Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Menolak Lupa: 24 Tahun Hilangnya Aristoteles Masoka, Luka Tak Sembuh di Tanah Papua

November 10, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Alberth Yomo
Tanah papua

Sketsa gambar Aristotes Masoka dan Theys Eluay

Jayapura, Jubi — Dua puluh empat tahun sudah berlalu sejak malam kelam 10 November 2001 — malam ketika Pimpinan Besar Bangsa Papua, Theys Hiyo Eluay, diculik dan dibunuh setelah menghadiri perayaan Hari Pahlawan di Markas Kopassus Hanurata, Hamadi. Namun, hingga hari ini, sopir pribadinya, Aristoteles Masoka, belum pernah ditemukan — hidup atau mati.

Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua (KPHHP) dalam siaran pers bertajuk “Menolak Lupa 24 Tahun Tindakan Penghilangan Paksa terhadap Aristoteles Masoka” mendesak Presiden Republik Indonesia memerintahkan Panglima TNI untuk memastikan dan mengumumkan keberadaan Aristoteles.

RELATED POSTS

Tanggapi aksi FMRP, Kepala Kesbangpol: Pemindahan makam Theys permintaan keluarga

Makam Theys adalah ‘monumen’ memoria passionis rakyat Papua, harus dilindungi

Polisi sebut penggunaan gas air mata di Kampus USTJ sudah sesuai SOP

“Selama 24 tahun, negara belum mampu menjelaskan di mana Aristoteles. Padahal hukum jelas menyebut, penghilangan paksa adalah kejahatan terhadap kemanusiaan,” tulis koalisi melalui siaran persnya yang diterima Jubi.id, Senin (10/11/2025).

Malam Gelap di Hamadi dan Hilangnya Aristoteles

Menurut catatan sejarah, Aristoteles adalah sopir pribadi Theys Hiyo Eluay — Ketua Presidium Dewan Papua (PDP). Ia terakhir terlihat bersama Theys pada malam 10 November 2001, usai perayaan di Markas Kopassus. Keesokan paginya, jenazah Theys ditemukan di Koya Tengah, dekat perbatasan Papua Nugini, sementara Aristoteles lenyap tanpa jejak.

Meski Pengadilan Militer telah menjatuhkan hukuman terhadap para anggota Kopassus yang terbukti bersalah atas pembunuhan Theys, kasus hilangnya Aristoteles tak pernah disidangkan. Tidak satu pun pelaku ditetapkan sebagai tersangka penghilangan paksa.

KPHHP menegaskan, tindakan ini melanggar Pasal 9 huruf i Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, yang menyebut penghilangan orang secara paksa sebagai bagian dari kejahatan terhadap kemanusiaan.

Jeritan Keluarga yang Tak Didengar

Dalam wawancara media pada tahun 2016, Yonas Masoka, ayah kandung Aristoteles, masih menyimpan luka yang sama.

“Sudah 15 tahun negara menghilangkan anak saya dan diam seribu bahasa. Tidak ada perhatian dari presiden ke presiden,” ujar Yonas kala itu di Kantor Elsham Papua.

“Pembunuhan terhadap Theys dan penghilangan Aristoteles itu sudah terencana.”

Kini, hampir sepuluh tahun setelah pernyataan itu, penantian keluarga Masoka masih tanpa jawaban. Tidak ada kepastian, tidak ada makam untuk diziarahi, tidak ada kabar yang menenangkan hati orang tua yang renta.

Pertanyaan yang Tak Pernah Dijawab

Komnas HAM Papua, melalui pernyataan Frits Ramandey pada 2018, sempat menyoroti kejanggalan kasus ini. Ia mempertanyakan mengapa Mahkamah Militer tidak meminta keterangan lebih lanjut dari para pelaku yang terbukti berinteraksi langsung dengan Aristoteles pada malam kejadian.

“Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), para tersangka sempat berinteraksi dengan Aristoteles sejak dari markas Kopassus hingga di Skyland. Seharusnya dari situ Mahkamah Militer bisa menelusuri keberadaan Aristoteles,” kata Ramandey.

Sementara itu, Komnas HAM RI melalui Otto Nur Abdullah pada 2014 telah menyatakan akan membuka kembali kasus pembunuhan Theys dan penghilangan Aristoteles. Namun hingga kini, belum ada hasil konkret dari proses tersebut.

Tuntutan Hukum dan Kemanusiaan

Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua — yang terdiri dari LBH Papua, PAHAM Papua, ALDP, SKPKC Sinode Tanah Papua, JPIC OFM Papua, Elsham Papua, Yadupa, YLBHI, LBH Papua Merauke, LBH Papua Pos Sorong, Kontras Papua, dan Tong Pu Ruang Aman — menegaskan tiga tuntutan utama:

  1. Presiden RI harus memerintahkan Panglima TNI memastikan dan menyebutkan keberadaan Aristoteles Masoka yang hilang sejak 10 November 2001.
  2. Menteri Hukum dan HAM RI menjamin pemenuhan hak atas keadilan bagi keluarga korban.
  3. Komnas HAM RI segera membentuk tim investigasi independen untuk membuka kembali kasus pembunuhan Theys Eluay dan hilangnya Aristoteles Masoka.

Koalisi mengutip Pasal 100 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM yang menegaskan hak setiap warga negara dan organisasi untuk berpartisipasi dalam perlindungan dan penegakan hak asasi manusia.

Menolak Lupa di Tanah Air yang Belum Damai

Lebih dari dua dekade sejak Theys dan Aristoteles dibungkam, luka Papua belum sembuh. Kasus ini bukan hanya tentang satu nyawa yang hilang, melainkan tentang hak atas kebenaran dan keadilan yang terus diingkari.

Dalam konteks politik dan kemanusiaan Papua hari ini — ketika kekerasan, impunitas, dan pengabaian HAM masih berlangsung — nama Aristoteles Masoka menjelma menjadi simbol dari semua orang Papua yang hilang tanpa jejak.

“Menolak lupa berarti menolak tunduk pada ketidakadilan,” ujar perwakilan KPHHP dalam siaran persnya. “Negara boleh diam, tetapi sejarah tidak akan berhenti mencatat.”

Kasus hilangnya Aristoteles Masoka adalah cermin bagaimana negara memperlakukan warganya yang menuntut hak dan martabat. Bagi Papua, ia bukan sekadar sopir — ia adalah saksi sejarah yang dihilangkan bersama kebenaran.

Dan bagi Indonesia, selama Aristoteles belum ditemukan, kemerdekaan dan kemanusiaan di Tanah Papua tetap belum utuh. (*)

Tags: Aristoteles MasokaHari PahlawanTheys Hiyo Eluay
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Komnas
Rilis Pers

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

April 25, 2026
The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim
Rilis Pers

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

April 25, 2026
WWF
Rilis Pers

Hari Bumi: WWF Program Papua dorong aksi selamatkan bumi

April 25, 2026
AlDP
Rilis Pers

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

April 22, 2026
GMKI
Rilis Pers

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

April 22, 2026
PGI
Rilis Pers

PGI: Hentikan Kekerasan Bersenjata

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Pedagang melayani pembeli bungkus ketupat jelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Paldam, Jayapura, Papua, Minggu (1/5/2022) / (ANTARA/GUSTI TANATI)

Sebentuk toleransi dari seikat ketupat

April 11, 2024
Migrasi Penduduk dari Luar Papua

Dewan Adat Papua: Migrasi ke Tanah Papua harus dibatasi

May 14, 2022
Sinak Papua

Senjata anggota TNI di Sinak hilang, anak-anak ditangkap, satu dikabarkan meninggal dunia

February 27, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara