Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Penkes

Lagi-lagi ada kesalahan data beasiswa Siswa Unggul Papua

October 16, 2023
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
Tunggakan Beasiswa Otsus Papua

Ketua Forum Komunikasi Orangtua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Dalam Negeri dan Luar Negeri, Jhon Reba. – Jubi/Theo Kelen

Jayapura, Jubi – Forum Komunikasi Orangtua Penerima Beasiswa Dalam Negeri dan Luar Negeri kembali menemukan kesalahan data penerima beasiswa Otonomi Khusus atau Otsus Papua yang disusun Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BPSDM Papua. Hal itu dinyatakan Ketua Forum Komunikasi Orangtua Penerima Beasiswa Dalam Negeri dan Luar Negeri, Jhon Reba di Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Senin (16/10/2023).

Reba mengatakan pihaknya menemukan semakin banyak kesalahan data dalam data BPSDM Papua yang telah diverifikasi Kementerian Dalam Negeri. Kesalahan itu ditemukan setelah data itu dicocokkan dengan data dan dokumen orangtua penerima beasiswa Otsus Papua.

RELATED POSTS

Membangun dana abadi Papua untuk beasiswa dengan skema pembiayaan dipercepat

Triliunan Hilang, Masa Depan Terabaikan: Kisah Dana Abadi Papua yang Tak Pernah Ada

Dana Otsus Papua turun Rp10 triliun, Prabowo: Ada penambahan jika ada penghematan APBN

Pencocokan silang dokumen itu dilakukan setelah Forum Komunikasi Orangtua Penerima Beasiswa Dalam Negeri dan Luar Negeri menerima informasi bahwa ratusan penerima Siswa Unggul Papua beasiswa belum menerima uang biaya hidup maupun biaya kuliah, sehingga mendapat peringatan dari pihak kampus. Sejumlah mahasiswa bahkan terancam dideportasi atau dikeluarkan dari asrama kampus gara-gara telat membayar uang kuliah/uang sewa asrama.

Reba mengatakan hingga Agustus 2023 pihaknya telah membandingkan 943 data dan dokumen mahasiswa/orangtua mahasiswa dengan data BPSDM Papua yang memuat data 3.718 penerima beasiswa Siswa Unggul Papua. “Verifikasi dimulai sekitar Februari 2023, [dan] berlanjut hingga Agustus 2023,” ujarnya.

Reba mengatakan dari 943 penerima beasiswa itu, hanya 881 penerima beasiswa yang terdaftar dalam data BPSDM Papua. Sedangkan 62 mahasiswa yang masih aktif kuliah tidak lagi tercantum dalam data BPSDM.

Pencocokan silang itu juga menemukan ratusan kesalahan pencatatan nama. Jumlah kesalahan pencatatan nama itu terjadi pada pencatatan nama 64 mahasiswa di luar negeri dan 55 mahasiswa di dalam negeri.

“Itu kan lumayan banyak, penulisan nama yang salah. Itu mempersulit kami cari data [di BPSDM Papua], karena pengetikan nama salah,” katanya.

Menurutnya, di dalam data BPSDM Papua juga ada kesalahan pencatatan domisili asal 59 mahasiswa yang berkuliah di luar negeri dan 73 mahasiswa yang kuliah di dalam negeri. Kesalahan itu membuat banyak kesalahan dalam pengelompokan provinsi asal pasca pemekaran Provinsi Papua.

“Mahasiswa yang KTP-nya sudah domisili Kota Jayapura, namanya muncul di Kabupaten Merauke. Jadi [pencatatannya] tidak sesuai dengan domisili [berdasar dokumen kependudukan yang telah ada]. Kenapa terjadi begitu? Karena pengelompokan data [asal penerima mahasiswa] berdasarkan [kode] wilayah dalam Nomor Induk Kependudukan, bukan berdasarkan alamat KTP,” kata Reba.

Ada juga kesalahan pencatatan negara studi dalam data 31 mahasiswa di luar negeri. Reba mencontohkan mahasiswa yang berkuliah di Singapura dicatat BPSDM berkuliah di Australia. Kesalahan pencatatan nama negara studi berdampak terhadap besaran beasiswa, baik biaya studi maupun biaya hidup yang dibayarkan BPSDM Papua.

Selain itu terdapat ratusan kesalahan pencatatan nama universitas dan jurusan 79 mahasiswa yang sedang berkuliah di luar negeri, dan 18 mahasiswa yang sedang berkuliah di dalam negeri. Kesalahan pencatatan jurusan dialami 203 mahasiswa yang berkuliah di luar negeri dan 39 mahasiswa yang berkuliah di dalam negeri.

Menurut Reba, jenis kesalahan data yang paling banyak ditemukan adalah kesalahan pencatatan nomor rekening penerima beasiswa. Ia menyatakan Forum Komunikasi Orangtua Penerima Beasiswa Dalam Negeri dan Luar Negeri menemukan 389 rekening mahasiswa yang salah dicatat. Kesalahan pencatatan nomor rekening itu dialami 308 mahasiswa yang sedang berkuliah di luar negeri, dan 81 mahasiswa yang sedang berkuliah di dalam negeri.

“Itu [data nomor rekening] yang paling besar tingkat ketidaksesuaian,” katanya.

Reba mengatakan data yang tidak valid itu kemudian dibagikan ke provinsi baru hasil pemekaran Papua, dan sekarang menimbulkan masalah dalam pembayaran beasiswa dari provinsi baru.

Reba mengatakan pada 21 Juli 2023 pihaknya telah bersurat secara resmi kepada BPSDM Papua meminta dilakukan verifikasi data. “Kita bersurat resmi [ke BPSDM Papua] atas anjuran dari Kemendagri. [Kami] sudah minta untuk duduk sama-sama, [agar data BPSDM Papua dapat] diperbarui karena kami sudah punya data lapangan. [Tapi] BPSDM [Papua] tidak mau [merespon kami], sampai hari ini,” ujarnya. (*)

Tags: BeasiswaBeasiswa BPSDM PapuaBeasiswa Otsus PapuaBeasiswa Siswa Unggul PapuaBPSDM PapuaDana Otsus PapuaForum Komunikasi Orangtua Penerima Beasiswa Dalam Negeri dan Luar NegeriOtonomi KhususPemekaran Papuatunggakan beasiswa
ShareTweetSendShareShare
Aryo Wisanggeni

Aryo Wisanggeni

Related Posts

TBc
Penkes

Akademisi kesehatan: TBc di Kabupaten Jayapura kritis, tapi belum darurat

March 6, 2026
Kasus TBC
Penkes

1.350 kasus baru TBC ditemukan di Kabupaten Jayapura pada 2025

March 6, 2026
RSUD Yowari
Mamta

Pelayanan IGD RSUD Yowari berjalan normal usai pemukulan terhadap tenaga medis

February 26, 2026
RSUD Yowari
Mamta

Dokter dan perawat RSUD Yowari dianiaya keluarga pasien

February 26, 2026
Aktivitas Belajar
Penkes

Orangtua murid keluhkan tidak maksimalnya aktivitas belajar di SDN Muaif

February 16, 2026
RSUD Abepura
Mamta

Nakes desak Gubernur Papua ganti direktur RSUD Abepura

January 27, 2026

Recommended Stories

Pedagang melayani pembeli bungkus ketupat jelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Paldam, Jayapura, Papua, Minggu (1/5/2022) / (ANTARA/GUSTI TANATI)

Sebentuk toleransi dari seikat ketupat

April 11, 2024
Migrasi Penduduk dari Luar Papua

Dewan Adat Papua: Migrasi ke Tanah Papua harus dibatasi

May 14, 2022
Sinak Papua

Senjata anggota TNI di Sinak hilang, anak-anak ditangkap, satu dikabarkan meninggal dunia

February 27, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara