Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Headline

GKI Tanah Papua tolak pembangunan batalyon dan bandar antariksa, Dewan Adat Byak akan gelar Peradilan Adat

February 5, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Victor Mambor
Gereja

Suasana aksi damai pimpinan gereja bersama umat menolak pembangunan Batalyon TNI di Biak Papua pada Rabu (4/2/2026) - IST

Nabire, Jubi – Gereja Kristen Injili (GKI) Tanah Papua bersama masyarakat adat Suku Byak, Denominasi Gereja, Dewan Adat, Tokoh Pemuda dan elemen-elemen perjuangan dan akar rumput di atas Tanah Papua bersama turun jalan menggelar aksi damai menyampaikan seruan moral yang menolak segala kebijakan negara oleh Presiden Prabowo Subianto yang mengorbankan masyarakat adat serta merusak alam di Tanah Tapua. Aksi seruan moral itu berlangsung di Kantor DPRK Biak, Jl. Mandouw, Brambaken, Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor, Papua pada Rabu (4/2/2025).

Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten atau DPRK Biak Numfor menerima ratusan masa aksi seruan moral itu di kantornya dan memberikan ruang untuk sejumlah pihak menyampaikan aspirasi secara bergantian mulai dari masyarakat adat, pemuda, tokoh adat, tokoh perempuan serta kepada pimpinan gereja.

RELATED POSTS

Pendekatan militer tak bisa mengakhiri konflik di Tanah Papua

KNPI Jayawijaya pastikan informasi penambahan pasukan ke Ibele

Pemerintah distrik dan masyarakat Teraplu tolak kehadiran TNI

Badan Pekerja Sinode GKI Tanah Papua, anggota Wilayah III Biak Numfor Supiori, Pendeta Michael M. Kapisa, M.Si, Th menjelaskan pihaknya bersuara terhadap kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang telah menjadikan Papua sebagai basis kebijakan Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), Sawit dan Penempatan Batalion kesatuan TNI di seluruh Tanah Papua tanpa menghargai harkat dan martabat umat atau masyarakat adat yang ada di atas Tanah Papua.

“Kami bersuara bersama teman-teman kami, saudara-saudara kami di Merauke yang hari ini tanah dan hutan seluas dua juta hektare yang di gusur. Hal yang sama terjadi Bintuni Papua Barat, di Sorong, Sorong Raya, Papua Barat Daya, bahkan sampai di Yapen Waropen, yang menimbulkan keresahan yang mendalam bersama dengan Biak Numfor dan Supiori Papua yang di jadikan pangkalan militer,” ujar Pendeta Michael Kapisa.

Pendeta Michael Kapisa mengatakan secara khusus di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori itu tanah dan hutan di ambil secara sepihak untuk kepentingan pembangunan batalion dan bandara antriksa. Menurutnya ini bentuk perampasan Hak Masyarakat Adat.

“Dengan tindakan semena-mena ini, Pemerintah Indonesia sedang melakukan pembunuhan generasi Suku Byak di atas Tanah dan Hutan Adat mereka yang diberikan oleh Tuhan Allah diatas tanah dan negerinya sendiri,” katanya

Rapat
Suasana di Ruang Rapat DPRK Biak Numfor, saat pimpinan Gereja sampai pernyataan sikap di Biak, Papua pada Rabu (4/2/2026) – IST

Ia menambahkan berdasarkan permasalahan diatas, maka hari ini GKI Di Tanah Papua melalui Sinode GKI menyerukan dalam solidaritas bersama dengan seluruh Denominasi Gereja, Dewan Adat, Tokoh Pemuda dan elemen-elemen perjuangan yang ada di Tanah Papua dan seluruh masyarakat akar rumput di atas Tanah Papua mengambil sikap untuk mempertahankan tanah dan negerinya.

Koordinator Aksi, Pendeta Jhon Baransano, S.Si menyampaikan sejumlah poin pernyataan sikap yang menegaskan bahwa “Papua Bukan Tanah kosong”. Dari Sorong sampai Merauke bukan tanah kosong, Biak bukan pulau kosong, Supiori bukan pulau kosong.

“Meminta kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, untuk menghentikan menanaman sawit di seluruh Tanah Papua dan militerisme. Kami menolak dengan tegas pembagunan Batalyon 858 TP Makmakerbo, Batalyon 859 Supiori dan meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk mengevaluasi ulang pembangunan Bandar Antariksa Warbon,” ujarnya.

Pendeta Jhon Baransano menuturkan pihaknya meminta negara menghargai Masyarakat Adat Papua di seluruh Tanah Papua di atas tanahnya sendiri. Katanya gereja bersama rakyat Papua menolak pengambilan tanah adat secara sepihak di atas tanah air pulau Biak, oleh pihak TNI atas nama negara.

“[Kami] meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor dan DPRK Biak Numfor untuk memfasilitasi Tim Aspirasi saat untuk menyampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui Wakil Presiden, Panglima TNI, DPR RI dan DPD RI,” ujar Pendeta Baransano.

@jubinews

Pada tanggal 4 Februari 2026, di Biak, Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua bersama masyakat adat Byak melakukan aksi penolakan pengmbil alihan tanah dan hutan rakyat Papua secara sepihak untuk kepentingan pembangunan batalyon dan bandara antariksa di Biak. Mereka mengatakan bahwa pengambil alihan secara sepihak tersebut adalah perampasan hak masyarakat adat dan pembunuhan generasi suku Byak di atas tanah dan hutan adat mereka. #Papua #Indonesia #PapuanLivesMatter #westpapua #papuabukantanahkosong #indigenousknowledge #indigenouspeoples #gkitanahpapua #perampasantanahadat

♬ original sound – RedaksiJUBITV – RedaksiJUBITV

Pendeta Baransano menyampaikan pihaknya juga meminta kepada Dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengintervensi Kebijakan Pemerintah Republik Indonesia, sesuai dengan Pasal PBB, tentang Deklarasi Masyarakat Adat, Tahun 2007, Pasal 25 dan 26, ayat 1, 2 dan 3. Dan meminta kepada Dewan Gereja – Gereja Se – Dunia, untuk mengintervensi seluruh persoalan yang ada di Tanah Papua.

“Seruan aksi dan pernyataan sikap ini kami suarakan dan menandatanganinya sebagai seruan moral bahwa kami merasa orang Papua dari Sorong sampai Merauke yang hutan dan lautnya harus di jaga dan dihargai,” ujarnya.

Ketua Dewan Adat Suku Byak Apolos Sroyer mengatakan pihaknya juga turut serta dalam seruan moral tersebut. Bahwa pada prinsipnya Dewan Adat suku Byak sangat menolak pembangunan batalyon maupun bandara antariksa di Pulau Biak.

“Kami menolak segala bentuk kebijakan yang mengorbankan kami masyarakat adat. Kami punya tanah tapi digusur, kami punya tempat tapi tidak menganggap kami. Jadi kami masyarakat terus berjuang untuk pertahankan Tanah dan Pulau kami,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa aksi seruan tersebut semua disampaikan kepada Pimpinan DPRK dan mereka menerima aspirasinya. Katanya DPR juga meminta kepada pihak Dewan Adat Suku Byak melakukan peradilan adat yang nantinya keputusannya di sampaikan lagi ke DPR untuk ditindaklanjuti bersama.

“Dalam waktu dekat kami akan lakukan peradilan adat. DPR dorong tunggu kita lakukan peradilan adat. Nanti dari hasil keputusan di sampaikan supaya DPR bentuk pansus untuk kawal aspirasinya penolakan ini,” katanya. (*)

Tags: Adatbandar antariksaBiakGKIMiliter
ShareTweetSendShareShare
Victor Mambor

Victor Mambor

Related Posts

Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi
Indepth Story

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
Jayapura
Headline

Kehangatan Peta dan kegembiraan “anak kaleng” saat hari raya di Jayapura

March 18, 2026
Kuasa hukum
Saireri

KPU Waropen digugat kuasa hukumnya, diduga lakukan wanprestasi

February 23, 2026
SHEK
Headline

Velix Wanggai : Perlu Desain Ulang Peran Freeport untuk Tanah Papua

February 22, 2026
OPD
Saireri

Bupati ajak seluruh OPD jaga kebersihan lingkungan di Waropen

February 20, 2026
Topeng roh Doro
Headline

Time for Papua : Jejak Orang Asli Papua di komunitas global sejak puluhan ribu tahun lalu ada di Leiden, Belanda

February 26, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Penny Wong

Menlu Penny Wong berkunjung ke Samoa dan Tonga

June 3, 2022
Jayapura

Empat distributor di Kota Jayapura intens mengirim ikan tuna ke Jepang

June 19, 2023
Kabupaten Jayapura

Bapemperda DPRD Kabupaten Jayapura siap evaluasi semua produk hukum yang ditetapkan

June 21, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara