata Wonda ketika itu. (*)

Tags: DLH Kabupaten JayapuralingkunganPerumahan
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Sampah
Mamta

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Yahamak
Mamta

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

April 22, 2026
Ulayat
Mamta

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026
Kampung Yobeh
Mamta

Kampung Yobeh masuk dalam pengembangan sanggar budaya di Kabupaten Jayapura

April 16, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara