Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lapago

Ribuan warga Puncak berdemonstrasi tuntut militer hentikan kekerasan

April 20, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
Puncak

Ribuan masyarakat Puncak menggelar demonstrasi damai di Kantor DPRK Puncak, di Kota Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Senin (20/4/2026) - Dok. Untuk Jubi

Jayapura, Jubi – Ribuan warga Kabupaten Puncak, Papua Tengah bersama organisasi masyarakat dan organisasi pemuda, yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Rakyat Kabupaten Puncak mendesak penghentian kekerasan oleh militer terhadap warga sipil di wilayah itu.

Organisasi masyarakat dan organisasi pemuda yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Rakyat Kabupaten Puncak adalah DPD II KNPI Puncak, FP3, DPC GAMKI, Komcab Pemuda Katolik, DPD GANN, DPC Pemuda Tani, DPD II AMKI, ALMA, KONI, KAPP, Omas DPD Gerakan Rakyat, Pemuda Gereja GKII, dan Pemuda Gereja GKIP se-Kabupaten Puncak.

RELATED POSTS

Polisi bubarkan demonstrasi Solidaritas Peduli Uncen

KNPB apresiasi demonstrasi Solidaritas Mahasiswa Papua yang berlangsung damai

Ribuan pelajar di Deiyai demo tolak Makan Bergizi Gratis

Desakan itu disampaikan lewat demonstrasi damai di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten atau DPRK Puncak, di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, Senin (20/4/2026).

Demonstran menyatakan, konflik bersenjata antara aparat keamanan dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM di Kabupaten Puncak, telah menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan masyarakat sipil, terutama kelompok rentan seperti kaum perempuan dan anak-anak.

Seperti peristiwa yang terjadi di Distrik Pogoma dan Distrik Kembru, saat aparat keamanan melakukan operasi militer di sana pada 13 April 2026 dan 14 April 2026.

Koordinator lapangan atau korlap aksi, Yokim Kum mengatakan warga Puncak bersama Solidaritas Peduli Rakyat Kabupaten Puncak menyatakan, apa yang terjadi di Distrik Pogoma dan Kembru bukan sekadar konflik biasa, karena peristiwa itu menyebabkan krisis kemanusiaan.

“Ini adalah krisis kemanusiaan yang nyata, dan darurat militer. Dengan jatuhnya korban sembilan orang meninggal dan sebagian luka-luka, ini tindakan brutal yang tidak manusiawi kepada rakyat sipil,” kata Yokim Kum dalam keterangan tertulis yang diterima Jubi, Senin (20/4/2026) malam.

Menurutnya, di Distrik Pogama dan Kembru, aparat keamanan melakukan operasi lewat darat dan udara. Mereka menggunakan senjata, helikopter dan melemparkan peledak yang diduga granat ke kawasan permukiman warga. Padahal Distrik Kembru telah ditetapkan sebagai wilayah sipil atau zona pengungsian.

“Namun kekerasan dan [jatuhnya] korban [di] zona pengungsian ini adalah peristiwa tragis. Korban berjatuhan dari masyarakat sipil, termasuk kelompok rentan yaitu perempuan dan anak-anak, serta banyak rakyat tidak tahu apa-apa menjadi korban kekerasan militer,” ucapnya.

Katanya, krisis kemanusiaan di Kabupaten Puncak, khususnya di Distrik Pogama dan Kembru mengakibatkan tidak adanya layanan kesehatan di sana. Evakuasi korban dari beberapa kampung juga terhambat, korban tidak tertangani secara baik dan layak sebagai manusia.

“Ini bukan lagi soal keamanan, ini adalah soal kemanusiaan yang sedang diinjak-injak oleh negara melalui moncong senjata,” ujarnya.

Karenanya lanjut Yokim Kum, masyarakat Puncak bersama Solidaritas Peduli Rakyat Kabupaten Puncak menyatakan sikap bahwa rakyat sipil bukan musuh negara, serta menolak segala bentuk operasi militer yang mengorbankan warga sipil di
Kabupaten Puncak dan seluruh Tanah Papua.

“Kami minta, berikan bantuan kesehatan kepada masyarakat yang menjadi korban serta menuntut militer membuka akses atau memberikan izin bagi masyarakat mengevakuasi korban di beberapa kampung yang belum ada diberikan akses,” ucapnya.

Sementara itu wakil korlap aksi, Elinus Numang mengatakan, pihak juga menuntut TNI-Polri, TPNPB, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta DPRK Puncak segera menentukan, menetapakan dan mengumumkan kepada publik batas radius operasi atau zona bebas bagi masyarakat sipil.

Penentuan zona ini dirasa penting, agar masyarakat sipil dapat hidup dan bebas beraktivitas di wilayah yang ditentukan itu, tanpa gangguan keamanan dari TNI-Polri maupun TPNPB.

“Tetapkan juga zona perang atau wilayah konflik antara kedua kelompok untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil,” kata Elinus Numang.

Elinus Numang menyatakan, pihaknya juga meminta pemerintah pusat dan Panglima TNI, segera menarik kembali aparat keamanan dari setiap pos TNI non organik di pingiran kota maupun dalam kota di Kabupaten Puncak.

Selain itu, pimpinan TNI-Polri dan TPNPB-OPM segera mengevaluasi anggotanya yang melakukan aksi brutal terhadap masyarakat sipil di Distrik Kembru, serta mendesak DPRK Puncak secepatnya membentuk panitia khusus atau Pansus, untuk menginvestigasi kekerasan terhadap warga sipil oleh militer di Distrik Kembru.

“TNI-Polri dan TPNPB segera hentikan konflik yang berakibat pada jatuhnya korban jiwa warga sipil. Presiden Prabowo Subianto hentikan pendropan militer non organik ke Kabupaten Puncak,” ujarnya.

Massa aksi juga mendesak Pemerintah Kabupaten Puncak dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, segera melakukan tindakan pemulihan terhadap warga sipil yang menjadi korban jiwa, korban luka, korban material dan trauma akibat operasi militer di Distrik Pogoma dan Kembru. (*)

Tags: DemonstrasiKekerasan MiliterMasyarakat Puncak
ShareTweetSendShareShare
Arjuna Pademme

Arjuna Pademme

Related Posts

Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Penembakan
Lapago

Warga Puncak Jaya dilaporkan tewas ditembak, Satgas Damai Cartenz: Masuk DPO

April 21, 2026
IMPW
Lapago

IMPW Jayapura tolak pembangunan Mapolda dan perkantoran di tanah Wouma–Wio

April 1, 2026
beras
Lapago

Warga jarah beras bantuan di Keneyam, Nduga

March 28, 2026
Distrik Borme
Lapago

DPRK Pegubin tindaklanjuti aspirasi penolakan pembangunan pos militer

March 27, 2026
Pegubin
Lapago

Mahasiswa, perempuan dan tokoh agama tolak pembangunan pos militer di Pegubin

March 25, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Menteri Peter Tsiamalili Jr

Menteri Peter Tsiamalili Jr bantah lakukan advokasi kemerdekaan Bougainville di New York

September 27, 2023
DPRK

Orang yang terlibat parpol tidak boleh duduk di kursi DPRP dan DPRK pengangkatan

July 23, 2024

Longsor dan banjir di Brazil tewaskan 105 orang

February 18, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara