Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lapago

Kepala Distrik Mugi mediasi, warga minta Pemkab Nduga relokasi Pengungsi

March 4, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: CR-18 - Editor: Angela Flassy
pengungsi

Ibadah alam terbuka karena gereja Pengungsi ditutup Jubi/IST

Wamena, Jubi – Kepala Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Erianus Kogeya menemui warga pemilik tanah Gereja Horeb Elagaima di Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, untuk memediasi sengketa yang berujung pada pemalangan gereja, Selasa (3/3/2025). Pertemuan tersebut dilakukan guna meminta penjelasan resmi sekaligus membuka ruang negosiasi agar persoalan dapat diselesaikan secara damai.

“Kami datang untuk mendengarkan langsung alasan penutupan gereja. Mungkin ada kesalahan dari pengungsi Nduga atau ada dorongan dari pihak lain untuk mengusir pengungsi Nduga,” ujarnya.

RELATED POSTS

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

PGI: Hentikan Kekerasan Bersenjata

Warga jarah beras bantuan di Keneyam, Nduga

Ia menegaskan bahwa pemerintah distrik ingin mencari solusi terbaik agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara damai dan tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

“Jika hal-hal lain menyimpan lalu menjadi alasan menutup gereja di minta sampaikan secara terbuka supaya kami akan berusaha cari jalan keluar, jangan sampai masalah meluas ” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, warga pemilik tanah Distrik Hubikosi, mendesak Pemerintah Kabupaten Nduga bersama tokoh gereja untuk segera mengurus keberadaan warga pengungsi Nduga yang telah tinggal di wilayah tersebut sejak 2018. Kondisi ini dinilai menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat asli.

“Selama bertahun-tahun pengungsi tinggal tanpa perhatian serius dari pihak gereja maupun pemerintah daerah Nduga. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat asli,” kata salah satu tokoh Distrik Hubikosi, Aipan Kossay.

Masyarakat Hubikosi mengaku keberatan atas keberadaan pengungsi karena adanya perbedaan budaya antara masyarakat Nduga dan masyarakat Jayawijaya (Hubula). Perbedaan tersebut memicu ketegangan sosial di lingkungan tersebut, dan dikhawatikan dapat menjadi konflik sosial antar pengungsi dan warga setempat di masa yang akan datang.

Aipan juga menjelaskan aksi pemalangan gereja di wilayah tersebut dilakukan untuk meminta penjelasan kepada penanggungjawab (pihak yang pertama kali membawa) pengungsi Nduga ke Distrik Hubikosi.

“Dia harus datang dan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status serta keberadaan para pengungsi, karena kami anggap keberadaan pengungsi ini ilegal oleh masyarakat karena tidak ada penjelasan resmi kepada kami, warga setempat,” ujar Aipan.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Nduga, koordinator gereja Nduga, Ketua koordinator Jayawijaya serta Klasis Wilayah Tulem untuk segera datang dan memberikan klarifikasi, sekaligus mencarikan lokasi penampungan baru bagi para pengungsi Nduga.

“Kami meminta Pemkab Nduga dan pimpinan gereja datang dan membuat suatu perjanjian yang berisi jaminan bagi kedua pihak, baik warga sipil setempat maupun warga pengungsi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa bentuk jaminan tersebut harus mencakup kepastian dari pemerintah untuk mencarikan tempat relokasi bagi pengungsi, sehingga tidak lagi menimbulkan gesekan dengan warga lokal.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Nduga, Ketua Klasis, serta koordinator gereja baik dari Nduga maupun Jayawijaya segera turun tangan untuk menjelaskan status pengungsi dan mencari solusi yang adil bagi warga pengungsi nduga dan warga penduduk setempat,” katanya. (*)

Tags: Dugaan Pelanggaran HAMKabupaten NdugaPengungsi Nduga
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Penembakan
Lapago

Warga Puncak Jaya dilaporkan tewas ditembak, Satgas Damai Cartenz: Masuk DPO

April 21, 2026
Puncak
Lapago

Ribuan warga Puncak berdemonstrasi tuntut militer hentikan kekerasan

April 20, 2026
IMPW
Lapago

IMPW Jayapura tolak pembangunan Mapolda dan perkantoran di tanah Wouma–Wio

April 1, 2026
beras
Lapago

Warga jarah beras bantuan di Keneyam, Nduga

March 28, 2026
Distrik Borme
Lapago

DPRK Pegubin tindaklanjuti aspirasi penolakan pembangunan pos militer

March 27, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Gempa

Gempa guncang Kabupaten Bandung

September 18, 2024
Gerai

Ichiban Sushi dan Ta Wan buka gerai baru di Jayapura

November 19, 2024
Papua

Pemprov luncurkan kartu mudik gratis sebagai hadiah Natal bagi warga Papua

December 8, 2025

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara