Nabire, Jubi – Pelaksana Tugas atau Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nabire, Yermias Degei mengatakan pihak PT. Telkom Indonesia atau Persero Tbk Telkom saat ini tengah melakukan langkah percepatan pemulihan sistem komunikasi kabel laut Sulawesi–Maluku–Papua Cable System ruas Sorong–Merauke yang mengalami gangguan jaringan internet di sejumlah daerah di Tanah Papua.
“Proses ini membutuhkan waktu mengingat kondisi geografis serta teknis Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku–Papua Cable System ruas Sorong–Merauke,” ujar Plt Kadis Kominfo Nabire Yermias Degei di Nabire, Papua Tengah pada Jumat (22/8/2015). Menyikapi Gangguan jaringan internet yang meresahkan masyarakat Nabire dan Papua secara umum.
Ia mengatakan gangguan jaringan internet ini terjadi pada Sabtu (16/8/2025) tersebut merupakan faktor non-teknis atau kondisi alam yang terjadi di luar kendali manusia.
Pihaknya sedang dan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama pihak Telkom serta menyampaikan perkembangan informasi terbaru kepada masyarakat apabila ada update resmi dari penyelenggara jaringan Internet.
“Gangguan internet itu dilaporkan akibat double shunt fault di dua titik yaitu titik Sorong dan Merauke dengan kedalaman laut antara 50 hingga 500 meter. Dan terjadi gangguan Sistem Komunikasi Kabel Laut Sulawesi, Maluku, Papua Cable System(SKKL SMPCS) ruas Sorong–Merauke,” kaya Degei.
Plt Kadis Kominfo Nabire itu mengatakan sejak terjadi gangguan tersebut tak berselang lama, pihaknya banyak menerima pengaduan dan pertanyaan serta keluhan dari masyarakat terkait gangguan jaringan internet yang saat ini terjadi di wilayah Kabupaten Nabire dan secara umum di Tanah Papua.
“Berkenan itu, kami memahami bahwa internet saat ini sudah menjadi kebutuhan vital dalam aktivitas masyarakat, baik untuk komunikasi, pendidikan, pelayanan publik, maupun kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, kita sama-sama merasakan langsung dampak dari gangguan yang sedang terjadi ini juga,” katanya.
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Papua Tengah, Petrus Izaach Suripatty mempertanyakan teknologi dan kualitas kabel internet yang dipergunakan di Papua. Ia juga mempertanyakan teknologi dan peralatan yang digunakan di Papua.
“Ini sebenarnya kemampuan seperti apa, atau teknologi yang macam bagaimana? Bisa terjadi seperti itu. Tidak salah juga kalau ada yang menganggap kabel internet ke Papua yang kasih itu kabel-kabel bekas atau kabel yang berkualitas rendah,” ujar Petrus pada Selasa (19/8/2025).
Petrus menyatakan bahwa turut prihatin atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh warga Kota Nabire, akibat gangguan internet ini.
“Bagaimana sih dengan satelit-satelit yang banyak katanya berseliweran di angkasa ini. Apakah dia tidak mampu menghandle ka?” katanya.(*)











Discussion about this post