Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Seorang pelajar meninggal setelah diduga dianiaya dan ditembak prajurit TNI di Mappi

February 2, 2025
Waktu Membaca: 4 mins read
0
Penulis: Theo Kelen - Editor: Aryo Wisanggeni G
Penganiayaan

Warga sipil bernama Steven Agawemu di Kabupaten Mappi, Papua Selatan mengalami luka-luka karena penganiayaan yang diduga dilakukan tentara di Mappi pada Rabu (29/1/2025) lalu. - Dok. Pribadi

Jayapura, Jubi – Seorang pelajar bernama Erlin Wagatu meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan dan penembakan yang diduga dilakukan prajurit TNI di Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan, pada Rabu (29/1/2025). Prajurit TNI juga diduga menganiaya dua warga sipil Mappi lainnya, Steven Agawemu dan Santos Agawemu. Pihak TNI membantah dugaan prajuritnya menganiaya dan menembak korban, dan menyatakan korban terkena tembakan tak disengaja saat berebut senjata milik prajurit TNI.

Salah seorang saksi mata berinisial EP menuturkan penganiayaan terhadap Erlin Wagatu terjadi saat ia hendak pulang ke Kampung Muin, Distrik Obaa, Mappi, dengan menumpang ketinting atau perahu motor kecil dari Pelabuhan Kepi di Ibu Kota Kabupaten Mappi.

RELATED POSTS

Warga Puncak Jaya dilaporkan tewas ditembak, Satgas Damai Cartenz: Masuk DPO

Kekerasan tentara non-organik terhadap Orang Asli Papua terus berulang

Peristiwa Puncak: Panglima TNI didesak evaluasi operasi penindakan TPNPB

EP menjelaskan Erlin Wagatu adalah siswa SMK Negeri 1 Obaa. EP menyatakan saat ketinting yang ditumpangi Erlin Wagatu keluar dari Pelabuhan Kepi, tidak ada keributan di pelabuhan itu.

Beberapa saat kemudian, setelah ketinting keluar dari pelabuhan, ketinting yang ditumpangi Erlin Wagatu mengalami kerusakan dan mati mesin. Pengemudi ketinting sempat mencoba memperbaiki mesin yang mati itu di tengah sungai. Namun tiba-tiba terdengar bunyi letusan, sehingga pengemudi ketinting itu membawa ketintingnya menepi ke daratan.

“Mesin mati belum jauh dari pelabuhan. Setelah kami dengar suara ledakan kami jadi takut, kami menghindar ke daratan,” ujar EP.

EP mengatakan tak lama kemudian ada ketinting lain yang mendekat. Ketinting itu membawa lima orang terduga tentara, dan langsung menghampiri ketinting yang ditumpang Erlin Wagatu. Tanpa bertanya, salah satu terduga tentara langsung memukul Erlin Wagatu memakai kayu balok, hingga korban terjatuh ke dalam air.

“Mereka tidak sempat tanya, langsung pukul pakai kalang. Kalang itu balok. Pukul pakai balok di kepala. Saya juga ditodong pakai senjata, di suruh loncat [terjun ke air untuk] angkat dia [korban]. [Setelah] angkat, satu tentara tembak langsung. [Mereka menembak pakai] senjata [laras] panjang. Tentara pakaian lengkap, dorang ada lima orang, yang melakukan pemukulan dan penembakan [itu] dua orang,” kata EP.

EP mengatakan setelah tubuh Erlin Wagatu dinaikkan ke ketinting, salah satu pelaku kembali menganiaya korban. “Masih dipukul lagi, diinjak-injak,” ujar EP.

Setelah itu, kelima pelaku membawa Erlin kembali ke Kepi. EP memilih melanjutkan perjalanan kembali ke Kampung Muin, dan melaporkan peristiwa itu kepada orangtua Erlin Wagatu. “[Saya kemudian] dapat informasi Erlin sudah meninggal. Sampai [Kamis] pagi baru [jenazah Erlin diambil keluarga]. Waktu penguburan, [saya] ikut kubur,” kata EP.

Keributan di pelabuhan

Warga Kepi yang dihubungi secara terpisah, PWP menuturkan pada Rabu sekitar pukul 15.00 WP terjadi keributan di Pelabuhan Kepi. Keributan di Pelabuhan Kepi itu terjadi sebelum terjadi penganiayaan dan penembakan terhadap Erlin Wagatu.

PWP menuturkan keributan itu bermula ketika terduga tentara memukul seorang warga bernama Dus Igimu. “Dus Igimu [ini] ada duduk dengan teman-teman, minum minuman beralkohol. Terus dia [mau keluar] cari kunci motor. Terus dia [keluar dari pelabuhan], ketemu mobil tangki minyak [yang saat itu] ada bongkar muatan minyak itu. [Dus ini memang kerja] di pelabuhan. [Ada] dua tentara sedang jaga pos di pelabuhan, salah satunya langsung rotan [pukul] Dus,” ujar PWP.

Pemukulan yang dilakukan terduga tentara itu diketahui sejumlah teman Dus Igimu. Mereka kemudian melawan tentara itu. Tentara diduga mengeluarkan tembakan. “Pak Dus juga melakukan perlawanan, pukul dia [tentara] juga. Pak Dus dan teman-teman pukul tentara,” kata PWP.

Infografis Kekerasan TNI di Mappi

Setelah itu, Dus Igimu dan teman-temannya pergi. Tak lama kemudian, sejumlah orang yang diduga tentara mendatangi Pelabuhan Kepi, dan mencari-cari orang yang memukul tentara. Mereka kemudian menangkap dua orang warga bernama Steven Agawemu dan Santos Agawemu.

“Dong sempat pukul di pelabuhan dulu, baru dong [terduga tentara] bawa ke pos [tentara]. Steven Agawemu dan Santos Agawemu mereka itu adik-kakak [sepupu]. Steven, Santos [ini] mereka tidak tahu apa-apa. Ini [mereka] bukan pelaku [yang pukul tentara itu]. Bapak/mama mereka datang [ke pos tentara], baru mereka bawa keluar. Mereka minta untuk bawa [Steven dan Santor] ke rumah sakit,” ujarnya.

TNI membantah

Komandan Distrik Militer atau Dandim 1704/Mappi, Letko Czi Ahmad Ali Akbar membantah dugaan keterlibatan prajurit TNI dalam penganiayaan dan penembakan terhadap Erlin Wagatu, Steven Agawemu, dan Santos Agawemu. “Peristiwa itu tidak benar,” kata Ahmad kepada Jubi melalui layanan pesan WhatsApp, pada Sabtu (1/2/2025) malam.

Ahmad lalu mengirimkan keterangan tertulis yang menyatakan insiden di Pelabuhan Kepi berawal dari laporan masyarakat tentang gangguan keamanan dan ketertiban pada Rabu. Ahmad mengatakan tim patroli gabungan dari Kodim 1704/Mappi berupaya mengamankan situasi setelah sejumlah pemuda yang mabuk mengeroyok prajurit TNI.

Ahmad mengatakan pengeroyokan yang terjadi sebelumnya dilakukan oleh beberapa pemuda sekitar pukul 15.00 WP. Ahmad mengatakan aparat keamanan berupaya mendatangi para pemuda yang sedang mabuk, dan berupaya menenangkan mereka agar tidak mengganggu warga yang lain. Namun para pemuda yang mabuk itu tidak terima, dan menyerang prajurit TNI dengan parang.

Ahmad menyatakan seorang prajurit TNI, Pratu YS mengalami luka sobek di bagian pelipis kanan, kepala bagian atas, dan jari tangan kiri akibat sabetan parang. Karena terdesak dan terancam, Pratu YS mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali, sehingga warga yang lain datang dengan membawa parang, kampak dan busur.

Menurut Ahmad, Pratu YS harus menjalani perawatan untuk sejumlah lukanya—luka sobek di pelipis kanan sampai dahi (7 jahitan), luka sobek di kepala bagian atas (5 jahitan) dan jari manis kiri (2 jahitan). Sedangkan Pratu AS mengalami memar di bagian punggung dan lengan kiri akibat pukulan batang besi.

Ahmad mengatakan tim patroli berupaya menenangkan pelaku sekaligus mengamankan warga yang mabuk. Menurutnya, warga yang mabuk melakukan perlawanan dan berusaha merebut senjata. Ahmad mengatakan saat perebutan senjata itu, terjadi letusan yang mengakibatkan salah satu warga berinisial AD mengalami luka tembak.

AD dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mappi menggunakan dinas Kodim 1704/Mappi. Menurutnya, AD sempat mendapat penanganan medis di IGD RSUD Mappi, namun dia dinyatakan meninggal pada Kamis pukul 04.50 WP. Jenazah AD kemudian dimakamkan keluarganya di Kampung Muin pada Kamis sore, dan perwakilan dari pihak Kodim 1704/Mappi menghadiri pemakaman itu.

“Saat ini sedang dilakukan penyelidikan lanjutan oleh aparat keamanan dan komunikasi dengan pihak keluarga korban telah dilaksanakan. Satuan telah membantu proses pemakaman. Saat ini masyarakat sudah beraktivitas normal seperti hari biasanya,” kata Ahmad. (*)

Tags: Kabupaten MappiPenembakanPenganiayaanPrajurit TNITNI
ShareTweetSendShareShare
Aryo Wisanggeni

Aryo Wisanggeni

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Pengungsi
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

SMK Negeri 3 Jayapura

Rayakan HUT ke-63, SMK Negeri 3 Jayapura ajak alumni “pulang” ke sekolah

March 18, 2025
Kepulauan Solomon

PM Kepulauan Solomon akui perusahaan Tiongkok dukungan layanan telekomunikasi di negaranya

May 2, 2025
Indonesia

Gubernur Jenderal Australia  berkunjung ke Indonesia

May 15, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara