Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Moderator DGP: Kekerasan dan operasi militer di Tanah Papua bagian dari strategi Negara Indonesia

January 10, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Zely Ariane
Operasi Militer

Aktivis HAM Yones Douw (kiri), Pdt Benny Giay (Tengah), dan Pdt Dorman Wandikbo (kanan) dalam Diskusi dan Launching Film: ‘Merajut Harapan dari Intan Jaya’ di Podcast Jubi, di Kota Jayapura, Papua, Kamis (9/1/2025) - Jubi/tangkapan layer

Jayapura, Jubi – Moderator Dewan Gereja Papua, Pdt Dr Benny Giay mengatakan kekerasan negara dan operasi militer yang terjadi di Tanah Papua dapat dilihat sebagai serangan terhadap kebutuhan para korban. 

“Ini seperti yang terjadi dimana-mana, saya mau angkat pikiran dari Johan Galtung itu, dia katakan operasi militer atau kekerasan negara itu serangan terhadap kebutuhan para korban, misalnya kebutuhan media pengetahuan seperti teror bom molotov di Jubi, padahal orang Papua butuh informasi tapi dihalangi dengan kekerasan intimidasi, termasuk [serangan terhadap] aktivis dan pengacara HAM Christian Warinussy yang ditembak sampai hari ini belum dibongkar padahal terjadi di kota,” kata Giay dalam diskusi dan Launching Film: ‘Merajut Harapan dari Intan Jaya’ di Podcast Jubi, di Kota Jayapura, Papua, Kamis (9/1/2025).

RELATED POSTS

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

Ketua DPRK Puncak: Masyarakat ingin investigasi terbuka dan independen

Kekerasan tentara non-organik terhadap Orang Asli Papua terus berulang

Giay menyebutkan hal itu sebagai cara negara menyerang orang Papua dengan menghalangi mereka memenuhi kebutuhan memperoleh informasi, pengetahuan, pendidikan, kesehatan, ibadah, kebutuhan sosial, dan politik.

Menurutnya apa yang terjadi hari ini tak lepas dari sejarah. Semisal soal pengungsian yang juga telah terjadi sejak tahun 1960-an 1962, 1963 hingga 1970-an dimana orang-orang Papua sudah mulai mengungsi. Ada banyak catatan yang ditulis oleh pemerhati dari luar negeri tentang pengungsian orang Papua. Jika selama ini negara terkesan sedang membiarkan peristiwa kekerasan dan operasi militer ini di Tanah Papua, maka menurutnya hal itu berarti bagian dari strategi negara.

“Seperti dalam perspektif Johan Galtung yang bicara sedikit tentang bagaimana negara membunuh satu bangsa dengan menghalangi pendidikan sehingga orang banyak tidak sekolah, menghalangi kesehatan sehingga banyak orang yang mati. Menurut saya ada sekitar 70 ribu lebih orang Papua yang mengungsi yang sejak desember 2018, anak-anak tidak sekolah, tidak ibadah, tidak dapat layanan kesehatan,” kata Pdt Giay.

Ia menyampaikan seorang penginjil, Don Richardson, penulis buku ‘Anak Perdamaian’ pernah membawakan seminar tahun 1976 dan menyebutkan tentang fakta dimana orang-orang asli selalu dibunuh oleh negara atau bangsa. Richardson, menurut Giay, mengatakan bahwa orang Papua akan terancam dibunuh habis, kalau negara tidak memperhatikan.

“Dari tahun 1977 terjadi operasi militer di wilayah Pegunungan Papua dengan menghabiskan ribuan orang. Banyak orang mengungsi, pendeta-pendeta dari gereja GIDI  termasuk Saul Bomay mengungsi dari Bokondini, Kelila sampai ke Papua Nuginu memakan waktu tiga-empat bulan jalan kaki,” katanya.

Pdt Giay juga menyebutkan kondisi pengungsi yang sampai hari ini belum mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah. Pemerintah malah sibuk dengan kebijakan-kebijakan yang tidak menguntungkan orang Papua, seperti Proyek Strategis Nasional atau PSN di Merauke Papua Selatan, Daerah Otonomi Baru atau DOB yang kesemuanya tidak berpihak kepada orang Papua, ujarnya.

“Makanya saya berharap pertemuan dan podcast ini bergema kemana-mana, kepada kita semua sehingga ada perubahan atau kebijakan, termasuk perubahan sikap, perubahan kesadaran di orang-orang Papua sendiri supaya bisa bangkit tempatkan diri, posisikan diri untuk hadapi situasi besar yang sedang terjadi di Tanah Papua ini,” ujarnya.

Menurut Giay sampai saat ini pengungsi tidak pernah mendapat bantuan berkelanjutan dari negara. Ia menyontohkan fenomena di Nabire dimana banyak gereja baru muncul karena pengungsi sebagian besar disitu.

“Jadi pengungsi Intan Jaya lari ke Timika, Nabire atau ke daerah-daerah yang aman jalan kaki. Pengungsi dari Intan jaya, Nduga, Puncak Papua yang ada di Nabire tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah sampai saat ini, baik bantuan pelayanan kesehatan, pendidikan, tidak ada,” ujarnya.

Aktivis HAM Yones Douw mengatakan pengungsian terjadi sebagai dampak dari konflik bersenjata. Jika tidak ada konflik, tidak akan terjadi pengungsian warga sipil. Baginya pengungsian merupakan pelanggaran HAM berat, karena warga meninggalkan kampung halamannya, ternak dan sebagainya.

“Karena ketika dia mengungsi, keluarga sakit meninggal karena kelaparan, pendidikan tidak dapat, kesehatan tidak diperoleh padahal semua ini adalah hak-hak dasar manusia yang harus terpenuhi,” katanya.

Ia menuturkan sampai hari ini pelayanan kesehatan, pendidikan, terhadap pengungsi mati total. “Kalau begini satu generasi habis sudah, pelayanan publik tidak ada, sanitasi air tidak ada,” lanjutnya.

Douw pernah bertanya kepada empat orang kepala suku dalam pengungsian, “‘Sekarang kamu hidup lebih baik di Nabire ka atau di kamu punya kampung, lalu mereka jawab begini, batang singkong kami buang tumbuh, kelapa buang tumbuh, semua makan tersedia, itu Tuhan kasih kami dibawa batu, di lereng-lereng gunung itu tuhan kasih jadi kami harus kembali,” kara Douw menirukan respon seorang pengungsi.

“Walaupun di gunung-gunung bebatuan tapi mereka mencintai mereka punya daerahnya, kampung halaman dan tanahnya. Saya rasa Pemerintah Indonesia sedang melakukan impunitas, pembiaran terhadap pengungsi, biar mati kelaparan juga tidak apa-apa. [Padahal] dimana ada konflik bersenjata disitu akan tetap terjadi pengungsian,” kata Douw. (*)

Tags: KekerasanKonflik Bersenjata di Tanah Papuakonflik PapuaOperasi Militer
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Pengungsi
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Solomon

11 perempuan Solomon yang menjual pinang di zona bebas sirih akan diadili 

January 30, 2024
Untuk meningkatkan daya saing kedua negara, Wakil Menteri Perindustrian atau Wamenperin, Faisol Riza berharap agar pemerintah Swiss terus meningkatkan investasinya di Indonesia. - IST

Wamenperin minta Swiss tingkatkan investasi di Indonesia

March 13, 2025
Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani bersama personel Satgas Damai Cartenz.- Jubi/Alexander Loen

Satgas Cartenz tangkap dua anggota TPNPB-OPM

April 11, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara