Nabire, Jubi – Masyarakat di Distrik Napan, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menjerit kekurangan guru di tingkat SD hingga SMA. Ketua Bamuskam, Welem Sayori, menegaskan fasilitas dasar seperti rumah guru nyaris tak tersentuh pembangunan sejak 1992, membuat tenaga pendidik enggan bertahan di daerah itu.
“Sebenarnya anak-anak butuh pendidikan, tapi kalau guru-guru mau datang tinggal di mana? Itu yang menjadi persoalan yang dialami saat ini,” kata Sayori kepada Jubi di Kampung Napan pada Rabu (10/9/2025).
Tokoh Masyarakat, Welem Sayori prihatin dengan mutu pendidikan di Distrik Napan. Guru-guru yang berkompeten tidak ada, sedangkan guru honor yang diambil menjadi tenaga pengajar merupakan warga masyarakat kampung untuk sekadar memenuhi kebutuhan agar aktivitas sekolah tetap jalan.
“Memang tidak ada, tapi kami maklumi sekalipun demikian anak-anak kami masih bisa bantu. Tapi kami mohon kepada pemerintah datangkan guru-guru sehingga dia bisa dapat mengajarkan anak-anak kami secara baik. Ini yang membuat pendidikan di Napan jauh ketinggalan. Baik itu di guru-guru honor TK, SD Inpres SD YPK Elim Napan SMP, SMA semua kekurangan guru,” katanya.
Menurutnya permintaan itu sudah berulang kali disampaikan, namun tidak terjawab juga hingga saat ini.
Ketua Bamuskam memberi contoh Kepala Sekolah SD YPK Elim Napan saat ini adalah pensiunan guru yang kini dipekerjakan kembali dengan status tenaga honorer. Ia berharap dengan terbentuk Papua Tengah, rentang kendali lebih dekat, sehingga ada perhatian khusus pada pendidikan di distrik yang tertua ini di Kabupaten Nabire.
“Jadi kami harapkan kepada pemerintah daerah, tapi juga kepada pemerintah provinsi Papua Tengah untuk dapat memperhatikan kami sedikit. Apalagi khusus kepada anak kami, Pak Mesak Magai dan Meki Nawipa tolong perhatikan kami. Dari Bapak Sayori Wilem, saya mohon,” ujarnya dengan nada bergetar.

Kepala SD YPK Elim Napan, Afrida Matina mengaku dirinya sudah pensiun tapi karena kepeduliannya terhadap pendidikan anak-anak kampung ia aktif mengajar kembali. Ia meminta tolong dinas pendidikan baik provinsi maupun kabupaten Nabire untuk memperhatikan tenaga pendidik juga bangunan sekolah di distrik distrik seperti Napan Wapoga dan juga Mora.
“Sekolah di pesisir pantai terutama sekolah yayasan tidak diperhatikan, baik tenaga pengajar juga tempat tinggal guru. Untuk itu saya berpesan untuk SD YPK Elim napan adalah SD yang pertama di Kabupaten Nabire yang melahirkan SD SD yang lain di pesisir,” ujarnya.
Afrida mengatakan sebagai guru honor ia dibayar setahun sekali, sebesar Rp3 juta/tahun. “kalau dihitung tiap bulan hanya terima Rp500 ribu,” katanya.
“Pemerintah tolong lihat kondisi pendidikan di tempat kami. Kami juga butuh buku kurikulum merdeka belajar. Kami tidak punya perpustakaan jadi kantor itu saja kami pake sekaligus perpustakaan. Jadi pak bupati dan gubernur tolong lihat pendidikan di Napan,” katanya dengan penuh harapan.
Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Papua Tengah Petrus Izaach Suripatty mengatakan bahwa untuk pendidikan ini khusus ini sudah menjadi catatan baginya. Apalagi di daerah tersebut adalah Dapilnya. Katanya hal pendidikan memang sudan dimasukkan dalam pokok-pokok pikiran atau pokir dan baru saja beberapa lalu di pimpinan DPR baru saja menerima ada 10 usulan perdasi dan perdasus.
“Perdasi dan Perdasus salah satunya itu adalah tentang sekolah atau pendidikan Yayasan Yayasan Yang akan kita godok itu menjadi perdasi dan perdasus yayasan-yayasan yang pioner untuk pendidikan di Papua Tengah. Seperti YPK Pasti termasuk lah dengan beberapa Yayasan Pendidikan itu sudah masuk dalam perda inisiatif DPR,” katanya.
Ia menambahkan 10 draft Perdasi dan Perdasus itu sudah menerima dari kajian akademiknya dan naskah itu dari sekolah tinggi hukum di Timika. Kalau perdasi ini sudah ada artinya ada peraturan daerah provinsi sudah menjadi payung hukum sehingga YPK dan Yayasan Pendidikan lainnya tidak lagi menjadi anak tiri ini.
“Menyangkut pendidikan saya pikir juga sama di beberapa Distrik yang lain. Memang di DPRD punya poker sangat banyak tapi kami akan kita akan mengawal itu semaksimal mungkin,” ujarnya. (*)











Discussion about this post