Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Animha

AMPERAMADA Papua ajak publik kritis melihat pembangunan di Papua Selatan

nobar dan diskusi 'Pembangunan jalan 138,5 KM untuk siapa?'

March 3, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
Papua Selatan

Suasana nobar dan diskusi Pembangunan Jalan 138,5 KM Untuk Siapa, di Asrama Putri Maros, Padang Bulan, Kota Jayapura, Papua Senin (02/02/2026).

Jayapura, Jubi- Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Lingkungan dan Hak Masyarakat Adat atau AMPERAMADA Papua mengajak publik lebih kritis melihat arah pembangunan di Provinsi Papua Selatan.

AMPERAMADA juga mengajak mendukung upaya langkah hukum yang akan ditempuh masyarakat adat, berkaitan dengan proyek pembangunan yang ‘merampas’ tanah adat mereka.

RELATED POSTS

Presiden didesak perintahkan penghentian pembangunan markas TNI di Biak

LBH Papua kecam aksi cabut Salib Merah di Kampung Nakias, Merauke

Kontraktor Asmat laporkan Pengurus Aspprin dan Direktur PT PBN, dugaan penipuan Rp2,7 M

Masyarakat adat akan mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN Jayapura di Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua pada 5 Maret 2026.

Ajakan lebih kritis melihat arah pembangunan di Papua Selatan dan mendukung upaya hukum masyarakat adat itu, dilakukan AMPERAMADA lewat nonton bareng atau nobar dan diskusi publik berjudul “Pembangunan Jalan 138,5 KM Untuk Siapa?”.

Nobar dan diskusi sebagai bentuk refleksi kritis terhadap proyek pembangunan jalan dari Wanam hingga Muting di Kabupaten Merauke, Papua Selatan tersebut, digelar di Asrama Putri Maros, Padang Bulan, Kota Jayapura, Papua Senin (2/3/2026) malam.

Agenda ini diisi dengan pemutaran sejumlah video terkait masyarakat adat yang terdampak Proyek Strategis Nasional atau PSN di Papua Selatan.

Video itu menceritakan bagaimana masyarakat adat dari Wanam, Wagake, hingga Jagebob di Kabupaten Merauke, Papua Selatan menyampaikan secara langsung penolakan terhadap proyek yang mengancam ruang hidup dan tanah adat mereka.

Aktivis HAM Lingkungan Stenly Dambujai mengatakan, video yang ditayangkan memperlihatkan suara tokoh-tokoh adat seperti Mama Sinta, Ariston Moiwend, serta Vincent Kwipalo.

Mereka menilai proyek tersebut tidak melalui proses sosialisasi yang layak dan tidak melibatkan masyarakat sebagai pemilik hak ulayat.

“Masyarakat merasa tidak pernah diajak bicara. Tiba-tiba alat berat masuk dan melakukan pembongkaran atas nama pembangunan,” kata Stenly Dambujai.

Menurutnya, proyek jalan sepanjang 138,5 kilometer dengan lebar sekira satu kilometer itu, telah mendapat persetujuan melalui Surat Keputusan Bupati Merauke pada 2025.

Jalan tersebut dibangun oleh PT Joling Group dan melintasi sejumlah kampung tanpa negosiasi langsung dengan marga pemilik tanah. Beberapa marga yang terdampak antara lain Kamuyen, Mhuze, Moiwend, Basik-Basik, dan Salohe.

Menurutnya pada Januari 2026, masyarakat adat bersama Solidaritas Merauke telah menyatakan penolakan serta meminta audiensi dengan pemerintah daerah untuk mempertanyakan tujuan pembangunan jalan tersebut.

“Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah atau RTRW Provinsi Papua Selatan belum terdapat pasal yang secara tegas melindungi hak masyarakat adat. Situasi ini membuka ruang terjadinya perampasan hak ulayat melalui kebijakan pembangunan,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Volunteer Greenpeace Base Jayapura, Yustinus Butu  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari “Aksi 135” yang mengajak generasi muda untuk tidak diam melihat situasi di Papua Selatan.

Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari percepatan pembangunan kawasan strategis oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Katanya, Menteri Pekerjaan Umum, Dodi Hanggodo, sebelumnya menyatakan bahwa pembangunan jalan Wanam–Muting bertujuan memperkuat konektivitas wilayah selatan Papua Selatan dan mendukung pusat produksi.

“Namun masyarakat setempat punya kebutuhan utama mereka adalah perlindungan tanah adat, bukan pembangunan infrastruktur berskala besar,” kata Yustinus Butu.

Ia mengatakan, kontrak proyek disebut telah ditandatangani pada 11 Agustus 2025, dengan nilai mencapai Rp4,8 triliun dan melibatkan sejumlah perusahaan konstruksi nasional. Hingga kini, sekira 50 kilometer jalan telah dibuka, dengan rencana tambahan sekitar 85,5 kilometer.

“Jika lebar jalan mencapai satu kilometer, potensi lahan terdampak diperkirakan mencapai 138.500 hektare. Skala pembukaan lahan tersebut sangat besar dan berisiko mengubah bentang alam serta kehidupan sosial masyarakat adat,” ucapnya.

Katanya, masyarakat Wanam melakukan aksi penanaman salib merah sebagai simbol penolakan pada 5 Desember 2025. Ketegangan juga sempat terjadi pada awal 2026, termasuk konflik antar-marga yang dipicu persoalan tanah adat di sekitar proyek tersebut.

Diskusi ditutup dengan seruan solidaritas untuk mengawal hak-hak masyarakat adat, agar pembangunan di Tanah Papua benar-benar berpihak pada rakyat, bukan sebaliknya. (*)

Tags: AMPERAMADA PapuapembangunanProvinsi Papua Selatan
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Pembangunan
Animha

Benarkah proyek pembangunan di Tanah Papua untuk masyarakat

April 21, 2026
PTUN Jayapura
Animha

PTUN Jayapura kembali gelar sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke

April 21, 2026
Merauke
Animha

Penggugat minta pembangunan jalan di Merauke dihentikan selama persidangan

April 14, 2026
Sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke
Animha

Sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke kembali digelar

April 14, 2026
Merauke
Animha

Gugatan masyarakat adat terhadap SK bupati Merauke mulai disidangkan

March 31, 2026
Kamuyen
Animha

Polres Merauke didesak tindaklanjuti laporan penyerangan terhadap marga Kamuyen

March 20, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

DOB

DOB berikan ruang OAP menduduki jabatan struktural

July 20, 2022
Yapen

Seleksi DPRK Kepulauan Yapen Mekanisme Pengangkatan diproses di tingkat distrik

October 6, 2024
keamanan

Keamanan berperan penting dalam pertumbuhan pariwisata

April 21, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara