Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Mengenang lima tahun peristiwa Nduga Berdarah

December 20, 2024
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Timoteus Marten
nduga

Mahasiswa dan keluarga korban dari Nduga, serta aktivis kemanusiaan memasang lilin dan renungan di Kota Jayapura, Papua, Kamis (19/12/2024). Kegiatan itu dilakukan untuk mengenang lima tahun peristiwa Nduga Berdarah. - IST

Jayapura, Jubi – Mahasiswa dan keluarga korban dari Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, memasang lilin dan renungan pada 19 Desember 2024 di Jayapura, Papua, untuk mengenang lima tahun peristiwa Nduga Berdarah.

“Sama seperti tragedi Nduga Berdarah, semua kasus yang terjadi di tanah ini seakan negara menyembunyikan kejahatan mereka terhadap orang asli Papua (OAP). Hal ini terbukti dari tiadanya upaya negara mengungkap satu kasusnya,” demikian siaran pers Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sektor Ninmin, yang dikutip Jubi di Jayapura, Papua, Jumat (20/12/2024).

RELATED POSTS

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

Kekerasan tentara non-organik terhadap Orang Asli Papua terus berulang

Penetapan calon wakil bupati Nduga terpilih perlu komitmen bupati dan DPRK

Masih dalam siaran pers tersebut, hingga kini kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua, dan Nduga khususnya, belum pernah diungkap oleh pemerintah Indonesia.

“Selama 60 tahun Papua bersama dengan penjajah Indonesia, tragedi Nduga terjadi tetap saja dilupakan begitu saja dan saat bersamaan rentetan peristiwa pelanggaran HAM terus dilakukan oleh aparatur negara Indonesia,” demikian siaran pers tersebut.

Disebutkan bahwa jumlah korban dalam tragedi Nduga Berdarah sebanyak 105 orang. Dua diantaranya meninggal dalam sel Polresta Jayapura akibat penyiksaan, 1 orang ditembak mati, dan 22 lainnya ditangkap dan disiksa.

Maka dari itu, pihak korban masyarakat Nduga dan ikatan mahasiswa/i Nduga Jayapura, serta aktivis kemanusiaan, menuntut agar Pemerintah Indonesia:

1. Tuntaskan kasus penembakan perintis sopir jalan trans Nduga Papua atas nama Hendrik Lokbere;

2. Kejadian ini terbukti bahwa tidak adanya upaya negara mengungkapkan satu kasus pun. Tidak adanya fakta dan bukti kepemilikan senjata api dari rakyat sipil mengindikasikan bahwa ini pelanggaran HAM berat dan sistematis;

3. Keluarga korban meminta Presiden Prabowo menarik militer dari Nduga, baik organik, maupun nonorganik, karena keberadaan militer membuat masyarakat sipil tidak aman;

4. Terjadi pelanggaran HAM berat atas penembakan warga sipil di Nduga, diantaranya, Hendrik Lokbere, Elias Karunggu, Saru Karu Karunggu, dan lima korban warga sipil di Habema asal Distrik Inije, Kabupaten Nduga, serta penyanderaan Mapenduma tahun 1969;

5. Hentikan operasi militer di Papua;

6. Indonesia hentikan eksploitasi sumber daya alam dan manusia Papua. (*)

Tags: NdugaPapua Pegununganpelanggaran HAM
ShareTweetSendShareShare
Timoteus Marten

Timoteus Marten

Related Posts

Komnas
Rilis Pers

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

April 25, 2026
The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim
Rilis Pers

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

April 25, 2026
WWF
Rilis Pers

Hari Bumi: WWF Program Papua dorong aksi selamatkan bumi

April 25, 2026
AlDP
Rilis Pers

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

April 22, 2026
GMKI
Rilis Pers

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

April 22, 2026
PGI
Rilis Pers

PGI: Hentikan Kekerasan Bersenjata

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Persipura

Liga 2 sudah dekat, Manajemen Persipura fokus pagari pemain

June 8, 2022
KPUD Merauke

KPUD Merauke bakal laksanakan Kirab Pemilu pada 1 Maret

February 25, 2023
Politik

Isu politik dan olahraga, pemikat paling dinanti para pembaca Papua

April 30, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara