Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Masyarakat Adat Teluk Arguni Fakfak pasang sasi di kapal seismik

February 11, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Adlu Raharusun - Editor: Angela Flassy
sasi

Masyarakat Adat memasang spanduk di Kapal Sesmik di perairan Arguni Fakfak Papua Barat -Jubi-/dok warga

Manokwari, Jubi – Masyarakat Adat Petuanan Raja Arguni Kabupaten Fakfak, Papua Barat memasang Sasi sebagai tanda larangan di laut dan juga Kapal Seismik yang beroperasi mendeteksi potensi Gas di kawasan itu, dipimpin Raja Arguni dan Kepala Kampung, Warga menggunakan perahu motor menuju Kapal Seismik, Selasa (10/2/2026).

Sasi atau dalam adat Penatuanan disebut kerakera, dikenal masyarakat adat sebagai tanda larangan beraktivitas (mengambil hasil laut atau kegiatan lainnya). Sasi juga dilakukan di beberapa daerah lainnya seperti Fakfak, Kaimana, Wondama, Teluk Bintuni hingga Maluku dengan tujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem laut. Sasi dilakukan dengan ritual adat. Di Fakfak, masyarakat adat menggunakan janur kuning sebagai tanda Sasi disertai sirih dan pinang.

RELATED POSTS

Masyarakat adat Malind gugat SK Bupati Merauke di PTUN Jayapura

Perda larangan sudah ada, Wabup Fakfak akui penanganan Minol masih sulit

Akademisi UGM: Dibutuhkan solidaritas lintas kelompok melawan kebijakan PSN

Pemasangan sasi kali ini adalah buntut dari peristiwa sebelumnya, dimana awak kapal Seismik yang melakukan eksplorasi gas di Teluk Arguni, diduga melarang nelayan di kawasan teluk itu untuk beraktivitas. Nelayan yang sedang memancing diminta meninggalkan teluk itu.

Raja Petuanan, Arguni Hanafi Pauspaus mengatakan dirinya tidak tahu maksud dan tujuan aktivitas kapal seismik yang beroperasi di wilayah perairan Arguni, Kabupaten Fakfak, Ia juga menegaskan bahwa hingga kini belum ada sosialisasi resmi kepada pemilik wilayah adat maupun masyarakat setempat.

“Saya juga tidak tahu. Kami dapat informasi sudah ada pertemuan di Kokas, tapi seharusnya perusahaan tahu aturan. Kenapa yang punya wilayah belum tanda tangan, tetapi sudah masuk melakukan aktivitas,” kata Hanafi.

Setelah memasang sasi atau kera-kera sebagai tanda larangan adat, masyarakat adat menyampaikan enam tuntutan kepada pihak perusahaan dan pemerintah. Mereka menegaskan bahwa pemasangan sasi di lokasi tersebut berarti seluruh aktivitas kerja harus dihentikan. Siapa pun yang mencabut sasi dianggap mencederai martabat adat dan akan dikenai denda sebesar Rp5 triliun.

“Masyarakat juga menuntut kejelasan kompensasi bagi nelayan selama aktivitas survei seismik berlangsung,” katanya.

Selain itu, mereka meminta pimpinan BP Berau Ltd bersama jajaran pemerintah daerah datang langsung ke Kampung Raja untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Tuntutan adat lainnya, menurut mereka, akan dibahas dalam forum resmi.

Jika seluruh tuntutan itu tidak diindahkan, masyarakat adat menyatakan akan menghentikan seluruh kegiatan operasi hulu migas dan aktivitas BP Berau Ltd di seluruh wilayah petuanan Raja Arguni.

Raja dan sejumlah tokoh melakukan pertemuan sebelum menuju titik lokasi pemasangan sasi -Jubi/dok warga

Masyarakat minta revisi Amdal

Lembaga Masyarakat Adat atau LMA Mbarmbar di petuanan Raja Arguni Kabupaten Fakfak Papua Barat menyebut Analisis Dampak Lingkungan atau Amdal Perusahan Gas yang akan beroperasi di kawasan Teluk Arguni, ke depan mengekang Nelayan yang bertahun-tahun mengais nafkah di perairan Arguni hingga ke belakang kawasan itu.

Hal ini disampaikan Sekretaris LMA Mbarmbar Kabupaten Fakfak, S. Sarasa kepada media ini Senin (9/2/2026). Dia menegaskan kawasan laut itu sudah menghidupi warga secara turun-temurun namun adanya beberapa poin dalam Amdal yang telah disusun secara tegas mengekang Nelayan.

“Dalam salah satu poin Amdal, Nelayan hanya bisa mencari ikan tiga bulan sekali,” kata Sarasa.

“Kami minta agar dilakukan revisi Amdal yang telah disusun termasuk memasukan poin pengelolaan satu persen oleh masyarakat yang berada di kawasan penghasil,” ujarnya

Menurut dia, kebijakan pembagian hasil atau Dana Bagi Hasil atau DBH yang telah digagas selama ini hanya menguntungkan Pemerintah sedangkan dampak langsung ke masyarakat tidak ada.

“Kami belajar dari pengalaman masyarakat suku di Timika dan juga masyarakat adat di Bintuni, masih tetap miskin sedangkan mereka punya tempat penghasil, kami tidak mau mekanisme DBH yang hanya menguntungkan Pemerintah tapi rakyat tetap miskin,” tegasnya.

Dia mengakui bahwa Amdal telah disusun beberapa kali di tempat berbeda, yakni di Teluk Bintuni kemudian di Fakfak.

“Di bintuni dan terakhir di Fakfak digelar sosialisasi dan kemudian digelar Sidang Amdal,” ucapnya.

sasi
warga Kampung Arguni membawa baki berisi Sorong pinang sebagai simbol adat-Jubi/ dok warga

Kapal seismik dan ancaman bagi keberlanjutan nelayan

Kapal Seismik dengan Tipe Kapal Tunda (Tugboat) Nomor IMO: 9918523, Nomor MMSI: 525101778. Berdasarkan informasi yang dihimpun, TB Anugerah Bersama 17 menjalin kerja sama operasional di sektor energi dan logistik maritim, termasuk dengan PT Elnusa Tbk.

Salah satu usaha PT Elnusa Tbk adalah melakukan kegiatan eksplorasi gas, khususnya dalam bentuk jasa survei seismik untuk mendukung eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di berbagai wilayah Indonesia.

PT Elnusa Tbk diketahui merupakan perusahaan jasa energi terintegrasi dan anak usaha dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE), yang berada di bawah Subholding Upstream PT Pertamina (Persero).

Sekretaris LMA Mbarmbar menyayangkan 5 Kapal Seismik 3D yang beroperasi hingga mengusir nelayan yang melaut di kawasan itu dalam beberapa hari belakangan ini.

“Baru saja dalam beberapa minggu ini, ada 5 kapal, sekitar empat kapal berupa pengamanan sedangkan satu kapal dilengkapi troll yang katanya mendeteksi lokasi gas,” ujarnya.

Arguni memiliki Petuanan (wilayah hukum adat) yang melingkupi beberapa Kampung di sekitarnya yakni, Kampung, Tafer Andamata,Vior, Furir, Darembang, Goras, Otoweri, dan Ughar yang masuk di petuanan raja Arguni. Wilayah ini juga merupakan ibu kota distrik. Total terdapat empat distrik yakni Arguni mbhdandara dan Tomage serta Bomberay.

“Mereka (Nelayan) ini kan sebelum Papua masuk NKRI mereka hidup di laut, dan hasil laut menggunakan sistem barter, hingga menghidupi selama ini,” ujarnya

Lalu kemudian masuk kolonial hingga era raja-raja dimana Raja Arguni memiliki petuanan.

“Kalau begini nelayan akan terancam karena lahan hidup akan dibatasi,” katanya.

Jubi telah berupaya melakukan konfirmasi ke SKK Migas berupa surat dan juga pesan WhatsApp namun belum mendapat tanggapan resmi. (*)

Tags: Kabupaten Fakfakperusahaan gasPSNSasi
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Foto saat IDAI Gelar Skrining Jantung Anak Gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong (23/4/2026).. Ditemukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi - Jubi/ Gamaliel
Domberai

IDAI gelar skrining jantung anak gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong, temukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
e-Sport
Domberai

Cabor E-Sport dan Perbasi sinergi dorong perbaikan KONI Papua Barat

April 24, 2026
Taruna
Domberai

Polisi periksa 12 orang pascainsiden SMK Taruna Kasuari Manokwari

April 23, 2026
SMK Taruna
Domberai

Siswa SMK Taruna Manokwari dianiaya senior, orangtua laporkan ke Polisi

April 24, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

DOB

DOB berikan ruang OAP menduduki jabatan struktural

July 20, 2022
Yapen

Seleksi DPRK Kepulauan Yapen Mekanisme Pengangkatan diproses di tingkat distrik

October 6, 2024
keamanan

Keamanan berperan penting dalam pertumbuhan pariwisata

April 21, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara