Jayapura, Jubi – Ketua Asosiasi Wartawan Papua, Elisa Sekenyap menyesalkan intimidasi yang dilakukan personel polisi terhadap wartawan Tribun Papua, Yulianus Magai saat meliput demonstrasi mahasiswa Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura pada peringatan Roma Agreement, di gapura Uncen Perumnas 3 Waena, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Selasa (30/9/2025).
Elisa Sekenyap mengatakan, apa yang dilakukan personel polisi itu merupakan tindakan sewenangan-wenang, yang mestinya tidak harus terjadi.
“Sebagai Ketua Asosiasi Wartawan Papua [saya] menyesalkan tindakan dilakukan oleh aparat kepolisian itu. Menurutku kami [itu] tindakan sewenang-wenang yang seharusnya tidak perlu dilakukan karena tugas jurnalis itu sudah jelas dilindungi oleh Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, itu jelas,” kata Elisa Sekenyap kepada Jubi, Kamis (3/10/2025).
Elisa juga mempertanyakan sikap aparat yang tetap melakukan tindakan intimidasi meski Yulianus Magai sudah menunjukkan kartu pers, dan mengenakan seragam media tempat ia bekerja.
“Menurut kami tindakan itu sudah melewati batas-batas sebagai aparat kepolisian. Mestinya aparat kepolisian itu melindungi siapapun yang ada di lapangan terutama jurnalis karena jurnalis sudah oleh undang-undang pers” ujarnya.
Redaktur Suara Papua itu berharap, Kapolres Kota Jayapura menegur anggotanya yang melakukan intimidasi, dan memastikan akses bagi wartawan saat bertugas.
“Kami meminta pimpinan kepolisian menegur oknum tersebut agar ketika ada wartawan di lapangan, diberikan akses meliput jika memang menunjukkan kartu pers,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolresta Jayapura AKBP Fredrickus W.A. Maclarimboen menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anggotanya itu.
Berdasarkan data Aliansi Jurnalis Independen atau AJI indeks kebebasan pers di Tanah Papua sejak 2019 hingga 2024, menempati posisi terendah secara nasional.
AJI mencatat, selama periode itu ada berbagai kasus kekerasan terhadap wartawan di Tanah Papua, mulai dari teror, perusakan, hingga penghalangan peliputan. (*)











Discussion about this post