Jayapura, Jubi – Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua mencatat ada 63 kasus penyakit kusta atau lepra periode Januari hingga Mei 2025, di sana.
Dari jumlah itu penderita terbanyak adalah laki-laki. Mayoritas penderita adalah orang asli Papua.
Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kepulauan Yapen Yohanes S Woisiri kepada Jubi melalui aplikasi pesan singkatnya, Senin (30/6/2025).
Woisiri Menjelaskan, jumlah laki-laki yang terjangkit penyakit kusta 39 kasus, dan perempuan sebanyak 24 kasus.
“Mayoritas yang terjangkit kusta merupakan orang asli Papua (OAP), yaitu 62 orang. Penderita non Papua hanya satu orang. Ini menjadi bagian penting yang kami tangani. Kalau mayoritas penderitanya OAP, berarti sasaran penanganan kami lebih ditingkatkan ke masyarakat setempat atau OAP,” kata Woisiri.
Menurut Woisiri, pihaknya terus mengupayakan penanganan kasus melalui penemuan kasus baru hingga penangan, dan pencegahannya.
“Kami juga butuh kerjasama masyarakat, terkait pencegahan. Kalau merasa diri ada gejala, laporkan ke puskesmas terdekat untuk berobat, supaya tidak menularkan ke orang lain, karena [kalau] dibiarkan tanpa pengobatan, kita merugikan diri sendiri dan orang lain,” ucapnya.
Menurut Woisiri, penyakit Kusta atau lepra adalah penyakit infeksi kronis akibat bakteri mycobacterium leprae. Kusta biasanya menyerang saraf tepi (perifer), kulit, mukosa saluran pernapasan atas, serta mata.
“Gejalanya, awalnya akan muncul bercak pada kulit dan berubah warna. Kemudian mati rasa pada bagian yang ada bercaknya, dan juga ruam kemerahan, nodul pada kulit, terjadi pembengkakan [benjolan] tanpa nyeri di wajah atau daun telinga,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Serui Kota, Agnez Lakoy mengatakan resiko penularan kusta melalui kontak erat yang lama, usia, genetik, dan imunosupresi.
Katanya, apabila ada kontak erat dengan orang lain dalam waktu yang lama, atau menggunakan pakaian yang sama tanpa dicuci, pasti tertular. Faktor usia dan genetik juga sering terjadi.
“Jadi kalau ada keluhan berupa bercak pada kulit dan bagian itu mati rasa, pasti ada riwayat kontak erat dengan penderita kusta, harus dilaporkan ke medis,” Kata Agnez Lakoy. (*)











Discussion about this post