Sentani, Jubi – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Abdul Hamid Tofir, menyatakan bahwa wacana pemindahan makam Dortheys Hiyo Eluay berasal dari permintaan pihak keluarga. Pernyataan itu disampaikan Hamid Tofir meneruskan pesan dari Penjabat Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo, yang tidak bisa hadir menemui massa aksi ‘Front Mahasiswa dan Rakyat Papua’ yang menolak pemindahan makam Theys Eluay.
Massa memegang poster foto mendiang Theys, beberapa lainnya memegang spanduk yang bertuliskan ‘Front Mahasiswa dan Rakyat Papua Menolak Wacana Pemindahan Makam Dorheys H. Eluay’.
“Saya mau ingatkan, sebelum Theys mati dia bilang: ‘ketika saya ke Surga, kalau ada orang Indonesia disana, lebih baik saya akan lari ke Neraka. Kalau ditanya kenapa? Saya akan jawab, saya tidak mau dijajah lagi di Surga’. Dia bilang, dia akan lari dari surga ke neraka bukan pemindahan makam mendiang Theys ke pemakaman umum,” katanya sembari menirukan ucapan Theys.

“Dalam struktur sosial masyarakat adat Tabi itu, Theys sebagai Ondofolo. Ondofolo itu patut dihargai oleh seluruh rakyat, karena itu pemindahan makam sewenang-wenang merupakan tindakan merendahkan harkat dan martabat pimpinan Presidium Dewan Papua itu,” ujarnya.
“Kami tolak pemindahan makam Theys Eluay titik. Dengan alasan menata tata kota sentani, menurut kami tidak masuk akal karena masih banyak yang perlu dibenahi seperti pasar mama-mama Papua yang jualan di jalan-jalan atau jalan rusak, dan sebagainya,” kata Korlap aksi itu.
“Kami harap pemerintah memikirkan persoalan yang lebih besar, dan jangan hal-hal yang tidak perlu pemerintah pikirkan begitu. Kasi tinggal makam itu disitu, itu dia punya tempat dan tanahnya Theys Hiyo Eluay,” katanya.
“Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam hal ini Pj Bupati tidak berniat, tidak punya kepentingan, dan tidak punya kebijakan sendiri memindahkan makam almarhum Theys Eluay. Tetapi permintaan dan lain sebagainya itu bisa dikomunikasikan langsung dengan putra-putri dan anak-anak dari Theys Eluay. Jadi pemindahan makam itu bukan dari kami, ya ini perlu dipahami dengan baik,” ujar Abdul Hamid Tofir.
“Kami atas nama pemerintah menerima apa yang menjadi aspirasi hari ini. Dan aspirasi penolakan makam Theys itu akan diteruskan kepada pimpinan dalam ini Pj Bupati Kabupaten Jayapura,” lanjutnya.











Discussion about this post