Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Meepago

Nasib warga tiga kampung di Puncak belum dapat dipastikan

April 19, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
Warga Kembru

Masyarakat Distrik Kembru, Kabupaten Puncak Papua - Tangkapan layar

Jayapura, Jubi – Nasib warga Kampung Kembru, Kampung Nilome, Kampung Makuma, Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah belum dapat dipastikan setelah TNI melakukan operasi militer di wilayah itu, Selasa (14/4/2026).

Sumber Jubi di Kabupaten Puncak, Yumbunik Murib mengatakan, nasib warga di tiga kampung belum dapat dipastikan, sebab pihak TNI belum memberi akses untuk masuk ke sana. Mereka masih menduduki tiga kampung itu, setelah operasi militer di wilayah tersebut awal pekan lalu.

RELATED POSTS

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

Pemprov Papua Tengah bentuk tim tangani korban Puncak

Katanya, warga pun meminta pihak TNI dapat memberi mereka akses ke Kampung Kembru, Kampung Nilome, Kampung Makuma untuk memastikan kondisi masyarakat di sana, dan mengevakuasi apabila ada korban luka atau korban jiwa akibat operasi militer.

“[Militer] tidak memberikan akses kepada masyarakat maupun Palang Merah Indonesia Kabupaten Puncak Jaya, untuk [masuk ke tiga kampung itu dan mengevakuasi apabila ada] korban penembakan dalam operasi militer di sana,” kata Yumbunik Murib kepada Jubi melalui panggilan telepon, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, karena militer menutup akses, warga pun belum dapat memastikan apakah ada korban luka atau warga yang tewas di Kampung Kembru, Kampung Nilome, Kampung Makuma.

Akan tetapi katanya, tidak menutup kemungkinan ada korban jiwa atau warga yang terluka, sebab tiga kampung itu juga menjadi sasaran operasi militer seperti Kampung Tenoti dan Kumikomo.

“Sementara ini jenazah atau korban belum dihitung, bahkan belum bisa pastikan. Namun kalau [ada warga] yang terluka dan masih hidup di hutan, mungkin mereka sudah mati semua ka, karena lapar dan lain sebagainya. Kami belum tahu ini,” ucapnya.

Yumbunik Murib mengatakan, sebelumnya Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menyatakan pemerintah daerah masih akan melakukan penyisiran di beberapa titik atau kampung di Kabupaten Puncak, untuk memastikan tidak ada korban tambahan yang belum terdata.

Pernyataan itu disampaikan Meki Nawipa saat mengunjungi korban luka tembak yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.

“Tapi sampai saat ini belum ada izin dari TNI yang ada di sana. Masyarakat sipil pun belum bisa masuk ke tiga kampung itu untuk melihat situasi dan mengevakuasi apabila ada korban. TNI belum meninggalkan tempat kejadian,” ujarnya.

Katanya, warga Distrik Kembru meminta pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan pihak TNI, untuk mengizinkan akses masuk ke tiga kampung, guna memastikan kondisi masyarakat di sana.

Di sisi lain menurut Yumbunik Murib, masyarakat Distrik Kembru menyayangkan ketidakhadiran Bupati Puncak. Sejak kejadian hingga kini, pimpinan daerah di sana belum turun ke Distrik Kembru, wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Puncak Jaya itu.

Yang datang ke Distrik Kembru justru Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda dan Sekda Puncak, Nenu Tabuni pada Sabtu (18/4/2026).

“Masyarakat Distrik Kembru kecewa karena tidak ada kehadiran bupati dalam duka masyarakat. Setidaknya [bupati] datang melihat kondisi warga dan berbicara langsung dengan mereka,” ucapnya. (*)

Tags: Kabupaten PuncakNasib warga
ShareTweetSendShareShare
Arjuna Pademme

Arjuna Pademme

Related Posts

Pemuda katolik
Meepago

Papua Berdarah: Pemuda Katolik Papua Tengah nyalakan seribu lilin

April 24, 2026
Kabupaten Puncak
Meepago

Ketua DPRK Puncak: Masyarakat ingin investigasi terbuka dan independen

April 22, 2026
Puncak
Meepago

Operasi militer di Puncak: Manusia hingga hewan ditembaki

April 19, 2026
Kabupaten Puncak
Meepago

Pimpinan gereja Katolik sesalkan tewasnya sembilan warga sipil di Puncak

April 18, 2026
Puncak
Meepago

Sembilan warga Puncak dilaporkan tewas tertembak saat operasi militer, salah satunya balita

April 18, 2026
Omaleng
Meepago

Eltinus Omaleng: Kami undang Freeport untuk bahas nasib masyarakat adat

April 8, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Covid-19, RSUD Abepura

RSUD Abepura diminta percepat pembayaran insentif Covid-19

December 20, 2023
Bendungan Sadawarna

Jokowi resmikan Bendungan Sadawarna di Subang

December 27, 2022
Pelabuhan Jayapura, Pas Masuk Pelabuhan

Pelabuhan Jayapura uji coba pembayaran pas masuk pelabuhan dengan e-money 

December 10, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara