Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Jubir TPNPB: Warga yang disiksa prajurit TNI bukan anggota TPNPB

March 23, 2024
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Hengky Yeimo - Editor: Aryo Wisanggeni G
TPNPB

Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom. -Dok. Pribadi

Jayapura, Jubi – Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB, Sebby Sambom membantah pernyataan Kepala Pusat Penerangan atau Kapuspen TNI, Mayjen Nugraha Gumilar yang menyebut warga yang disiksa prajurit TNI adalah anggota TPNPB. Sambom menyatakan tuduhan itu upaya menyembunyikan aib prajurit TNI telah menyiksa 3 warga sipil Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.

Hal itu dinyatakan Sebby Sambom pada Sabtu (23/3/2024), saat dikonfirmasi soal tuduhan bahwa tiga warga sipil yang disiksa terduga prajurit prajurit Batalion Infanteri Raider 300/Braja Wijaya di Kabupaten Puncak adalah anggota TPNPB. “TNI mereka melakukan penyiksaan kepada warga sipil yang tidak ada hubungan sama sekali dengan TPNPB OPM,” kata Sambom.

RELATED POSTS

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

Pada Jumat (22/3/2024) pagi, beredar video di media sosial yang merekam penyiksaan terhadap seorang warga sipil. Korban ditaruh dalam drum berisi air, dengan kedua tangannya terikat. Korban itu dipukuli dan ditendang berulang kali oleh sejumlah orang yang diduga prajurit TNI. Punggung korban juga disayat menggunakan pisau. Wajah sejumlah pelaku terlihat dalam video itu.

Pada Sabtu, Kepala Kantor Perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menyatakan jumlah warga sipil Papua yang menjadi korban penyiksaan sejumlah terduga prajurit TNI ada tiga orang. Ramandey juga menyatakan para pelaku penyiksaan itu diduga prajurit Batalion Infanteri Raider 300/Braja Wijaya yang pada Februari 2024 lalu telah dipulangkan kembali ke Komando Daerah Militer atau Kodam III/Siliwangi.

Pada Sabtu, Pada Sabtu, Tempo.co melansir pernyataan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Nugraha Gumilar yang mengakui bahwa sejumlah orang yang terekam dalam video melakukan penyiksaan warga sipil Papua itu adalah prajurit TNI. “Benar ada oknum prajurit TNI melakukan tindakan kekerasan terhadap tawanan seorang anggota TPNPB-OPM,” kata Nugraha kepada Tempo.co pada Sabtu.

Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom menyatakan penyiksaan yang teredam dalam video yang viral itu itu adalah kejahatan militer Indonesia terhadap ketiga warga sipil di Kabupaten Puncak. “Tindakan keji itu menunjukan bahwa militer dan polisi Indonesia adalah perilaku teroris untuk menghabiskan Orang Asli Papua,” katanya.

Selalu menyangkal, selalu berulang

Secara terpisah, Direktur Perkumpulan Advokat Hak Asasi Manusia atau PAHAM Papua, Gustaf R Kawer mengkritik perilaku aparat yang tidak manusiawi. Kawer juga mengkritik bahwa dalam berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia di Tanah Papua, tidak ada insiatif/upaya dari komandan untuk menindak anak buahnya yang melakukan pelanggaran HAM itu.

“Kami tidak mendengar sipil yang diduga anggota TPNPB diserahkan ke polisi untuk diproses hukum, tetapi warga sipil disiksa hingga korban nyawa,” kata Kawer.

Kawer mengatakan para pimpinan TNI baru bergerak dan merespon kasus itu setelah video penyiksaan tersebut viral di media sosial. Kawer mengkritik respon awal para petinggi TNI yang menyangkal dugaan penyiksaan itu, dan serta-merta menyatakan informasi soal penyiksaan oleh terduga prajurit TNI adalah kabar bohong/hoaks.

“Setelah mendapat tekanan dari masyarakat dan pegiat HAM secara luas, barulah ada pengakuan tindakan kekerasan tersebut dilakukan [prajurit] TNI. Itupun dengan tetap mencari dalih dengan menuding [korban] tersebut berafiliasi dengan TPNPB,” katanya.

Kawer mengatakan kasus kekerasan prajurit TNI seperti itu adalah peristiwa yang selalu berulang di Tanah Papua. “Setelah reformasi, kita melihatnya dalam kasus [pembunuhan] Theys Hiyo Eluay, kasus [pembunuhan] Pendeta Yeremia Zanambani, dan kasus [pembunuhan] Eden Bebari dan Ronny Wandik. Penyangkalan dilakukan, kambing hitam diucapkan, tetapi hasil investigasi membuktikan mereka TNI yang melakukan kekerasan terhadap masyarakat sipil,” kata Kawer.

Kawer mengatakan peristiwa itu seharusnya tidak terjadi jika komandan dan prajurit TNI yang bertugas di Tanah Papua mempunyai pemahaman yang baik tentang Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia, Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik, Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan berbagai undang-undang yang mengatur tugas dan wewenang TNI. Komandan dan prajurit TNI yang bertugas di Tanah Papua seharusnya juga memahami nilai budaya dan sosiologi Orang Asli Papua, khususnya masyarakat adat tempat mereka bertugas.

“Berulangnya [kekerasan seperti itu] juga disebabkan tidak tersentuhnya pelaku pelanggaran HAM oleh proses Pengadilan HAM. Tidak ada efek jera terhadap pelaku, sehingga siklus kekerasan tetap meningkat. Pengadilan HAM dan juga peradilan militer hanya menjadi sarana impunitas untuk pelaku,” kata Kawer.

Kawer mengatakan Negara harus lebih serius menyelesaikan kasus penyiksaan oleh prajurit TNI itu melalui mekanisme HAM. Pelaku di level komandan, penanggung jawab lapangan, maupun pelaku lapangan harus diproses hukum ke pengadilan sehingga mendapat hukuman yang berarti. Pengadilan juga harus memberikan kompensasi, restitusi, dan rehabilitasi kepada korban dan keluarga korban.

“Ketiadaan [penegakan hukum] hukum dalam kasus seperti itu meninggalkan luka mendalam pada korban, keluarga korban, dan mayoritas masyarakat Papua, bahwa Negara dan hukumnya tidak hadir,” katanya. (*)

Tags: Batalion Infanteri Raider 300/Braja WijayaImpunitasKabupaten PuncakKekerasan Aparat Keamanan di Tanah PapuaKodam III/SiliwangiKomnas HAM Papuakonflik PapuaPAHAM Papuapelanggaran HAMpenambahan pasukan di PapuaPendekatan KeamananPenyiksaanPrajurit TNITNI
ShareTweetSendShareShare
Aryo Wisanggeni

Aryo Wisanggeni

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Pengungsi
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara