Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Masyarakat adat Sorong Selatan mendata keanekaragaman hayati hutan ulayatnya

February 9, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Aryo Wisanggeni G
Perwakilan kaum muda dari empat sub-suku Gemna, Afsya, Nakna, serta Yaben, di Distrik Konda, Sorong Selatan, didamping Dosen Program Studi Biologi UNIPA, Rawati Panjaitan saat mengikuti peningkatan kapasitas keanekaragaman hayati pada Jumat, 7 Februari 2025. (Konservasi Indonesia/Rens Lewerissa)

Perwakilan kaum muda dari empat sub-suku Gemna, Afsya, Nakna, serta Yaben, di Distrik Konda, Sorong Selatan, didamping Dosen Program Studi Biologi UNIPA, Rawati Panjaitan saat mengikuti peningkatan kapasitas keanekaragaman hayati pada Jumat, 7 Februari 2025. (Konservasi Indonesia/Rens Lewerissa)

Jayapura, Jubi – Konservasi Indonesia bersama akademisi Universitas Papua, dan komunitas masyarakat adat Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, melakukan pengamatan burung (birdwatching). Melalui kegiatan itu, masyarakat adat setempat mempelajari metode pendataan keanekaragaman hayati hutan ulayat Distrik Konda yang telah didaftarkan untuk mendapat pengakuan hutan adat dari pemerintah.

Pengamatan burung itu berlangsung pada 6-8 Februari 2025. Kegiatan itu diikuti oleh perwakilan kaum muda dari empat sub-suku masyarakat adat di Distrik Konda. Keempat sub-suku itu adalah dari empat sub-suku Gemna, Afsya, Nakna, serta Yaben.

RELATED POSTS

Eltinus Omaleng: Kami undang Freeport untuk bahas nasib masyarakat adat

Masyarakat adat Malind gugat SK Bupati Merauke di PTUN Jayapura

Tanah Papua di antara oligarki, ilusi hijau, investasi, dan kehancuran ekologis

Koordinator Lapangan Konservasi Indonesia (KI) di Sorong Selatan, Raimer Helweldery menjelaskan pelatihan pengamatan burung itu memberi masyarakat adat pengetahuan tentang metode pengambilan data dan pemantauan keanekaragaman hayati di hutan adat mereka. Kegiatan itu juga meningkatkan keterampilan teknis masyarakat adat dalam menggunakan alat pemantauan burung, kupu-kupu, dan hewan melata.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam menciptakan generasi muda Distrik Konda yang memiliki keahlian dalam bidang konservasi. Pembekalan kapasitas berupa pengetahuan dasar mengenai keanekaragaman hayati, survei, dan monitoring data yang diambil. Kegiatan itu [merupakan] cara untuk meningkatkan semangat masyarakat adat dalam memahami kekayaan yang dimiliki alamnya,” ujar Raimer, sebagaimana dikutip dari keterangan pers Konservasi Indonesia pada Minggu (9/2/2025).

Masyarakat adat yang mendiami Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya tengah menanti pengesahan Surat Keputusan Hutan Adat dari pemerintahan baru. Hutan ulayat sub-suku Gemna, Afsya, Nakna, serta Yaben itu telah diverifikasi obyek dan subyek pemilik haknya pada Oktober 2024.

Menurut Raimer, selama kegiatan itu fasilitator ahli dari Konservasi Indonesia, akademi Universitas Papua, dan komunitas pemantau burung menerapkan pendekatan partisipatif dalam mengamati dan mengidentifikasi berbagai jenis burung di hutan adat Distrik Konda. Mereka melakukan praktik di lapangan, diskusi kelompok, serta simulasi pengambilan data dengan GPS dan camera trap (kamera yang dilengkapi sensor gerak atau infra merah).

Pendampingan terhadap masyarakat adat itu bertujuan untuk mengembangkan kapasitas masyarakat adat agar mampu mengelola hutan secara mandiri setelah hutan ulayat mereka mendapat SK Pengesahan Hutan Adat.

“Generasi muda yang mengikuti pelatihan ini diharapkan menjadi motor penggerak sebagai tim patroli dan monitoring dalam perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan hutan adat mereka. Semakin meningkatnya kapasitas masyarakat adat dalam pengelolaan kawasan hutan, Distrik Konda bisa berpotensi menjadi contoh sukses dalam pelestarian lingkungan berbasis masyarakat,” kata Raimer.

Dosen Program Studi Biologi Universitas Papua, Keliopas Krey, yang menjadi fasilitator survei herpetofauna atau pengidentifikasian hewan amfibi dan reptil menilai perwakilan masyarakat adat mengikuti kegiatan itu dengan antusias. Mereka tidak hanya aktif dalam kegiatan pengamatan dan identifikasi spesies, tetapi juga turut melakukan pencatatan data dengan metode sederhana.

“Saya melihat tidak ada tentangan dalam keterlibatan masyarakat. Program itu sangat penting karena bertujuan mempersiapkan generasi muda adat agar peduli terhadap lingkungan dan kekayaan hutan adat mereka. Kegiatan ini juga berpengaruh besar dalam membentuk cara berpikir serta mengambil keputusan yang mendukung penyelamatan hutan-hutan di Sorong Selatan,” tutur Keliopas.

Hal senada disampaikan Dominggus, fasilitator dari komunitas pemantauan burung. Menurutnya, penting bagi masyarakat adat memahami ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Hutan itu merupakan sumber kehidupan yang menopang keseharian mereka melalui aktivitas berburu dan meramu.

“Salah satu aspek penting dalam pelestarian hutan adalah perlindungan terhadap burung endemik Papua yang menjadi simbol kekayaan alam kawasan ini. Melalui pengamatan langsung di lapangan, peserta pelatihan mengenal lebih dekat berbagai jenis burung yang dilindungi, seperti Cendrawasih merah kecil, Merpati hutan, Nuri hitam, Nuri bayan, Nuri pelangi, dan Kumkum. Burung-burung ini tidak hanya bagian dari identitas budaya Papua, tetapi juga perlu dilindungi oleh masyarakat sendiri,” kata Dominggus.

Pengurus tokoh masyarakat adat dari sub-suku Gemna, Afsya, Nakna, dan Yaben di Distrik Konda, Zakarias Gemnafle menuturkan, para pemuda adat antusias mendapatkan pendampingan pengenalan praktik lapangan keanekaragaman hayati. Baginya, pelatihan itu penting dalam mempersiapkan masyarakat adat untuk menjaga hutan adat mereka secara mandiri.

“Kegiatan ini sangat berharga karena kami belum pernah mendapatkan pengalaman seperti ini. Banyak hal baru yang kami pelajari, dan semua informasi yang kami dapatkan akan menjadi bekal bagi kami untuk terus maju bersama sebagai pemuda dan masyarakat adat di Distrik Konda,” imbuh Zakarias. (*)

Tags: Hutan AdatHutan UlayatKeanekaragaman HayatiKonservasi IndonesiaMasyarakat Adatmasyarakat hukum adatPenetapan Hutan AdatPengamatan BurungUniversitas Papua
ShareTweetSendShareShare
Aryo Wisanggeni

Aryo Wisanggeni

Related Posts

Komnas
Rilis Pers

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

April 25, 2026
The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim
Rilis Pers

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

April 25, 2026
WWF
Rilis Pers

Hari Bumi: WWF Program Papua dorong aksi selamatkan bumi

April 25, 2026
AlDP
Rilis Pers

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

April 22, 2026
GMKI
Rilis Pers

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

April 22, 2026
PGI
Rilis Pers

PGI: Hentikan Kekerasan Bersenjata

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Solomon

11 perempuan Solomon yang menjual pinang di zona bebas sirih akan diadili 

January 30, 2024
Untuk meningkatkan daya saing kedua negara, Wakil Menteri Perindustrian atau Wamenperin, Faisol Riza berharap agar pemerintah Swiss terus meningkatkan investasinya di Indonesia. - IST

Wamenperin minta Swiss tingkatkan investasi di Indonesia

March 13, 2025
Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani bersama personel Satgas Damai Cartenz.- Jubi/Alexander Loen

Satgas Cartenz tangkap dua anggota TPNPB-OPM

April 11, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara