Nabire, Jubi – Sejumlah nelayan masih menggunakan cara-cara ilegal saat menangkap ikan, seperti menggunakan bom di laut. Perilaku semacam itu merusak dan menghancurkan ekosistem laut. Polisi Perairan atau Polairud diminta untuk bertindak tegas.
Hal itu dikatakan Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP, Peter Warobay dalam Hearing dialog DPR bersama masyarakat nelayan di Pantai Jesbri, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Jumat (10/10/2025).
Peter Warobay yang merupakan Anggota DPR Papua Tengah Dapil Nabire menjelaskan, di Pantai Labani, Samabusa terdapat dua kapal Fiber yang selalu membuang bom di kepulauan Auri. Ia mempertanyakan pengawasan Polairud di wilayah tersebut. Baginya perilaku ini merusak taman laut nasional.
“Bom itu merusak ekosistem Laut seperti terumbu karang dan mematikan harga nelayan-nelayan biasa. saya minta kepada Polairud untuk ditindak tegas orangnya, kalau tidak nanti saya tangkap kasih ke bapak dorang,” ujarnya.
Ia mengaku melihat secara langsung perilaku para nelayan yang membawa ikan dalam jumlahnya banyak hasil dari penggunaan bom ikan. Setiap nelayan bisa membedakan ikan mancing, ikan hasil menyelam, ikan jaring, dan ikan hasil bom.
Ketua Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia atau HMNI Papua Tengah Arnold Jimison Warai mengatakan cara-cara menangkap ikan dengan membuang bom di laut itu merusak ekosistem Laut. Akibatnya, terumbu karang hancur, benih-benih ikan mati, dan ikan-ikan yang mesti ditangkap dengan baik itu mereka buat kacau.
“Akhirnya membuat para nelayan cari ikan juga agak susah. Akibat dari pake bom juga itu mengusir ikan-ikan dan bibit ikan mati,” ujarnya.
Ia meminta kepada Polairud mesti jeli dan mengadakan patroli laut secara khusus di perairan kabupaten Nabire. Banyak nelayan yang mengeluh juga karena dampaknya dialami nelayan pada penangkapan ikan menurun dan harga ikan.
Direktur Polisi Perairan atau Dirpolairud, Kombes Pol Mas Anton mengatakan pihaknya sudah mendapatkan informasi tersebut yang dikeluhkan masyarakat nelayan, namun direktorat Polairud masih ada sarana prasarana sehingga pihaknya akan tekanan pada Polres jajaran terutama yang ada di Nabire.
“Tetap kita atensi dan kami berterimakasih sekali karena masyarakat nelayan sudah sampaikan. Kita sudah deteksi itu sehingga saya akan perintahkan anggota saya untuk mendalami itu. Tetapi kami akan akomodir aspirasi masyarakat itu,” ujarnya.(*)











Discussion about this post