Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

3.387 warga sipil Maybrat masih mengungsi

Laporan Komnas HAM mencatat 138 orang meninggal di tempat pengungsian sejak 2021

April 10, 2024
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Theo Kelen dan Rabin Yarangga - Editor: Syofiardi
Maybrat

Lamberti Faan, pengungsi Maybrat di Sorong. - Jubi/Rabin Yarangga

Jayapura, Jubi – Sebanyak 3.387 warga sipil Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya masih berada di pengungsian sejak 2021. Pemerintah daerah diminta menjamin keamanan pemulangan pengungsi ke kampungnya.

Demikian disampaikan Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Komnas HAM Anis Hidayah pada Selasa (9/4/2024). “Situasi yang saya sampaikan berdasarkan pemantauan pada Juli 2023. Kondisi terkininya belum ter-update karena Komnas HAM belum melakukan pemantauan lagi,” kata Anis kepada Jubi melalui pesan WhatsApp.

RELATED POSTS

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

Koalisi: Warga sipil mesti dilindungi dalam konflik bersenjata di Puncak

Ribuan warga Kabupaten Maybrat itu mengungsi ke sejumlah wilayah untuk menghindari eskalasi konflik bersenjata pasca penyerangan Pos Koramil Persiapan Kisor di Kabupaten Maybrat oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pada 2 September 2021. Laporan Komnas HAM mencatat pengungsi berasal dari distrik di Aifat Timur Raya, yaitu Aifat Timur Jauh, Aifat Timur 32 Tengah, Aifat Timur Selatan, dan Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Daya.

Anis mengatakan ribuan warga Kabupaten Maybrat itu mengungsi ke Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, dan sejumlah kampung di Kabupaten Maybrat. Anis mengatakan kondisi mereka sangat memprihatinkan karena tidak bisa bekerja, anak-anaknya tidak bisa sekolah, dan akses kesehatan yang minim. Tercatat 138 orang juga meninggal di tempat pengungsian sejak 2021.

“Tersebar di beberapa kabupaten ini. Kondisinya sangat memprihatinkan. Rata-rata mereka tidak bekerja, sebagian bisa sekolah dan sebagian belum. Kondisi kesehatan menurun karena berada di pengungsi dengan layanan hak dasar yang seadanya, karena di wilayah pengungsi potensi menjadi sakit itu juga makin tinggi,” ujarnya.

Maybrat
Pengungsi Maybrat di Sorong, Lamberti Faan saat berada di hunian sementara yang dibangun di lahan keluarganya di Sorong. – Jubi/Rabin Yarangga

Anis mengatakan pemantauan Komnas HAM juga menemukan kantor desa, sekolah dasar, dan kantor kecamatan di Kisor, Aifat Timur, Aifat Selatan dijadikan pos TNI/Polri. Sedangkan sebagian rumah warga yang ditinggal mengungsi telah rusak.

Menurut Anis hasil pemantauan telah dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri. Komnas HAM juga telah menyampaikan kondisi pengungsi Papua dalam pandangan tentang situasi pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya di sesi ke-75 sidang PBB di Jenewa pada 20-21 Februari 2024.

“Mendagri menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM dengan melakukan rapat koordinasi dengan gubernur dan beberapa bupati di mana wilayah-wilayah pengungsi itu berada. Pemulungan ke wilayah mereka berasal dengan adanya jaminan keamanan, termasuk juga perbaikan rumah-rumah mereka akibat konflik Kisor pada saat itu,” katanya.

Tak ada perhatian pemerintah

Pengungsi Maybrat di Sorong, Lamberti Faan mengaku tidak ada perhatian dari pemerintah daerah terhadap mereka yang mengungsi di Sorong. Ia berharap dari bantuan dana desa dan bantuan pihak lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Faan dan keluarganya saat ini tinggal di hunian sementara yang dibangun di lahan keluarganya. Faan mengungsi dari Kampung Faan Kahrio, Kabupaten Maybrat.

“Yang mengungsi ke Sorong ada yang di keluarga, ada yang kos, jadi tinggal tidak di satu tempat saja. Yang mengungsi ke Sorong itu tidak ada perhatian dari pemerintah, jadi kita lebih berharap pada dana kampung untuk pakai bayar rumah yang ditinggal masyarakat. Dana kampung itu juga dikelola untuk kebutuhan sehari-hari makan-minum segala macam,” kata Faan saat ditemui Jubi di Sorong, Januari 2024.

Faan mengatakan anak-anak pengungsi sempat diterima untuk sekolah gratis oleh yayasan Katolik di Aifat Timur. Namun awal 2023, yayasan tidak melanjutkan lagi sekolah gratis karena terkendala biaya untuk membayar guru dan fasilitas penunjang sekolah.

Faan juga mengatakan ketika sakit harus mengeluarkan biaya sendiri. Ia mengaku ada anak-anak yang mengungsi meninggal karena makan dan minum tidak teratur dan terbatas. Saat ini, katanya, berbagai pihak melakukan pendampingan di pengungsian, seperti Komunitas Avaa, Iwatali, dan SKPKC OSA.

Maybrat
Kantor Kampung Kisor yang dijadikan pos TNI. – Dok. Laporan Pemantauan Komnas HAM

“Biaya transportasi yang lebih mahal daripada berobat. Jadi masing-masing berupaya sendiri. Ada beberapa yang sakit parah hingga meninggal, terutama anak-anak, termasuk salah satu saya punya keponakan di kampung. Itu sakit di tempat pengungsian pergi berobat tapi meninggal dunia karena gizi buruk,” ujarnya.

Faan mengatakan saat kembali melihat kampungnya di Aifat Timur Jauh harus melalui lima pos penjagaan yang dijaga ketat TNI/Polri. Pos yang dilalui itu berada di Kampung Kisor, Kampung Tahsimara, Kampung Kahrio, Kampung Kamat, dan Kampung Ayata.

Faan mengaku setiap warga harus menunjukkan dokumen data diri untuk diperiksa dan memberitahu tujuan mereka. TNI/polisi memakai fasilitas umum untuk pos mereka.

“Di Ayata ini TNI dan Brimob mereka menggunakan sekolah, sama dengan di Kampung Faan, Kampung Kamat ada pakai gedung sekolah yang dijadikan pos. Kalau di Tahsimara mereka menggunakan Balai Kampung untuk dijadikan pos militer. Kalau di saya kampung, mereka menggunakan sekolah dan saya punya rumah juga dijadikan pos militer,” katanya.

Faan mengaku saat mengunjungi kembali kampungnya pihak aparat keamanan membatasi aktivitas warga. “Masyarakat sekarang di kampung  tidak bisa jauh pergi berburu, jadi kita tidak sebebas dulu lagi yang harus pergi berburu ke hutan. Aktivitasnya di sekitaran kampung saja. Kemarin saya di kampung mau ambil bambu saja dilarang tidak bisa jauh masuk ke hutan, padahal mau buat nasi bambu,” ujarnya.

Faan mengatakan Pemerintah Kabupaten Maybrat tidak serius menangani kepulangan warga. Warga hanya diminta pulang tanpa ada jaminan keamanan. Ia berharap pihak yang berkonflik duduk bersama untuk menyelesaikan konflik.

“Mereka  lebih banyak mengejar program bahwa dorang sudah kasih pulang pengungsi, tetapi selanjutnya pengungsi tidak diurus dengan baik, hak-hak dasar seperti kesehatan dan pendidikan tidak jalan. Seperti kita di wilayah Aifat Timur sama sekali belum, jadi anak-anak dititip ke sekolah lain. Terus situasi ini bertahan hingga kapan? Baru bicara keluar Maybrat sudah baik-baik, aman,” katanya. (*)

Tags: Komnas HAMkonflik bersenjataKonflik TNI /Polri-TPNPB-OPMPengungsi Maybrat
ShareTweetSendShareShare
Victor Mambor

Victor Mambor

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Pengungsi
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara